" Jangan banyak bicara. Ayo cepat! Aku sudah lapar. Kau tidak tau aku menahan lapar ku sejak tadi pagi? " Naruto menyeret Sakura menuju parkiran.
Sementara Sasuke mencari keberadaan pemuda durian itu sejak tadi.
" Kemana dia? Cepat sekali menghilang. "
Ramen Ichiraku
Mata Naruto berbinar saat di hadapkan dg semangkok ramen berukuran jumbo special.
" Wah.... Aroma ramen ini sangat nikmat. " Naruto mengambil sumpit dan sendok nya." Selamat makan. "
" Pelan-pelan, masih panas. " tegor Sakura saat Naruto langsung menyantap ramen itu.
" Mmm... Ini sangat nikmat. Kuah ramennya sangat enak. Mienya juga kenyal. Pas sekali. " Naruto memberi penilaian seperti seorang juri.
" Seenak itukah? " tanya Sakura.
" Aku ini pecinta ramen. Jadi aku tau rasa ramen dari berbagai restoran. Dan di sini yg paling enak. " Naruto kembali menyantap dg lahap.
Sakura hanya bisa menggeleng melihat cara makan teman sekelas nya ini.
" Paman! Aku ingin tambah lagi. Ramen jumbo special. " Naruto mangkok nya yg sudah kosong.
" Hah? Lagi? " Sakura mangap melihat Naruto yg nyengir." Terbuat dari apa perut mu ini? "
Tak lama kemudian Paman Teuchi membawa ramen pesanan Naruto.
" Terima kasih ya. " ucap Naruto dg senyum lima jari nya.
" Hati-hati. Masih panas. "
" Tenang saja, Paman. "
Teuchi kembali ke dapur.
Naruto merogoh ponsel di saku celana nya. Mengambil gambar seporsi ramen jumbo milik nya lalu dia kirim ke media sosial dg beberapa kalimat di bawahnya.
" Apa ? " tanya Sakura saat Naruto memberikan benda persegi itu pada nya.
" Ambil gambar ku lewat video. Yg bagus ya. Aku akan mempromosikan kedai ini. "
" Hah? " Sakura memiringkan kepala nya. Naruto hanya nyengir menanggapi kebingungan Sakura.
Dan benar saja. Sakura merekam semua yg di lakukan Naruto sesuai dg perintah pemuda itu. Mulai dari buku menu, ramen yg dia makan, Paman Teuchi yg sedang masak, kak Ayame yg sedang di kasir dan melayani pembeli. Seisi ruangan kedai itu juga tak di lupakan.
Mereka beralih ke luar ruangan. Naruto memberitau letak lokasi kedai itu secara details.
Cut!
Sakura selesai mengambil gambar Naruto. " Kau berbakat menjadi seorang actor dan presenter."
" Ah, aku tidak seperti itu. Aku hanya melakukan apa yg aku inginkan. Terima kasih ya, Sakura. "
Mereka kembali ke dalam.
" Berapa yg harus ku bayar? " tanya Naruto pada Ayame.
" Tidak usah. Kau kan teman Sakura. " jelas Teuchi.
" Tidak bisa begitu. Aku harus tetap bayar. " Naruto mengeluarkan credit card nya.
" Sayang sekali. Di sini tidak menerima pembayaran non tunai. " jelas Ayame.
" Begitu ya? " Naruto memasukkan lagi credit card nya dalam dompet." Kalau begitu aku minta bill saja. Besok uangnya aku berikan pada Sakura. "
KAMU SEDANG MEMBACA
First Friends First Love
RomanceCerita pendek tentang SasuSaku tanpa adanya EYD yg jelas
