Bagaimana bisa bilang kalau dia mencintaimu, sementara segala kelemahanmu selalu saja dijadikan masalah baginya. Segala keburukan yang pernah kamu lakukan --meski kamu mulai berbenah-- tetap saja dijadikan senjata untuk menyerangmu saat bertengkar dengannya. Perasaan seperti apa yang sebenarnya dia perjuangkan; saat setiap kesempatan dia selalu menunjukan lebihnya dan kamu kurangnya. Bukan perasaan merasa saling seimbang, bukan perasaan merasa saling membutuhkan. Dia lebih fokus pada apa-apa yang menjadi kelemahanmu, dibanding bersyukur atas kelebihan yang kamu punya. Jika terus begitu saja, sampai kapan menikmati perjalanan yang penuh curiga dan saling menikamkan luka?
--boycandra
