Bagaimana tidak patah hati?
Ketika temanmu dapat dengan mudah membentangkan mimpinya sedang kamu harus menaruh mimpimu dialmari hatimu dalam-dalam.
.
Bagaimana tidak remuk?
Ketika temanmu leluasa membentangkan semua inginnya, sedang di belahan dunia lain kamu sedang mengkafani semua inginmu.
.
Bagaimana tidak runtuh?
Ketika temanmu sedang melukiskan mimpinya, sedang ditanganmu seribu kanvas mesti kamu lemparkan jauh-jauh.
.
Wahai betapa tangis itu tidak pecah dipangkuan ibumu?
Ketika menyaksi orang-orang sudah memulai menikmati manisnya lelahan itu, disini kamu masih memungut pecahan hatimu untuk berdiri dan memulai bergulat kembali bersama langkahmu dari awal.
.
Setiap hari
Setiap hari itu kamu mengenali emosimu dan Setiap hari juga kamu menggali doa-doa panjangmu.
Setiap saat kamu mengubur semua keluhmu, dan setiap waktu juga kamu mendengarkan semua bingar hatimu.
Seribu mimpi hebatmu itu menjadi lautan tangismu.
Bisa pasti bisa kamu harus mengalahkan angan-anganmu.
Membombardir egomu.
Melunakan inginmu.
Mencairkan keadaanmu.
.
Hingga suatu saat kita akan mengerti bahwa kesulitan-kesulitan itu bukan hanya memperjelas bahwa mimpi kita itu begitu besar, tapi juga memperbesar jiwa kita bahwa kita itu kuat melampauinya.
.
😊SalamSukses😊
-RikaArtamevia-
KAMU SEDANG MEMBACA
Dear Ananda
Spiritualité"Aku tidak percaya tentang cinta pada pandangan pertama, karena pada dasarnya cinta tumbuh bukan karena apa yang kita lihat, tapi apa yang kita rasakan" Begitulakhhhh.... -Rika Artamevia- IG : @artame.i
