"Salsaaaaaaaa"
"Salsaaaaa"
Tamara kembali kerumah dengan pakaian yang kotor dibagian lutut.Dia juga merasa bersalah kepada Salsa karena telah dibohonginya. Akhirnya Tamara berniat untuk mampir kerumah tetangganya itu untuk meminta maaf.
"Woiii Salsaaa"
"Ada apa Tamara?" Tanya bunda Salsa, Rosa
"Ehh tante Salsa nya ada tan?" Tanya Tamara.
"Ada dikamer, tadi dia dateng-dateng ngambek jadi langsung kekamer. Kamu kekamer Salsa aja sana."
"Siyapp tante"balas Tamara sambil hormat ala prajurit 45.
Tamara berjalan menaiki tangga dan langsung berjalan menuju pintu bagian depan sebelah tangga.
"Woii Salsaaa, buka woiii" Tamara menggedor-gedor pintu kamar Salsa.
"Ceklekkk"
"Apa lu vangke?" Tanya Salsa ketus.
"Hehe Salsa kemana aja lu? Tadi disana gue ketemu cogan Sal." Jawab Tamara cengengesan.
"Hah cogan??gue udah gak perduli, cogan-cogan elu kan ibu ibu rempong??ya kan?" Ucap Salsa
"Ya bukan kek gitu juga Sal sebenernya emang disana itu banyak cogan cuman gitu kemungkinanya cuma 1% hehe" jawab Tamara
"Ahh bodoamat lah Tam gue kesel sama lu"kesal Salsa, lalu membanting pintu kamarnya.
"Dasar pundungan tuh anak, bodo amat dah gue kaga peduli" ucap Tamara malas.
Mereka sama sama mengucapkan "bodoamat" padahal dihati terdalam mereka saling menyayangi, eakss
***
Pagi ini Tamara dan Salsa harus kembali bersekolah karena ini tahun ajaran baru Tamara dan Salsa pasti berbeda kelas.Hal yang paling tidak Tamara sukai ya itu, berbeda kelas dengan sahabatnya dan mulai mencari teman baru, menurut Tamara mencari teman baru sangatlah susah karena sekarang banyak sekali teman yang fake baik didepan tapi suka ngomongin dibelakang.
"Mah Tamara berangkat dulu" ucap Tamara sembari menyalimi tangan mamahnya.
"Assalamualaikum tante, Assalamualaikum Tamara" Salsa datang dari depan sambil tanganya mengetuk pintu.
"Tumben tuh anak ngucapin salam biasanya langsung srobott masuk?." Tanya Sandra.
"Iya gak tau tuh Mah biasanya sih kalo udah kaya gitu ada maunya" selidik Tamara.
"Yaudah gih sana kamu ladenin Salsa Mamah mau kedapur." Sandra berjalan ke arah dapur dengan membawa piring ditangannya.
Tamara berjalan ke arah pintu depan dan langsung menutupnya.
"Gubrakk..."
"Tamaraaaa" lengkingan suara Salsa membuat Tamara langsung membukakan pintu kembali.
"Hehe iya Sal." Tamara cekikikan melihat Salsa.
"Kenapa pintunya elo tutup ada gue?"tanya Salsa.
"Gue udah tau alasan lo kesini baik-baik ngucapin salam jadi gue udah tau pasti lo kesini ada maunya kan??" Tamara bertanya balik.
"Hehehe tau aja lu Tam." Jawab Salsa.
"Jadi intinya lu kesini mau ngapain?minta sarapan, nebeng kesekolah atau minjem kaos kaki??" Tanya Tamara malas.

KAMU SEDANG MEMBACA
HOPE
Teen FictionApa yang kalian lakukan jika harapan kalian pupus? Itulah yang dirasakan Tamara Cecilia,seorang wanita biasa tapi kadang kadang suka rada sengklek sedikit otaknya.Setelah dia bertemu dengan seorang pria sombong namun bisa mengambil hatinya. - - - - ...