Itu bukan cinta! Hanya rasa nyaman~
Dan lalu, kau merasa tak terima ketika rasa nyaman itu pergi tanpa pamit
Hatimu terlalu terkejut
Harimu menjadi tak semenyenangkan dulu
Terasa ada yang hilang
Padahal kau sudah merasa cukup bahagia
Dengan dia sebagai pengisi harimu
Penghias senyum dan tawa di hari-harimu
Egois memang..
Kau ingin terus menerus menyamankan dirimu
Tanpa kau tahu
Dia juga butuh kenyamanan
Dan ternyata arti nyaman untuknya bukanlah dirimu
Perlahan tapi pasti
Dia mundur
Meninggalkan mu
Kenangan mu..
Tak kan pernah ada lagi untukmu
Tawa atau tangismu
Dia tak akan lagi peduli
Rasanya seperti kehilangan padahal kau tak memiliki hatinya sama sekali
Rasanya seperti kalah sebelum kau beranjak pergi ke medan perang
Ah apa ini? Sajak patah hati? Pantaskah?
