Suho - Qurban

414 49 14
                                        


"Suho? Kamu ngapain di sini?" tanya gue.

"Aku mau ngajak kamu jalan sekarang," kata Suho.

"Kemana?" tanya gue lagi.

"Terserah kamu aja," katanya lagi.

"Aduh tapi maaf ya kali ini aku gak bisa lagi," kata gue pelan.

"Kenapa lagi? Kamu mau kemana? Akhir - akhir ini kamu selalu gak bisa kalo aku ajakin jalan." protes Suho.

"Aku ada urusah ho, maaf ya. Lain kali kita pasti jalan kok." janji gue ke Suho.

"Ck, terserah deh aku capek sama kamu!" ketus Suho yang langsung pergi ninggalin gue.

"Suho, dengerin aku dulu!" pekik gue yang sama sekali gak di gubris sama dia.

Gue milih diem daripada ngejar dan jelasin semuanya ke Suho. Dia bukan tipikal orang yang gampang dirayu.

Dia termasuk orang yangs sedikit alot kalo udah marah kayak tadi. Makanya   gue gak ngejar dia.

"Vin, yuk parkiran." ajak El yang udah ada di samping gue.

"Yuk El." jawab gue.

Kitapun jalan ke arah parkiran bareng. El ini sahabat gue dari kelas 10 dia yang tau suka duka kehidupan gue.

"Tadi gue denger Suho ngambek ya? Kenapa lagi?" tanya El tiba - tiba.

"Biasa, dia ngajakin jalan tapi gue gak bisa." jawab gue seadanya.

"Lo masih kerja dobel di dua tempat?" tanya El ke gue.

"Iya El, kebut celengan lusa udah idul adha." jawab gue seadanya.

"Tabungan lo udah mau goals belum?" tanya El.

"Alhamdulilah kurang dikit El, makanya gue kebut kerja." jelas gue.

"Bagus, gue ikut seneng dengernya. Gue yakin nanti Suho bakal ngerti alasan kenapa lo sering gak bisa diajak jalan," kata El.

"Iya El, makasih."

"Gue duluan ya, udah di telfon Mama." pamit El yang udah di atas motornya.

"Okey, hati - hati."

"Okey, semangat cantik!" seru El.

Gue cuma bales pake senyum aja sambil mulai goes sepeda gue. Beda sama El kalo dia naik motor gue naik sepeda.

Yap, gue kerja part time satu di toko kue dan satu di kafe. Kalo jam empat sampe jam enam gue ada di toko kue.

Tapi kalo diatas jam itu sampe jam sepuluh gue jadi pelayan di salah satu kafe anak muda di daerah gue.

Untungnya jarak tempat kerja gue dari sekolah gak jauh cuma sepuluh menit aja.

"Oma, maaf ya agak telat," kata gue ke Oma Rika pemilik toko roti ini.

"Gapapa Vin, kamu kalo belum makan itu Oma udah siapin."

"Makasih banyak ya Oma,"

Oma Rika ini baik banget, dia udah anggep gue sebagai cucunya. Padahal gue baru kerja di sini satu bulan. Kalo di kafe udah sekitar setengah taun.

Gue kerja gini ada satu hal yang mau gue capai, ini keinginan orang tua gue.

🍓🍓🍓

"Lo yakin gak salah liat?" tanya gue ke Chen.

"Sumpah bang, gue yakin itu Vinka. Mama gue juga bilang gitu soalnya toko roti ini langganan Mama gue." jelas Chen.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Sep 01, 2017 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

PACAR [EXO Drabble series]  《Open Request》 Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang