"Rejection is such a powerful experience for people."
Aku melihatnya, Darmin namanya. Laki-laki naif yang masih percaya akan keajaiban dunia, meski sudah berkali-kali ditipu oleh sang semesta.
Aku menertawainya, saat ku dengar kabar lamaranya lagi lagi ditolak. Kucemooh. Kukatakan padanya, "Sudah lah, menyerah saja." Tapi ia hiraukan.
Esoknya ia masih berjuang, aku tersenyum miring, oh betapa naifnya anak itu, dan kemudian, lagi, ia ditolak, dan aku kembali tertawa. Ku teriaki namanya, "Hey Darmin! Kerja kerasmu hanyalah bualan bagi semesta!"
Dia diam, dan tekadnya masih gigih, masih mempercayai hal aneh yang bernama keajaiban. Oh malangnya.
Hingga ia menyerah! Hah akhirnya! Dan bergabung bersamaku, kematian.

KAMU SEDANG MEMBACA
Heal
General Fiction"Can you heal my heart wills?" "I can't. just heal by yourself anne."