Meskipun tampak sepele, judul memiliki dampak yang signifikan pada penyampaian cerita. Sering kali, judul bisa menentukan apakah seseorang akan membaca cerita Anda atau mengabaikannya. Untungnya (atau sayangnya), sering kali judul ceritalah yang menarik perhatian Anda, entah seberapa banyak waktu dan tenaga yang Anda kerahkan untuk menulis cerita tersebut. Jadi, meskipun Anda merasa tergoda untuk meremehkan judul, jangan lakukan itu.
1. Dapatkan inspirasi dari tema utama cerita Anda.
Judul yang baik harus sesuai dengan ceritanya secara tepat namun menggugah. Pikirkan tentang tema utama cerita Anda-apakah cerita Anda tentang pembalasan dendam? Kesedihan? Alienasi? -dan pikirkan judul yang membangkitkan tema tersebut. Sebagai contoh, jika tema Anda adalah tentang penebusan dosa, Anda bisa memberi cerita Anda judul seperti, "Jatuh cinta kepada Mimi Peri".
2. Berilah judul berdasarkan latar yang penting.
Jika sebuah latar tertentu memiliki peran yang penting di dalam cerita, pertimbangkan untuk menjadikan latar tersebut sebagai judul cerita Anda.
Sebagai contoh, jika inti cerita Anda adalah sebuah kejadian yang terjadi di sebuah pulau bernama Banda Neira, Anda bisa membuat judul "Banda Neira" untuk cerita Anda. Atau, Anda bisa mendapatkan inspirasi dari kejadian yang terjadi di tempat tersebut sebagai judul cerita Anda, seperti "Ombak di Banda Neira" atau "Menantang Alam Banda Neira".
3. Pilihlah judul yang terinspirasi dari kejadian penting di dalam cerita.
Jika ada kejadian tertentu yang mendominasi isi cerita atau menjadi kunci utama dalam pergerakan cerita, pertimbangkan untuk menggunakannya sebagai inspirasi judul.
Sebagai contoh, Anda bisa membuat judul seperti, "Yang Terjadi Pagi Itu" atau "Mati di Antara Pencuri".
4. Gunakan tokoh utama cerita Anda sebagai judul.
Menamai buku menggunakan nama karakter penting dalam cerita bisa memberikan kesederhanaan yang menarik pada judul buku Anda. Akan lebih membantu jika nama tokoh utama Anda mudah diingat dan penting.
Sejumlah penulis ternama menggunakan metode ini, contohnya: Marah Roesli dengan Sitti Nurbaya, Hilman dengan Lupus, Pidi Baiq dengan Dilan. Di negara barat, penulis terkenal yang menggunakan teknik ini adalah Charles Dickens dengan David Copperfield dan Oliver Twist, Charlotte Bronte dengan Jane Eyre, dan Miguel de Cervantes dengan Don Quixote.
5. Berilah judul berdasarkan kutipan yang diingat dari cerita Anda.
Jika Anda memiliki kalimat atau frasa yang orisinal dan menarik yang menangkap elemen penting atau tema cerita Anda, gunakanlah kalimat tersebut atau versi berbeda dari kalimat tersebut sebagai judul cerita.
Sebagai contoh, novel-novel seperti Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin karya Tere Liye, atau di Amerika, To Kill a Mockingbird karya Harper Lee semuanya menggunakan kata-kata dari cerita itu sendiri.
Happy writing🌻
Happy weekend juga🌻
Semoga membantu kalian☺🌈
Salam sayang
Dari,
All members of DangerousSqd.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dangerous Squad
RandomDangerous Squad adalah salah satu sekumpulan para penulis amatir yang berharap bisa menjadi penulis besar di Indonesia. Disini kita akan membahas tentang menulis dengan benar, tips cara membuat cover dan masih banyak yang lainnya.
