Daniel pov
Aku berjalan memasuki gedung itu. Entah mengapa tekad ku sangat besar untuk menghancurkan ayah kuPerlahan dengan sedikita memaksa. Aku berbicara dengan salah seorang pegawai yg duduk
" tolong berikan aku nomor seperti itu "
Tapi dengan kata maaf
Aku mulai mengehela nafasku dan menghadap ke arah gadis
Yg mengambil nomor terakhir ituKami saling bertukar pandang
Karena ambisiEnd pov
....
Daniel :" aku akan membayar mu Berapapun asalkan kau memberikan nomor peserta yg ada ditangan mu "
Sejong membelak kan matanya tak percaya
" apa? Berapapun.. Wah apa kau pikir aku Segila itu pada uang sehingga kau mau menawarku dengan percuma? "Tak lama sebuah ponsel bergetar
#Drtt... DrrttSejong mengankat nya dan itu adalah sebuah telephone dari kang minah sahabatnya
" ohh.. Wae? ( mengapa) ? "Tapi perlahan suara minah mulai mengecil
" sejong.. Dimana kau? Sekarang para renternir sedang ada di depan rumah "" apa??" ia terkejut
Perlahan dari ponsel terdengar suara orang mengamuk mengetuk pintu dengan kasar
# " Naga!!(keluar)naga !!Dor dor dor
Minah yg panik mulai bersembunyi ketakutan dalam rumah sejongDan sejong mulai menghela nafasnya dan melirik ke arah daniel yg berdiri didepan nya
Sejong perlahan menggelengkan kepalanya yg terlihat menyerah akan Mimpinya
Sejong :" aku.. Aku akan"
Tak lama seorang peserta lewat dengan panik berlari meninggal kan nomor pesertanya begitu saja
Tak lama daniel yg melihat nya dan menghampirinya
" permisi.. Nomor mu "Tapi orang itu menoleh dan berkata dengan panik
" ambil.. Ambilah saja "Daniel tersenyum dan langsung memasang nomor peserta itu di punggung nya
Sejong melihatnya dan tak terima tentang hal itu
" hey.. apa ini? Katamu kau memerlukan nomorku "Tapi daniel menatapnya sekali lagi
" ohh tapi itu tadi ,dan sekarang aku tak memerlukan hal itu lagi"
Ia segera pergi
Dan Sejong mulai mengacak ngacak rambutnya kesal
.......Di ruang audisi
Sejong memasuki ruangan itu sambil berusaha mengatur nafas nya yg panik .
Ia melihat beberapa orang tengah memperhatikan nya dengan tajam" oh.. anyyeong hasseo (halo) namaku kim sejong ,biasa di panggil sejong umurku 17 tahun"
Ucap gadis itu Sambil membungkuk kan badannya dengan ceriaTapi salah seorang Pria tua tidak tertarik dan sibuk memainkan ponsel nya didepan sejong
(Sejong memperhatikanya )" baiklah.. Silah kan dimulai "
Ucap salah seorang ceo yg duduk disana" ya.. "
🎶 Jreeng
Lagu jrabiit light sleep - diiringi gitar #Awal sedikit kaku
Tapi perlahan suara yg lembut membuat Semua orang memperhatikan nya termasuk beberapa peserta yg lain jg danielSkippp =>
......
Selesai sejong mulai menangKap reaksi para tentor yg terlihat kecewaMereka diam dan menatap sejong kala itu
" baik.. Nilai nya "
Blala
Sejong keluar sambil menitih kan air mati
Ia tak percaya atas semua yg terjadi hari iniIa keluar dari ruangan sambil menelphone kang minah sahabatnya
" minah!!..."" wae (mengapa) ?? Apa kau gagal lagi? " ucap kang minah yg sangat khawatir
" anieyo (tidak)... Aku, aku keterima bersekolah disini "
" jinjjja ( sungguh) wah.. Selamat sejong ah "
" ohh gomawo .... Aku akan mentarktir mu makan sepulang ini "
" wah oke call (setuju) ! Keureonde (Ngomong-ngomong) apa kau akan mengajak oppa mu? "
" ohh itu ide bagus "
Minah mulai tersenyum dan tersipu
" ohh baiklah.. Aku akan menunggumu nanti "" ohh.. Kalau sudah ku tutup "
"ohh, anyeong ( selamat tinggal)
Mereka saling mengakhiri panggilan .
Tak lama sejong melirik ke arah pria yg ada di layar
Ia adalah hwang minhyung dan danielMereka terlihat sangat antusias saat audisi
.....
Flash back 10 menit yg lalu" baik nomor peserta 500 dan 566 silahkan masuk bersama "
Terlihat dua orang lansung berjalan memasuki ruangan yg sama
Tapi ketika mereka saling melihat satu sama lain
Ada rasa ambisi yg kuat untuk saling mengalahkan satu sama lain" kang daniel.. Lama tak bertemu " ucap minhyun
Tapi dari jauh daniel hanya mencoba mengepal tangan yg berusaha menahan kesal
Tak lama ditengah percakapan mereka
" ayoo silahkan masuk nomor 500 dan 566 " ucap staf yg nemotong perbincangan merekaMereka melangkah dan sama sama memasuki ruangan itu
...
Saat audisi
Seorang pria tua yang sedang duduk terkejut atas kehadiran daniel putra nya .Pria itu berdiri dan membuat orang orang yg disana bertanya tanya mengapa??
...." anyeong hasseo namaku hwang minhyun peserta nomer 500"
(Sambil membungkuk kan badanya )" dan aku Kang daniel, peserta nomer 566 "
"wahh...lihat lah Perilakunya"
Semua orang mengalihkan pandangan ke arah daniel yg dinilai tidak sopan
Tidak mengucapkan salam yg ramahAyah hanya diam. sambil berusaha duduk memperbaiki jas nya yg merasa terbebani .
" kau.. Anak muda apa tujuan mu? "
Seorang mentor bertanya pada danielTapi perlahan dengan sedikit tertawa. Ia menjawab pertayaan itu
" aku.. Hanya ingin bersenang senang karena ,seseorang "
Ia melirik kearah minhyun dan juga ayahyaSemua orang yg menilai itu sungguh merasa jengkel .
Tak lama kedua peserta itu menujukan BakatnyaHwang minhyun menyanyi dengan suara yg manis
sedang kan daniel menari dengan hebat bakat yg ia milikiSkipp
....." baik... Kami akan mengomentari nya
Mulai dari hwang minhyung kau sudah baik dalam bernyayi tapi kau belum menunjukan kualitas apapun untuk menjadi seorang idol.. Sedangkan kau daniel kau memiliki bakat dan pesona yg baik tapi sayang nya kau tidak memiliki hak untuk membuat mu dicintai semua orang bila perilaku mu benar benar buruk untuk menjadi seorang idol jadi kalian harus banyak berlatih " ucap seseorang tentorTapi setelah diskusi yg panjang mereka akhirnya....
Diluar
Mereka keluar sambil membawa kartu Sbg siswa pelajar tetap disana" tak kusangka... Kita akan kembali satu sekolah "
Ucap minhyung yg berusaha meremehkan daniel" ohh.... Kurasa ini akan menarik"
Jawab daniel" baik.. Akan kutunggu apa yg terjadi, mantan sahabat baik "
Ucap minhyung yg lalu pergiDaniel menatap nya sambil berusaha menahan rasa kesal juga amarah yg ada di dirinya
......

KAMU SEDANG MEMBACA
love at high school ( Wanna One +ioi)
Romancekisah percintaan , persahabatan, dan permasalahan yg dialami murid murid seni 101 dalam meraih mimpi dan cita citanya untuk debut. Bagaimana kah kisahnya??