Hwangffe

12 0 0
                                    

"Terimakasih Soo Yeon-ah.....kau sudah bekerja keras" kata seorang lelaki kepada seorang gadis yang dipanggilnya Soo Yeon.

Min Soo Yeon gadis 24 tahun dengan tinggi sekitar 160cm dengan berat badan yang tidak dapat dikatakan kurus namun juga tidak dapat dikatakan gendut, apron motif kotak-kotak yang dipakainya terlihat cocok dibadannya. Rambut lurus sebahu miliknya dikuncir kuda membuat wajahnya terlihat manis dan mata besarnya membuatnya tidak seperti mata orang Korea Selatan pada umumnya.

"Anda juga sudah bekerja keras.....hati-hati di jalan sajangnim" kata Soo Yeon sambil tersenyum, lelaki yang diajak bicaranya merupakan pemilik cafe tempat ia bekerja dan sedang bersiap-siap untuk pulang.

"Kau yang hati-hati ini sudah lewat jam 10....atau kalau kau mau, kau boleh ikut mobilku" kata lelaki tersebut, Soo Yeon tersenyum dan melambaikan tangannya.

"Aku tidak apa-apa....aku bisa naik bis, sajangnim pulang duluan saja, lagipula masih ada yang harus aku kerjakan" kata Soo Yeon.

"Baiklah sampai besok Soo Yeon-ah"

Dilihatnya pemilik cafe sudah masuk kedalam mobilnya, kemudian Soo Yeon melanjutkan membereskan piring serta cangkir kopi pelanggan cafe. Hari memang sudah larut malam, tetapi suasana kota Seoul masih dipadati orang-orang yang berlalu lalang. Entah itu pegawai kantoran yang baru pulang lembur maupun wisatawan yang sedang menikmati keindahan suasana malam kota Seoul.

Soo Yeon bekerja di sebuah cafe bernama "Hwangffe" yang khusus menjual aneka minuman kopi dan cupcakes. Setelah selesai mencuci piring, Soo Yeon kemudian mengambil trashbag untuk dibuang ditempat sampah yang ada disamping cafe. Ketika hendak membuang sampah, samar-samar ia melihat diujung tembok cafe seorang lelaki terkapar. Soo Yeon dengan memberanikan diri menghampiri lelaki tersebut.

"Maaf....kau tidak apa-apa? Kau bisa mendengarku?" kata Soo Yeon sambil menggoyangkan pundak lelaki itu.

Dilihatnya lelaki itu masih memakai seragam sekolah yang ternyata dekat cafe tempat Soo Yeon bekerja itu sambil memegangi perutnya. Lelaki dengan tinggi badan kurang lebih 175 cm dan badan kurusnya itu tampak lemas dan menghembuskan nafasnya sambil menahan sakit.

"Aahhh" lelaki itu mulai sadar dan menggerakkan badannya. Soo Yeon membantunya untuk duduk besender di tembok.

"Kau bisa liat ini angka berapa?" tanya Soo Yeon sambil menggoyangkan dua jarinya memastikan dia baik-baik saja.

"2" jawabnya dengan suara lirih.

"Huuuhh....baguslah ayo aku bantu berdiri dan obati lukamu" lelaki itu mengangguk dan mencoba berdiri dengan bantuan Soo Yeon.

Setelah sampai didalam cafe  Soo Yeon bisa melihat wajah lelaki itu lebam dan ada goresan diujung bibirnya. Soo Yeon segera membuka kulkas untuk mengeluarkan es batu dan meletakkannya didalam mangkuk besar yang sudah diisi air.

"Kau bisa mengompres matamu dengan ini" kata Soo Yeon sambil memberikan kain yang sudah direndam didalam mangkuk air es. Lelaki itu menerima kain sambil menekan-nekannya ke luka lebam di wajahnya dan sesekali melihat Soo Yeon yang kembali membuka sebuah lemari untuk mengeluarkan kotak obat dan membawanya dihadapannya.

"Aigoo....bukan begitu caranya....Bae Ji Won-ssi" kata Soo Yeon sambil mengambil kembali kain lap yang ada ditangan lelaki itu dan sekilas melihat nametag di seragamnya. Lelaki bernama Ji Won itu hanya menurut dan membiarkan Soo Yeon membersihkan luka diwajahnya.

"Panggil Ji Won saja.....Min Soo Yeon-ssi" kata lelaki itu, giliran Soo Yeon yang tersenyum mendengarnya karena lelaki itu pasti juga melihat nametag yang ada di apron-nya.

"Heemm...baiklah panggil aku Soo Yeon noona saja" kata Soo Yeon.

"Iya" kata Ji Won yang kemudian terdiam.

"Waahh....mukamu kecil sekali Ji Won, aku jadi iri" kata Soo Yeon mencairkan suasana.

"Ehhm....noona tidak tanya kenapa aku begini?" tanya Ji Won yang masih memperhatikan Soo Yeon mengobati lukanya.

" Haruskah?.....bukannya anak seusiamu memang harusnya berkelahi?"

"Hah?" Ji Won yang mendengar kata-kata Soo Yeon hanya bisa menaikkan sebelah bibirnya dan memutar bola matanya karena bingung.

" Hahaha....ya aku juga pernah seusiamu, memang berkelahi itu tidak baik, tapi kalau memang dengan berkelahi kau jadi bisa bersikap dewasa kenapa tidak? Kau juga harusnya tau setelah berkelahi apa yang kau dapatkan, apakah itu solusi dari masalahmu atau hanya sekedar pelampiasan masalah tanpa tahu apa yang akan kau lakukan selanjutnya. Tapi yang kutahu berkelahi hanya bisa menjadi pelampiasan tanpa penyelesaian" kata Soo Yeon sambil berjalan mengembalikan kotak obat.

Ji Won hanya bisa terdiam mendengar kata-kata Soo Yeon yang terasa benar baginya.

Kruuuyuuuuk

Terdengar sebuah suara dari dalam perut, JinWon yang merasa pemilik perut kelaparan itu hanya bisa menunduk malu ketika Soo Yeon melihatnya sambil tersenyum. Kemudian dengan segera Soo Yeon membuatkan ramyeon untuk Ji Won. Tak lama berselang ramyeon yang masih hangat itu ia berikan kepada Ji Won.

"Makan lah....hanya ada itu disini"

"Ini saja sudah cukup....terimakasih noona" kata Ji Won. Setelah terdiam cukup lama Ji Won memberanikan diri untuk bertanya pada Soo Yeon.

"Noona....kenapa noona baik padaku? Padahal tadi bisa saja noona meninggalkanku?"

"Heemm....memang harusnya tadi kau kutinggalkan saja, hahahha" kata Soo Yeon yang lagi-lagi membuat Ji Won tersenyum. Dilihatnya gadis yang lima tahun lebih tua darinya itu tampak seperti anak kecil dengan rambutnya yang dikuncir.

"Sudahlah....lagipula kalau tidak ku tolong pasti kau tidak bisa pulang ke rumah....sudah malam, cepat pulang orang tuamu pasti menunggu" kata Soo Yeon sambil membereskan panci ramyeon yang sudah kosong.

" Noona tidak pulang?"

"Aku akan pulang, kau duluan saja....ah sepertinya diluar hujan, Ji Won kau pakai saja payungku, nanti biar aku pakai payung yang ada disini" kata Soo Yeon sambil menyerahkan payung yang ia ambil di tasnya. Lagi-lagi Ji Won hanya terdiam melihat semua perhatian yang diberikan Soo Yeon kepadanya.

"Kalau begitu aku pulang dulu noona....terimakasih untuk semuanya" kata Ji Won sambil menunduk sopan. Soo Yeon melambaikan tangannya ketika Ji Won sudah mulai berjalan keluar dari cafe.

" Hwangffe"

Ji Won membaca papan didepan cafe, sekilas dirinya menoleh kembali kebelakang dan melihat Soo Yeon yang masih sibuk membereskan cafe. Ji Won hanya tersenyum dan melangkah perlahan meninggalkan cafe.

-----------

Yuuuppp jangan lupa ya vote dan comment ❤️❤️❤️❤️

Makasih yang udah mau baca 😍😍😍

You Are The Cupcakes of My EyesTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang