Akan ku ceritakan kisah seorang pria bodoh yang menanam sebuah tanaman.
Suatu hari dia menanam sebuah bibit tanaman.
Dia merawat tanaman itu dengan sungguh – sungguh.
Ia senantiasa menyiramnya pagi dan sore.
Memberikan pupuk agar dapat tumbuh subur.
Hingga tak terasa, tanaman itu mulai tumbuh.
Dari mulai bibit yang kemudian memunculkan daun dan bunga.
Sampai akhirnya tanaman itu membesar dan menjadi sebuah pohon.
Pohon yang kokoh, rindang dan berbuah.
Namun sayang, pria itu tidak mengetahui jika pohon itu dapat berbuah.
Ia hanya menaman dan merawat tanpa mengenali bibit apa yang ia tanam.
Sampai akhirnya, buah yang berasal dari pohon itu jatuh dan membusuk.
Menyatu dengan tanah, karena tidak ada yang bisa memetiknya selain pria itu.
Jika kau menjadi pohon itu,
Apa yang kau harapkan setelah buahmu jatuh dan membusuk tanpa diketahui pria itu?
Jikalah aku menjadi pohon itu,
Aku akan tetap berbuah, meski buahku terus jatuh dan membusuk dengan sendirinya.
Karena aku berharap jika suatu saat pria itu memetik buahku dan menyadari bahwa selama ini bibit yang ia tanam mampu menghasilkan buah.
Entah ia akan sadar dengan sendirinya atau orang lain yang akan memberitahunya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Secarik Puisi.
PoetryKumpulan beberapa puisi sederhana yang mengandung banyak keju.
