Prolog 1

43 16 3
                                        

STOP!!

Vote 🌟 dulu sebelum membaca!

Terima kasih! 😊


❄❄❄

Wanita itu. Penampilannya yang seksi dengan bagian punggung terbuka, make up yang dipoles sempurna tanpa celah, tas dari brand ternama, juga caranya berjalan melenggang yang menarik perhatian kaum adam.

Tapi, ups, tidak ada seorangpun yang memperhatikannya. Tentu saja, karena tempatnya bukanlah berada di karpet merah dengan blitz kamera paparazzi dimana-mana. Melainkan di sebuah gudang tua yang tak terpakai.

Ia menatap bangunan itu dengan pandangan tak suka. Jelas saja, bagaimana bisa seorang model papan nama yang fotonya sudah terpampang di sampul majalah-majalah terkenal, datang ke tempat menjijikkan, kotor, bahkan minim penerangan?

Huh, jika bukan karena uang dan ketenaran yang akan ia dapatkan, tak mungkin ia mau kesini.

"Hei, lama banget, sih, datengnya? Lo tau nggak nunggu itu gak enak, apalagi nungguin yang gak pasti?"

Wanita itu menghentikan langkahnya tepat di pintu masuk gudang. Dari jauh ia bisa melihat siluet seorang pria diantara kegelapan.

"Ng? Lo udah disini? Perasaan lo baru SMS 15 menit lalu," ujar si wanita sambil mengecek jam tangannya. "Kalo urusan begini, gak mungkin gue berlambat-lambat."

"Jadi, gimana? Lo udah siapin yang gue minta?"

Si wanita pun menghela nafas kemudian berkata, "Tapi yang lo tungguin udah pasti kok. Tenang aja, gak usah khawatir." Terdengar suara si pria tertawa terbahak-bahak.

"Nice, kalau emang gitu. Karena lo tau kan, gue bukan tipe orang yang sabar. Rencananya udah siap?"

"Udah dong. Emangnya lo yang cuma bisa duduk doang & nyuruh seenaknya," jawab si wanita ketus.

Dengan seringai jahatnya, si pria berkata,

"Gue udah gak sabar. Now, little girl, save your life or...... dead!"

❄❄❄

To be continued~~

Ghost's InvestigationTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang