🆎
"kau masih memikirkannya?"
hanya gelengan kepala dan juga helaan nafas yang di terima oleh irene. Ia tau bahwa saat ini yoongi masih memikirkan tentang perjodohan yang sangat tidak disangka-sangka itu. Tapi tidakkah seharusnya yoongi bahagia, karena kekasihnya. Park jimin, tidak jadi dijodohkan oleh kakak cantiknya.
"yoongi hanya menghawatirkan seulgi noona, dia bel —"
"dia sudah besar. Sekarng tidurlah, noona akan mencarinya"
Irene memotong ucapan yoongi begitu saja. Membantu si bungsu merebahkan dirinya diatas ranjang, menyelimuti yoongi hingga menutupi seluruh tubuhnya. "Tidur yang nyenyak" Irene mengelus sayang rambut hitam dari yoongi.
Irene yang melihat yoongi yang mencoba untuk memejamkan matanya pun tersenyum, yoongi dan seulgi itu berbeda. Jika yoongi menurut dengan perkataannya, maka seulgi adalah yang sebaliknya. Memastikan bahwa yoongi sudah benar-benar akan tertidur, irene pun memilih untuk meninggalkan kamar sang adik. Belum sampai pada ambang pintu, langkah irene kembali terhenti disaat mendengar yoongi yang berbicara dengan nada lembutnya . "Terima kasih kau sudah merawatku noona" irene hanya membalas yoongi dengan senyuman yang jelas terukir pada wajah cantik wanita itu.
Are We ?
"Kau dimana?"
"Apa masalahmu?"
"Segera pulang sebelum aku menyeretmu dari tempat itu"
Pip.
Seulgi memandang datar layar ponselnya. Datar, wajahnya cantiknya selalu terlihat datar, namun hatinya yang tidak ada datarnya.
seulgi membatin dengan kesal disaat perkataan dari irene yang sangat membuatnya semakin membenci wanita itu. Dia sama sekali tidak memperdulikan perkataan irene, bukti yang terlihat saat ini ia malah dengan santainya menyandarkan diri pada punggung kursi tersebut.
saat ini seulgi sedang berada di salah satu club malam diKota Seoul, bukan untuk bersenang-senang, melainkan wanita itu hanya ingin memulihkan sejenak pikirannya.
"Kakek akan menjodohkan seulgi dengan anak paman jungsoo"
Perkataan itu terus menghantuinya. Bagaimana bisa seulgi menikah dengan namja yang sama sekali tidak disukai olehnya, lagipula apa hal kakek min menjodohkannya dengan namja idiot itu. Idiot bukan berarti dia bodoh, seulgi tau bagaimana itu park jimin.
Karena tahukah kalian jimin adalah adik kelas dari seulgi dijaman sekolah dulu. Seulgi menjadi wanita populer pada jamannya, dan sangat digilai oleh park jimin. Ia sering mengirim seulgi berbagai macam jenis kertas warna-warni, dengan tulisan yang selalu sama seulgi noona maukah kau menjadi kekasihku. Jika saja seulgi tidak memiliki hati nurani, maka ia pasti sudah membunuh pemuda itu. Jimin itu pintar, tapi sepertinya dia tidak memiliki urat malu, jika sudah berhadapan dengan seseorang yang ia cintai.
Mungkin jika gadis lain pasti sudah berteriak histeris dan dengan mudahnya menerima jimin. Tapi seulgi berbeda, ia tidak menyuka namja yang seperti jimin, ia menyukai seorang pria yang mempunyai kepribadian misterius. Seperti namja yang tidak suka menunjukkan rasa sayangnya secara terang-terangan. Aneh memang, tapi seulgi menyukai pemuda yang seperti itu, tidak dengan jimin.
"Kau kesini karena tau aku berpacaran dengan adikmu atau karena kau terlalu bahagia ternyata takdir menyatukan kita?"
Suara menggoda dari seorang namja membuat seulgi menolehkan wajahnya, seulgi melihat senyuman licik saat ini jelas terlihat dari pemuda itu. "Apa kau tidak punya malu?" balas seulgi dengan mengepalkan telapak tangannya menahan emosi yang saat ini sudah meluap. Seulgi masih dalam rasa kesalnya terhadap irene, dan saat ini pemuda yang menjijikkan ini ada dihadapanna. Ayolah itu semakin membuat moodnya hancur.
KAMU SEDANG MEMBACA
Are We? ■ MinYoon
Kurzgeschichten"Aku tau kau menyayanginya" "Aku memang menyayanginya yoongi segalanya untukku." UkeYoongi SemeJimin
