Suara musik pop mengalun keras di dalam mobil fortuner milik remaja laki laki yang sedang menganggukkan kepalanya mengikuti irama, Marskal Denova Girrest.
Remaja itu asik di dunianya sendiri sambil memutar stir mobil menjalajahi tempat yang belum pernah ia kenal di daerah sekitar komplek paling ujung perumahanya namun, kecepatan mobilnya berkurang ketika mendengar ringtone panggilan dari handphone-nya.
Maybe we're perfect strangers, Maybe it's not forever, Maybe the night will change us, Maybe we'll stay together—
“Halo?”
“Sayang...”
Yah, cabe. Gue kira siapa.
“Ehm, kenapa, Jess?”
“Anterin ke mall, yang. Hari ini aku harus cat rambut aku soalnya udah kusam.”
Marskal memutus telepon tersebut karena jijik mendengar suara yang sengaja dibuat manja itu. Ia mengetik kepada perempuan yang itu untuk menunggu di tempat yang sudah dijanjikan,
Marskal memutar balik arah mobilnya menuju tempat tujuan yang letaknya tidak terlalu jauh dari dirinya berhenti.
“Ehm, gimana caranya biar si cabe cabean Jessica itu menjauh dari gue? Ah, para cewek pasti gak suka cowok brengsek. Sip, pinter banget lo, Mars."
Maybe we're perfect strangers, Maybe it's not—
Marskal mengehela nafas kesal, menekan tombol terima dan menekan tombol loudspeaker karena ia ingin menyemprot si penelpon setelah melihat nama yang tertera di layarnya namun,
“Marskal bangke!”
Mendengar umpatan dari seberang amarah Marskal pun meluap digantikan dengan tawa yang sangat keras,
“Gimana bro? Cantik, kan?”
“Jangan ketawa lo, njir. Gue udah bela belain dateng dan ternyata Gisell itu hamster?!”
Marskal terkekeh mendengar omelan sahabatnya, “Slow, Kemal anaknya Pak Aditama, lo kan yang ‘iya iya’ aja tadi waktu gue tawarin. Gak tanya sih!”
“Temen lo ya, lo pikir gue apaan, lo sodorin hamster? Gue dikencingi, lagi. Sini lo, njing!”
“Hahahaha. Sorry sorry, nih bro, gua ada janji ama cabe cabean.”
Tuut
“Hahahahaha!”
-----
“Udah?” Tanya Jessica setelah melihat Marskal membawa banyak kantong plastik.
“Udah,” jawab Markal tersenyum namun, wajahnya kembali datar dan melihat ke sekeliling mencari sesuatu.
"Kamu cari apa sih, yang? Penting banget ya, sampek ngediemin aku."
"Gak, tadi ada valak kencing di celana."
"Kamu kok goblok banget, sih. Valak kan pake rok bu--"

KAMU SEDANG MEMBACA
Marxavas
Teen Fiction"Gak bisa gitu dong, anjir! Lo kemaren udah-" "Jangan maksa." "Kemaren. Lo. Uda-" Bugh Saat itu juga, dunia Marskal menjadi gelap. Marskal tergeletak, pingsan, ditangan Axa-si jagonya karate-. . . . . This is my first story, guys Need comment and vo...