•Part 1 •

69 9 1
                                    


Setahun Kemudian...

Pagi yang cukup cerah menemani langkah Mingyu keluar rumah. Hari ini tepat setahun Seulgi nuna pergi meninggalkan Mingyu dan dunia. Ya, Seulgi nuna adalah cinta pertama Mingyu sekaligus tetangga Mingyu. Sudah setahun ini setelah kepergian Seulgi nuna rumah mode minimalis itu kosong. Tn. dan Ny. Jeon memutuskan untuk menenangkan diri sejenak dan pergi ke luar negeri ke tempat kerabatnya.

Selama setahun itu pula Mingyu selalu menyapa rumah keluarga Jeon tersebut. Mingyu berhenti ketika berada di depan rumah tersebut, "Selamat pagi Seulgi nuna, sudah setahun ini kau disana. Aku merindukanmu" monolog Mingyu pada rumah tersebut. Setelah itu dia bergegas melajukan motornya untuk menuju kampusnya.

Sesampainya dikampus, Mingyu segera memarkirkan motornya dan segera masuk ke gedung jurusannya. Namun langkahnya terhenti ketika seseorang menepuk bahunya, " woyy bro!!". Mingyu seketika langsung berbalik, "anjir lu kuda" umpat Mingyu. Seokmin – seseorang yang dipanggil kuda- sahabat Mingyu itupun Cuma nyengir seperti kuda. "santai dong bro! wkwk btw, udah setahun nih. Lu harusnya udah move on" cerocos Seokmin. Mingyu tampak berpikir sebentar dan menghela nafas, "iye bro, kayaknya gue harus move on. Lu bantuin gue kek" ucap mingyu. "Tenang bro, gue siap bantuin lu ngeaudisi cewek bohay dan uke manis buat lu" ucap Seokmin sambil mengangkat ibu jarinya. Mendengar itu Mingyu hanya tertawa dan itu membuat Seokmin tertawa juga. Mereka saling bercanda sampai mereka masuk kelas untuk mengikuti kuliah.

Senja menjelang petang saat Mingyu tiba dirumah setelah selesai kuliah. Dia segera memasukkan motornya ke dalam bagasi. Matanya tak sengaja menatap rumah keluarga Jeon dan ia membelalak. Dia sempat bengong menatap rumah tersebut menyala dan seperti ada kehidupan didalamnya. Setelah sadar Mingyu langsung berbalik dan segera masuk ke dalam rumahnya. Ia tidak sabar ingin bertanya pada ibunya, "Ibu.. ibu... ibu..." teriak Mingyu mencari-cari ibunya. Wanita paruh baya yang merasa terpanggil itu pun segera keluar dari dapur dan menghampiri anak sulungnya tersebut, "aigoo Mingyu-ya ada apa kamu datang-datang berteriak seperti itu?" Tanya Ny. Kim pada anaknya itu. Mingyu segera menghampiri ibunya, "ibu, apakah keluarga Jeon telah kembali?" Tanya Mingyu to the point. Mendengar pertanyaan anaknya tersebut Ny. Kim tersenyum, "iya benar, keluarga Jeon telah kembali. Dan nanti kita akan mengunjunginya setelah Woojin dan ayahmu pulang" jawab Ny.Kim. "istirahatlah dahulu, setelah itu bersiap untuk mengunjungi mereka" lanjut Ny. Kim. Mendengar perintah ibunya itu Mingyu langsung menampakkan senyum lebarnya hingga gigi taringnya terlihat. Dia segera bergegas menuju kamarnya.

Sesampainya di kamar, Mingyu menutup pintu kamarnya dan segera melempar tasnya ke atas meja belajarnya. Dia berjalan kea rah jendela kamarnya yang kebetulan menghadap jendela kamar dari Seulgi nuna. Dari jendela kamarnya Mingyu dapat dengan jelas melihat kamar Seulgi nuna yang telah terang benderang seperti dulu. "Andaikan aku bisa melihatmu seperti dulu lagi nuna..." gumam Mingyu. Tak berapa lama dia melihat seseorang di dalam kamar Seulgi nuna. Mingyu yang penasaran lalu mendekatkan penglihatan agar bisa mengenali sosok itu dengan jelas. Tapi betapa kagetnya saat sosok itu menatapnya dari balik jendela kamar Seulgi nuna. Mata mingyu membelalak, wajah dan tubuhnya terasa kaku dan tak percaya dengan apa yang dia lihat.

Tidak mungkin... Seulgi nuna... kau kembali? – Kim Mingyu

Tbc

Hai readernim...

Maaf kalo ceritanya ga nyambung, aneh, bisa ketebak, atau ada typo

Namanya juga baru pertama kali nulis kekekekekeke

Ga bosen-bosen nih minta vomment nya

Yang paling penting komennya dri readernim agar tulisan ini dapat lebih baik lagi hehe

Please comment juseyooo :)

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Apr 27, 2018 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

GUILTY (Meanie)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang