"Aku mau boneka unicorn!"
Suho terkekeh. Kata-kata yang barusan keluar dari mulutmu itu sangat lucu dan terdengar menggemaskan. Tak heran jika Suho hampir tertawa keras menanggapimu.
"Kau yakin hanya ingin boneka unicorn untuk hadiah ulang tahunmu?"
Suho bertanya memastikan. Sebelumnya, ia memang bertanya hal random padamu. Seperti halnya tadi, ia bertanya tentang hadiah apa yang kau inginkan ketika kau berulang tahun. Padahal jelas-jelas ulang tahunmu masih lama. Ada mungkin sekitar satu bahkan hampir dua bulan lagi.
Meskipun begitu, kau menganggap pertanyaan Suho itu hanya percakapan dan gurauan biasa. Sehingga kau asal bicara saja ketika menjawab pertanyaan dari namja chingu-mu itu.
"Unicorn kan lucu, apalagi kalau bonekanya besar. Bisa dipeluk sepuasnya," katamu sambil ikut tertawa ketika kalian masih membahas tentang boneka fantasi itu.
"Ya, ya, peluk saja boneka hayalanmu itu sepuasnya," kata Suho dengan wajah datar.
"Ekhem, sepertinya ada yang mau dipeluk juga nih," godamu sambil menoel-noel pipi Suho hingga membuat pria itu risi kemudian tertawa dan balas menggelitiki pinggangmu.
Kau tertawa keras, merasakan betapa gelinya kelitikan dari jari jemari Suho yang berada di pinggangmu. "H-hentikan chagiya!"
Suho sama sekali tak menggubris ucapanmu, ia terus saja membuatmu tertawa hingga mengeluarkan air mata karena terlalu geli. Seolah balas dendam namun bukan dengan amarah, melainkan dengan sebuah perasaan nyaman dan tak ingin hari ini cepat berakhir.
"Kau jahat sekali!" teriakmu sambil mendorong Suho cukup keras hingga kalian saling berjauhan.
Wajahmu tampak berantakan, muka yang kusam, dan pinggiran mata yang berair karena sempat menangis karena tidak sanggup menahan rasa geli akibat kelitikan yang Suho lakukan.
"Mian, aku hanya bercanda. Jangan marah, ya?" ujar Suho dengan wajah yang menyesal namun juga terlihat puas secara bersamaan karena melihat betapa lucunya dirimu.
Kau hanya diam dan menghembuskan napas gusar, mencoba mengabaikan perlakuan Suho yang menyebalkan itu.
"Sudahlah, antar aku pulang sekarang."
Mata Suho tiba-tiba membulat sempurna. Ia kaget dan tak percaya bahwa kau meminta pulang secepat ini. Padahal jam masih menunjukkan pukul delapan malam, sangat tidak cocok sekali bagi para pasangan yang sedang melakukan sebuah kencan untuk pulang ke rumah dan mengakhiri sebuah momen yang munkin tak akan terlupakan.
"Mianhae chagiya, aku sungguh tidak berniat untuk membuatmu marah. Kita pulang sebentar lagi, ya?" bujuk Suho sambil tersenyum untuk membuatmu merasa baikan.
Kau diam sebentar dan memandang tajam Suho tepat di manik miliknya. Sehingga sukses membuat dia gugup dan meneguk ludahnya karena takut salah bicara.
"Aku ingin kau mengantarku pulang sekarang atau aku tidak akan memaafkanmu."
"T-tapi chag--"
Belum sempat Suho melanjutkan ucapannya, kau langsung menyela tanpa dikomando "Kalau begitu aku pulang sendiri."
"Okay okay, aku akan mengantarmu pulang sekarang. Tapi sebelum itu...,"
Suho sempat terdiam sejenak, ia ingin melanjutkan ucapannya namun ada rasa ragu yang menghampiri dirinya.
Melihat tatapanmu yang datar dan seolah tak acuh, Suho memutuskan untuk tidak melanjutkan apa yang hendak ia katakan dan segera mengantarmu pulang dengan mobil miliknya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Imagine // EXO ✅
Fanfiction[Fanfiction] Berisi kumpulan imaginasi antara fans dengan idolanya yang memakai cast utama kamu dan salah satu member EXO. Imagine hanya berisi drabble dan ficlet. Itu berarti tidak ada cerita ber-chapter dan setiap bagian memiliki judul masing-mas...
