K A C- AWW

17 3 2
                                        

Kacau.

"An, kamu harus ke aula sekarang an, gawatt". Seseoarang mengagetkan Anna ketika ia baru saja memasuki kelasnya.

"Kenapa zah? Pengumuman SNMPTN udah keluar zah?" tanya anna dengan wajah penasaran

"Bukan bukan an bukan, Arga sama citra an, mereka lagi berantem" lanjut azizah yang tak lain adalah sahabat Anna.

"Hubungannya sama gue??"

"Dengerin gue dulu. Citra sama Arga lagi berantam an, dan yang buat mereka berantam itu lo, gara-gara lo seminggu ini sering ketemu arga, yang gue dengar sih gitu an, makanya lo harus konfirmasi semuanya, lo taulah si citra itu kan an. gue gak mau aja nanti semuanya jadi kacau. " perempuan itu mulai panik dan meninggikan nada suaranya

"Aduh za, enggak deh, semua orang disekolah ini tau kalo gue sama arga itu, kita temenankan sejak SD. Apa yang harus gue khawatirin coba zah, toh gak mungkin gue sama arga ada apa-apa." Balas anna tak perduli sambil membuka buku catatannya.

____________

Jam-jam dimana penderitaannya dimulai.

"Lo mau makan paan zah?"

"Nasi goreng kayanya an,sama es cincau nih pengen gue"

"Oke biar gue pesenin"

BRAKKK

Anna terjatuh sekaligus tersiram bakso kuah. Ia merasakan kepalanya begitu panas dan mendidih. Ia ingin menangis, tetapi saat ini semua mata tertuju kepadanya.

"Gimana? Enak bukan? Gue denger dari arga, lo suka bakso ya? Ayo kutip ini semua dan makan. Dasar perempuan nggak tau diri. Selain suka bakso, bitch kayak lo juga suka ngerebut pacar orang ternyata" Peremupan itu menyemburkan sumpah serapah kepada anna.

Ya, anna sudah yakin citra akan mengganggu ia setelah itu. Dan seperti itulah selanjutnya yang dialami anna. Hari-hari terakhir nya di SMA hanya penuh dengan tatapan menjijikan dari orang-orang. Penuh dengan hinaan atas apa yang terjadi antara dirinya dengan arga, nggak ada satu haripun yang ia lewati tanpa bully dan caci maki dari citra dan kawan kawan.

****

"An, gue mau ngomong sama lo, seriously."

Anna melirik kesekitar, memastikan bahwa perpustakaan tempat ia sekarang tidak dikunjungi oleh citra dkk.

"Ngomomg aja ga" ana melanjutkan menatap layar laptopnya sembari mengerjakan tugas. "Tapi pastiin apa yang bakalan lo omongin berfaedah."

"Kenapa lo jadi cuek banget kegue an? oke, an gue minta maaf soal citra, itu diluar kendali gue . Dan gue terpaksa ngomong gitu ke semua orang, gue nggak mau citra berpikir buruk ke gue. Tapi an, ini Cuma sementara aja kok. gue bakal cari jalan keluar supaya gue sama citra putus, dan kita bakal sam-sama lagi an, plis maafin gue ya" arga menarik nafas panjang.

Anna tidak membalas perkataan arga, ia hanya fokus pada laptopnya. Ingin rasanya ia menangis mendengar perkataan arga, benar-benar menjijikan.

Oh tuhan

Tidak

"Gue udah maafin lo sama citra kok ga, terlebih gue bersyukur atas apa yang udah terjadi. gue jadi paham dan bisa nilai mana yang layak untuk jadi teman. Inikan jadi pelajaran banget ke gue ntar pas gue masuk kuliah, ya gue harus selektif banget milih teman. gue yang harusnya berterimakasih kekalian. Apa yang terjadi kemaren emang benar-benar membuka mata gue betapa gue memang sebodoh itu." Anna menatap arga dengan senyum tipis dan tulusnya. Seolah memberi tau kepadanya, bahwa ia baik-baik saja.

"An, kita masih bisa kaya dulu lagi kan? lo maafin gue kan an? gue bakal mutusin citra an, malam ini rencananya, lo nggak bakalan secuek ini lagi ke gue kan an. plis an" mohon arga.

Anna tertawa. Lalu ia menatap arga dengan penuh kalkulasi. "gue emang maafin lo ga, tapi sorry aja, gue gabutuh teman kaya lo lagi." Menarik nafas, lalu anna melanjutkan. "Ya saran gue, lo harus syukuri apa yang udah lo dapetin sekarang. Citra itu sesuai sama tipe lo kan, ga? gue pikir kalian emang cocok sih. lo orang terpintar seSMA, disandingin sama orang tercantik seSMA. Cocok kok. Yaudah syukuri aja."

"An, lo mungkin boleh aja bilang kaya gitu, tapi sama apa yang gue rasain apa lo bisa semengerti itu. Kita temenan bahkan sebelum sekolah dasar an. masa lo nggak paham sama gue an."

****

Arga Rajapana Razab

An, gue kerumah ya.

Anna Lubnarinjani

Ngapain?

Arga Rajapana Razab

Kangen.

Anna Lubnarinjani

Sorry, gue lg bimbel.

Arga Rajapana Razab

gue jemput, sekalian kita jalan bentar. gw jg lagi mau bahas soal UN nih sama lo

Anna Lubnarinjani

Sorry gue gbsa.

Arga Rajapana Razab

Kenapa?

An.

Kenapa sih an.

An plis.

Sekalian kita bahsa citra dan coba perbaiki apa yg udh kita rusakin an.

An, lo kaya gini makin bikin gue frustasi sumpah.

Anna Lubnarinjani

Sbb

Kan udh gue bilang.

Gue tuh lg bimbel. Lonya ngeyel.

Arga Rajapana Razab

Aku jemput ya?

Otw nih

Anna Lubnarinjani

Gausah.

Anna mematikan data selulernya sebelum membaca chat terakhir dari Arga, lalu melanjutkan membahas soal SBM-PTN dan soal-soal ujian masuk perguruan tinggi lainnya. Ia kembali menghidupkan ponselnya saat ternyata ada pesan masuk dari ayahnya.

Papa

Na, pulang bimbel jgn lupa singgah di tempat martabak mang woles ya, papa titip.

Anna bergegas keluar kelas ketika melihat jam di tangannya menunjukkan pukul setengah enam. Ia berjalan menuju gerbang dan mencari kendaraan umum menuju arah rumahnya. Ketika hendak naik, tangannya ditarik oleh seseorang.

"Aduh, woy lepasin" anna kaget ternyata orang itu adalah arga, "Kenapa narik-narik tangan gue segala sih"

"Pulang bareng gue aja, ayok naik"

Anna mengikuti langkah arga. "Kita makan dulu ya an, gue laper banget nih." Arga berbelok kesebuah tempat makan, dan memarkirkan motornya.

"Sorry ga, gue pulang naik angkot aja, soalnya papa dari tadi udah nelponin suru balik cepat" anna membuka helm dan menyerahkannya kepada arga.

"An, oke gue antar."

"Gue bilang gausah ya gausah, kenapa ngotot banget sih. gue tu gamau lo anterin kenapa gitu aja nggak ngerti sih" ana menaikan nadanya dengan nada keras, nada yang tak pernah arga dengar sebelumnya. Jantung arga berdebar kencang, semarah itukah anna kepadanya. 12 tahun berteman dekat dengan anna, ia tak pernah sekalipun mendengar anna semarah itu, ia sadar bahwa kemarahan Anna benar-benar real marah kepadanya. Anna berjalan kejalanan sambil menunggu lewatnya angkutan umum.


{}

A/N 

cuma mau bilang bahwa bisa saja in gantung, bisa juga bahkan lebih cepat selesai. karna apa ya? tepatnya karena aku tidak mampu atau lebih kasarnya lagi, KADANG SUKA MALES BUAT NULIIISSSSS

IMOGIRIWhere stories live. Discover now