**UNTUK PEMESANAN NOVEL SALKIR BISA LEWAT SHOPEE ATAU CEK AJA DI INSTAGRAMNYA SHINNA MEDIA**
Info aja nih, cover salkir di wattpad itu beda banget sama versi novel ya. Dan ada beberapa part di wattpad yg aku unpub hehe, selain itu ada beberapa cerit...
Hanbin tengah duduk di kursi taman kampus dengan earphone menyumpal kedua telinganya. Dia tengah menunggu seseorang. Yang pasti orang itu adalah kekasihnya, Erin.
Mereka sudah bersama dari dua tahun yang lalu namun baru seminggu kemarin Hanbin mengenalkan Erin pada keluarganya sebagai kekasihnya.
Sudah satu setengah jam Hanbin menunggu dan Erin masih belum terlihat oleh matanya. Banyak pesan yang Hanbin kirim namun tidak satupun Erin membalasnya. Lebih dari limabelas kali panggilan Hanbin tidak dijawab oleh Erin malah suara operator yang membuat Hanbin merasa muak.
Seharusnya Erin sudah selesai kuliah setengah jam yang lalu. Hanbin tau benar akan hal itu.
Hanbin semakin khawatir bila terjadi sesuatu dengan Erin lalu dia berjalan dan bertanya dimana Erin pada Chaeyon, teman dekat Erin yang Hanbin tau.
"Chae, apa Erin masih ada kelas?" tanya Hanbin.
"Emm, sepertinya tidak. Dia sudah keluar dua jam lalu."
"Dua jam yang lalu? Apa Erin bolos matkul?" batin Hanbin.
"Kemana dia pergi?"
"Aku tidak tau. Yang jelas tadi aku lihat dia seperti terburu-buru. Mungkin ada urusan penting."
"Ya sudah terima kasih."
Hanbin hendak meneruskan mencari kekasihnya namun panggilan Chaeyon menghentikan langkah Hanbin. Ia kembali menatap Chaeyon.
"Apa kalian bertengkar?" tanya Chaeyon sedikit berbisik. Takut kalau mahasiswa lain mendengar.
"Tidak. Kami baik baik saja."
"Baguslah. Tapi aku yakin Bin, tadi aku lihat Erin seperti mau menangis dan terburu-buru. Aku pikir kalian ada masalah. Kalau begitu kau harus mencarinya. Kau tau sendiri kan Erin masih suka memendam apa-apa sendiri? Aku takut dia kembali masuk rumah sakit lagi."
"Iya. Aku akan menemukannya. Terimakasih Chae, kau sangat membantu."
"Sama sama. Jika ketemu langsung hubungi aku."
Hanbin mengangguk lalu kembali memutari gedung kampus mencari Erin.
Selama berjalan Hanbin sangat khawatir. Dia begitu takut kejadian tiga bulan yang lalu akan terulang. Waktu itu Erin sedang dalam masalah besar hingga membuatnya sakit dan harus dirawat seminggu dirumah sakit.
Hanbin terus menelpon Erin berkali kali. Namun nihil, semua panggilan itu tidak dijawab.
"Erin aku mohon angkatlah," gumam Hanbin
"Hallo?"
"Syukurlah akhirnya kau angkat juga," Hanbin merasa sedikit lega ketika Erin berbicara di sana.
"Kamu dimana?"
"A-aku di danau."
Hanbin semakin khawatir ketika suara Erin terdengar sangat lemah di telpon.
"Tunggu aku disana."
Hanbin secepat mungkin berlari menuju mobilnya lalu berangkat ke danau.
Danau itu sebenarnya sebuah danau buatan yang berada di taman kota. Hanya lima belas menit jarak taman itu dengan kampus mereka.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.