prolog

8 1 0
                                    

Kriekkk suara pintu terbuka

Vivin
Ia adalah anak yang paling awal sampai di kelas. Ia menaruh tas beratnya diatas bangku dan menidurkan kepalanya di atas tas tersebut. Perjalanan dari rumahnya ke sekolah yang jauh terkadang membuatnya capek. Sesekali ia memandang handphone nya barangkali ada pesan masuk dari teman temannya. Suasana kelas yang sepi tak sedikitpun membuatnya merasa takut.

Krieekkkk suara pintu terbuka lagi menampakkan seorang perempuan dengan senyum manisnya. Kebiasaannya kalau masuk kelas sambil tersenyum. Ia berjalan ke arah vivin dan duduk dibangku sebelah vivin.
"hai vin" sapanya.

Vivin yang mendengar sapaan dari temannya hanya menjawab dengan deheman membuat si penyapa kesal.

"vivin ihhh kebiasaan deh kalau disapa selalu jawabannya gitu. Masih mending gue berbaik hati menyempatkan waktu berharga gue buat nyapa lo"

"emmm...marah ya" ucap vivin sambil tersenyum andalannya.

"apaan sih engga" jawab matus ketus.

Ya si penyapa tadi namanya matus. Dia biasanya sampai dikelas setelah vivin. Kebiasaanya kalau masuk kelas sambil tersenyum. Entah hal apa yang membuatnya tersenyum. Mungkin dia sedang menerapkan prinsip "tersenyumlah sebelum senyum itu di haramkan". Dasar kebiasaan pagi yang aneh.

Tak lama setelah kedatangan matus. Datanglah sosok yang dinobatkan matus sebagai " pengusik moodboster ". Dia namanya arida. Dengan tubuh bahenolnya tetapi tak sedikitpun mengurangi kadar kepedeannya. Biarpun dia begitu, terkadang dia juga baik kok.

" tus pr dong" dan inilah kebiasaan pagi arida. Always nagih pr  emang dasar kebiasaan yang hqq.

"apaan gue juga belum"  dan inilah jawaban yang sering dilontarkan matus. Terkadang ia juga tidak mengerjakan pr sama seperti arida. Dan ia hanya pasrah sampai ia mendapat contekan.

Tak lama setelah itu datanglah frisca dan disusul rahma dibelakangnya.

Frisca...
Dia itu orangnya puitis. Saking puitisnya sampai sampai dia jomblo. Orangnya baik banget. Saking baiknya terkadang ia dijadikan mesin ketik berjalan oleh penghuni kelas ini.

Rahma...
Dia itu putrinya guru bp disekolah ini. Terkadang jadi takut sendiri kalau ganggu dia. Takut di masukin bp. Dia itu anaknya cuek bebek dan dia itu fans beratnya kai bradon. Tapi kadang kadang dia juga care kok. Suka ngingetin kalau malam "kesehatanmu lo". Hihihi

Setelah itu muncullah fitri dan lina. Kedatangan lina terkadang menjadi harapan vivin,matus,arida,frisca,rahma,fitri. Untuk menyelesaikan pr masing masing. Satu hal yang mereka sukai dari lina yaitu  lina itu pinter tapi tidak pelit tapi kadang hal itu tidak berlaku di momen momen tertentu.

Fitri...
Dia itu orangnya tidak bisa marah. Terkadang dia kalau marah sambil ketawa, kan aneh.

"lin pr dong" jawab mereka kompakan.

"aku juga belum ngerjain nih, gimana dong" jawab lina sontak membuat mereka berpaduan suara.

"yaaaaa"

" yaudah gini aja. Gimana kalau kita ngerjain bareng?" usul lina. Sedangkan vivin,matus,frisca,rahma,fitri hanya menjawabnya dengan anggukan.

" eh kalian ngerjain apa? Emang hari ini ada pr ya? Kok aku gk tau sih" tanya elza yang baru datang sambil mencari celah diantara mereka ber 6 untuk ikutan nimbrung ngerjain pr.

Tak ada jawaban dari mereka ber 7 melainkan tatapan sinis yang elza dapatkan.

Elza
Dia itu anak yang sedari dulu ngejar ngejar cowok dari kelas sebalah tapi tidak pernah direspon sama cowoknya. Lagian dia sih salah sasaran, ngejar ngejar cowok alim ya gak direspon.

"elza ih...tuh kan kecoret, lo si main nyempil nyempil aja"  ucap vivin marah karena tidak terima tulisannya kecoret.

"sabar ya vin" ujar frisca dan diangguki oleh matus.
"iya vin, orang sabar nanti dapat pacar" sambung matus.

"nah dengerin itu. Biar lo gak jomblo hahahah" ucap arida dan hanya dijawab pelototan oleh vivin.

Sedangkan lina, rahma, fitri, dan elza fokus nyelesaiin pr nya masing masing.

Dan tetap ikutin ceritanya di part part selanjutanya ya....

Budayakan vote sebelum meninggalkan halaman ini

fzahro

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Dec 18, 2017 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

K A M I Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang