Chapter 3 - Memulai

152 13 0
                                    

Hidup ini aneh.
Bila ingin melupakan,pasti ada aja alasan ia untuk kembali.
Bila ingin bersama pasti ada aja alasan ia untuk pergi.
Maka karna itu kumpulkan semua kesabaran dan ketabahan mu. karna kau tidak akan tahu se menyakitkan apa yang akan kau rasakan

~~

"Jeon Jungkook" kata Hyun moon pelan.

Aku termenung, semua ingatan itu kembali. Senang, sedih, tertawa dan menangis menghantui ku. Apakah ini yg dinamakan takdir? batin Hyun moon

"Apa kabar?" kata Jungkook seolah tidak ada yg terjadi.

Entahlah apa yg harus ku lakukan yg aku pikirkan hanya pergi dan tidak berurusan dengan dia lagi.

tanpa sepatah kata Hyun moon pergi melewati Jungkook.

"Eh baru juga ketemu" seru Jungkook

Tanpa ambil pusing Hyun moon pun pergi. Dia sudah tidak tahan lagi untuk pura pura tersenyum setahun terakhir. Sekarang saat melihat wajah Jungkook lagi membuat kepalsuan senyum yanhg selalu ada itu menghilang.  

Tidak sadar berlari terlalu cepat Hyun moon terjatuh entahlah apa yang mehalangi nya sehingga bisa terjatuh tersungkur seperti ini.

"Ngak punya mata?" ternyata ia menabrak kakak kelas.

"Maaf kak saya ngak keliatan" kata Hyun moon bodoh kenapa dia bisa menabrak seseorang di keadaan seperti ini

"Memang gak punya mata ya lo" jawab orang itu ketus

Hyun moon kembali berdiri dan mematung, yang ia tabrak adalah Park jimin kakak kelas pendamping nya

"Kalian juga ngapain berduaan disini, kalo pacaran nanti saja pulang sekolah" kata Jimin mulai emosi

Ya kata kata itu tertuju untuk Jungkook dan Hyun moon yang masih belum percaya dengan apa yang mereka lihat masing masing.

"Sekarang balik ke barisan, saya bukan cuma mengurus kalian berdua saja jadi tolong jangan menyusahkan, lagi pula kalian bukan lagi anak SMP yang harus di urus kalian sudah SMA sekarang" kata Jimin panjang lebar

Seolah sudah tahu akan di semprot dengan kakak pendamping yang ia tabrak Hyun moon pun langsung kembali ke barisan begitu juga dengan Jungkook.

~~


Setelah selesai memperkenalkan seluruh bagian sekolah kepada adik- adik yang baru akan menginjakkan kaki secara resmi sebagai siswa SMA garuda dua hari lagi mereka pun diberi istirahat.

Di kantin atas Jimin dan sahabat sahabatnya pun kumpul mumpung masih istirahat seperti yang kalian tahu mereka tergabung dalam organisasi intra sekolah yang membuat mereka jarang kumpul bersama.

"Jim lo ngak pms kan hari ini?" tanya Taehyung yang selera humornya memang sudah kelewat batas

Dengan nada sinis yang begitu dingin Jimin pun menjawab

"Apa sih lo, emang lu kira gue udah pindah haluan jadi bisa pms?" jawab Jimin yang tidak begitu peka dengan pertanyaan sahabatnya itu.

"Kalian berdua memang sama-sama ngak waras ya?" kata Namjoon yang sedari tadi heran dengan kelakuan temannya itu.

"Ya enggak lah gue masih waras yaa Joon" jawab Jimin dan Taehyung serentak

"Itu kan ketauhan gobloknya jawab aja serentak" kata Seokjin menimpali.

"Ya ampun cuma soal kata pms aja kalian manjangin lo gimana soal yang lain" kata si bijak Yoongi

"Ah bodo amat dah gue mau nanya dari tadi ngak kelar kelar'' kata Taehyung yg mulai panas

"Ya udh si tanya aja" kata Jimin

"Jim tdi lo knp marah ditengah lapangan, ya gue tau elu memang emosian tapi kan gila aja lo masak emosinya di lapangan segede tadi, terus lo sadar ngak yg cowok itu mirip kawan SMP gue" tanya taehyung yang tidak habis pikir sekaligus bertanya tanya apakah itu benar benar Jungkook sahabat SMP nya.

"Ya habis masak ada yang berani nabrak gue coba" kata Jimin teringat kejadian tadi

"Ya ampun cuma ditabrak doang?" tanya Jhope yang sedari tadi hanya menyimak.

"Hope lo bilang cuma, dia nabrak terus baju gue langsung kotor masa lo bilang cuma" kata Jimin tidak terima

"Bentar, kotor dari mana?" tanya jin sambil memerhatikan almamater Jimin

"Nih nih tengok" sambil menunjuk almamater nya yang kotor karena ditabrak oleh adek kelas yang tidak ingin dia temui lagi, mungkin.

"Cowok apaan yang takut kotor?" tanya Namjoon

"Serah, serah kalian bodo amat" kata Jimin akhirnya mengalah

"Gue cabut ya udah mau bel, adek adek asuhan gue nunggu, tadi gue udah bilang 10 menit sebelum istirahat udah balik ke tempat" kata Jhope sambil melenggang pergi

"Tumbenan Jhope semangat ikut kegiatan ginian biasanya paling lemes tuh dia" kata Taehyung heran

"Mungkin ketemu cewek cantik" kata Seokjin asal

"Ya udah gue balik juga ya kelapangan kayak nya juga udh rame yang nungguin gue" kata Jimin meninggalkan kantin.

Sepeninggal Jimin dari kantin satu persatu sahabatnya pun kembali sibuk dalam kegiatan masing masing. Ya mau gimana mereka udah ganteng anak osis teladan dan santun, dimana coba nemu cowok kayak gitu.

~~

Waktu pulang pun tiba siswa yang dari tadi sudah menunggu langsung lari keluar pagar untuk pulang ke rumah masing masing.
Tapi tidak dengan Hyun moon ia memilih ketempat yang dimana ia bisa meluapkan semuanya, disinilah di taman dekat rumahnya yang ada pantainya sambil memandang langit.
Rumah Hyun moon memang tidak jauh dengan pantai.jadi ia akan menyempat kan untuk melihat hamparan laut yang indah

Hyun moon termenung melihat hamparan laut yg indah dan kebebasan seorang langit.

Disini gue menangisi apa yang gue alami, dan disini juga gue akan memutuskan apa yang akan gue pilih

Sambil termenung Hyun moon memikirkan apa yang harus ia pilih

Gue pernah mencintai dan juga pernah tersakiti, akankah gue harus menjauh dari kata mencintai agar tidak tersakiti lagi ataukah menerima semua rasa ini dengan diam seperti dulu

Air matanya pun tumpah satu per satu

Gue akan coba kasih dia kesempatan kedua mungkin orang akan mengatakan gue bodoh masih mau menerima dia tapi ini keputusan gue karna cinta gue ke dia

Jangan takut memilih

Turuti apa kata hatimu

Biarlah mereka mau berkata apa

Karna yang menjalani itu adalah kita

Memang sakit mendengar perkataan kasar mereka

Tapi itulah hakekat dunia tidak saling tau

Maka dari itu harus ada rasa saling mengerti.

~~

Hai

Im comback wkwk

Enjoy to my story guys

Don't forget to voment:)

Sea And Sky [ff Jimin Bts] Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang