Bobby membawa Lalice menuju lift terdekat yang akan membawa mereka kesebuah kamar yang hanya bisa diakses oleh Bobby dan keluarganya.
Sebenarnya yang lebih sering memakai Bobby, karna ya yang sering enaena kan Bobby. Kamar itu lumayan luas, kayak apartemen jenis studio yang lengkap sama dapurnya.
Hal pertama yang dilakukan Bobby ketika mereka sudah dikamar itu adalah akhirnya dia bisa mencium Lalice dengan bebas. Bahkan sekarang Bobby sudah menggendong Lalice seperti Koala. Ciuman Bobby bahkan tidak berhenti ketika mereka sudah masuk kekamar tidur, yang terjadi malah Lalice dilempar kekasur oleh Bobby dan dia melanjutkan ciumannya.
Entah tenaga dari mana, Lali berhasil menggulingkan Bobny dan sekarang dia yang berada diatas. Lebih tepatnya sih duduk di pangkuan Bobby, dan Bobby nya tiduran dikasur. Dengan perlahan dia membuka kausnya dan memperlihatkan Bobby sepasang payudara ranum yang ditutupi oleh Bra berwarna hitam legam dan terlihat kontras dengan kulitnya.
"Ternyata lo sexy juga.." kata Bobby sambil mengelus pinggang telanjang Lalice.
"Emang ada gitu yang bilang gue gak sexy?" Tanya Lalice sedikit provokatif sambil menunduk ke badan Bobby, sehingga payudaranya menempel sempurna di dada Bobby.
"Ya enggak, tapi kenapa dari gue liat seharian ini, lo kalo pake pendek pasti ditutup jaket. Nutupin banget?" Tanya Bobby sambil membuka resleting rok Lisa dan melepasnya
"Kalo bukan karna ada Bang Daniel, gue juga mau pake baju sexy."
"Emang dia siapa kok lo harus nurutin maunya?" Kaali Bobby bukan cuma nanya tapi sekaligus meremas pantat montok Lalice dengan kencang dan menamparnya.
"Aaakh.." Lalice kemudian merespon sambil mencengkram kaus Bobby dan berakhir dia membuka kaus itu. "Daniel? Bodyguard bokap." Dan Lalice akhirnya merangkak turun dan membuka resleting jeans yang dipakai Bobby dan menarik turun celana jeansnya. Bahkan dia bisa melihat gundukan besar di tengah boxer hitam yang dipakai Bobby..
Setelah melepas boxer itu, Lalice bisa melihat apa yang ada didalamnya. Sebuah 'sosis' jumbo dan berurat, bahkan itu terlihat makin keren dengan roti sobek yang dipunya Bobby.
"Love what you see?" Smirk Bobby
"Not yet. Till I know how great its feel inside me." Kata Lalice sambil menjilat bibirnya dan memainkan si sosis jumbo itu dengan jari-jari dan jempolnya.
"Fuck! Just taste it, Honey.. and you will know how great I am."
Lalice lalu mulai mengecup ujungnya dan semakin lama semakin menghisap semakin dalam. Dia bahkan bisa melihat ekspresi keenakan dari Bobby yang sekarang menutup matanya dengan lengan kanan.
Lidahnya melata mengelilingi daging berurat itu, menghisap, menarik, merasakan urat disekelilingnya, bahkan tangan Lalice memijat twins ball dibawahnya.
"Uuuhmmm.. yeah baby... oh my god, i love your mouth.." kata Bobby sambil sedikit menjambak rambut Lalice agar semakin memasukan kebanggannya kedalam mulutnya. Dari semua yang pernah merasakan milik Bobby, hanya Lalice yang bisa membuatnya seenak ini.
Bukannya malah kesakitan, Lalice malah makin semangat menghisap dan mengeluar masukan kebanggan Bobby itu kedalam mulutnya. Bahkan dia bisa merasakan Bobby ijut menaik turunkan pantatnya untuk memingkatkan ritme dan Lalice merasa sosis jumbo itu seakan mengajak mulutnya bercinta.

KAMU SEDANG MEMBACA
Mabes 34 (Babe's Squad)
General Fiction7 bocah ganteng dan kehidupan kos serta kampusnya. iKON fanfiction yang dibubuhi rasa lokal. Sedikit fusion antara iKON dengan kekorean yang ditambah dengan sedikit bumbu tradisional. -Untuk masakan fusion, jangan sampai ada 1 rasa dominan. Harus sa...