Kali ini aku akan bercerita
Bercerita tentang dia..
Dia yang aku sebut Matahari
Kalian ingin tetap mendengarnya?
Kalian tau? Setiap hari, disetiap menjelang pagi dan gelap nya hari, aku menjadi penatap si Matahari
Meski dari kejauhan tapi itu tak menghalangi
Matahari itu sinarnya sangat menyengat bukan saat dilihat dengan mata telanjang?
Tetapi, aku sanggupi untuk tetap menatap nya meski mataku ini akan luka dan mengeluarkan darah karena terlalu lama menatap nya
Aku seperti nya yang terlalu mendamba padanya
Sehingga, saat ia sedang menatap mata dan menggenggam erat tangan si pelangi
Saat melihat nya, bahkan mataku pun tak sanggup hanya untuk mengeluarkan air mata pelarian dari rasa sakit itu
Karena terlalu sakit, hatiku hanya bisa aku ajak berdamai akan asa
Mataku tetap aku minta untuk tak merasa
Perlu kalian tau, tanpa aku minta pun, bahkan mataku ini tak sanggup hanya untuk mengeluarkan air mata
Hatiku hancur
Hatiku sakit
Hatiku lelah
Bahkan langit pun sudah berdiskusi untuk menyeret paksa diriku untuk berhenti mendamba dan menatap si Matahari ini
Tapi apa yang aku lakukan? Aku tetap berdiri disini
Dari tempat yang masih sama
Aku tetap menatap pada Matahari yang sedang bercumbu mesra dengan si pelangi
Aku harus bagaimana?
Apa aku harus pergi?
Apa aku tetap menetap saja dan harus siap menerima segala resikonya?
Jujur... Aku tak sanggup
Aku ingin meminta pendapat pada yang lain, seperti Bulan mungkin
Tapi Bulan bahkan tak mengenal diriku
Ingin meminta pendapat pada Bintang
Tapi sayang, Bintang terlalu jauh untuk aku jadikan tempat bercerita dan berbagi pendapat
Sedangkan pada langit, aku sudah pernah berbagi cerita tentang si Matahari ini dan tentang rasa damba ku ini padanya
Dan apa yang dikatakan langit?
Mereka berkata....
Pergilah..
Lupakan dia..
Menjauh lah darinya...
Jangan kau tatap dia lagi...
Dia hanya menjadikan mu tempat untuk bernaung sebentar tidak lebih
Jangan berharap
Kau dengan nya, seperti angka 0 dan 1 sangat berbeda
Dan aku tersenyum atas semua pendapat yg langit berikan padaku
Percayalah kalian, aku hanya ingin berteman dengan Matahari tidak lebih
Cukup aku yang menganggap nya teman
Jika dia tidak, yaa tidak apa-apa
Aku tak berharap lebih
Jikalau pun aku berharap lebih
Harapan ku tidak akan pernah menemukan ujung
Jadi...
Aku ingin mendengar pendapat alam semesta tentang si Matahari dan aku
Semestaa...
Bantu aku untuk melangkah...
Jawab lah pertanyaan ku
'apa aku harus pergi atau tetap menetap saja?'
-Si Penata kembali hati yang telah dilukai
KAMU SEDANG MEMBACA
Teruntuk Kamu
DiversosKamu iya kamu, yang sedang membaca ini, aku mempersembahkan tulisan ini. Untuk mu
