Keesokannya, Melody mendapatkan tugas biologi yang sangat susah. Melody sudah bertanya kepada teman sekelasnya, tetapi tidak ada yang bisa menjawabnya. Akirnya Ia bertanya kepada Alex.
'Siapa tahu Alex bisa membantuku..'
Sepulang sekolah Melody berjalan menuju kelas Alex.
"Lex, kamu bisa bantu aku hari ini gak?" tanyanya
"Ya pastinya aku bisalahh.. apa yang gak bisa buat teman sejak kecilku ini. Cie ciee.." Goda Alex sambil tersenyum
"Ihh.. apaan sih kamu.. Nih tugasnya" jawab Melody sambil tersipu malu
"Duh , materi ini yaaa. Kayaknya aku gak punya bukunya. Seingatku buku yang bahas materi itu ada di perpustakaan kota"
"Trus maksudmu??"
"Kuy kesana hehehe "
" yaudah, ayo kesana"
Saat perjalanan menuju perpustakaan, mereka saling bercerita tentang keadaan kelas masing-masing. Perjalanannya cukup jauh dari sekolah sampai perpustakaan kota.
Tiba-tiba turun hujan... akhirnya mereka memilih untuk berteduh sebentar. Mereka menunggu hujan itu sampai reda, tetapi hujan tak kunjung reda.
"Lex, gimana nihh.. hujan gak berhenti-henti juga. Padahal perpustakaannya tutup jam 4"
"oh iya aku baru inget. Duh ini juga udah jam 3 lagi"
"padahal tugas itu, harus dikumpulin besok juga."
"hmmm.. yaudah kita harus kesana sekarang juga. Nih, jaketku kamu pakai aja mel."
Melody terdiam sejenak.. tik tok tik tok---
"heh mel, mau gak?? kalo gamau yaudah aku pakai lagi.."
"yaudah pakai aja jaket lu, aku kuat kok."
"Idih sok kuat nih yee.. gak kok aku tadi canda doang, santai dong kalo jawab. Nih, jaketku dipakai yaa" Alex sambil tersenyum
"halah, gak usah lex... Ayo lex" melody menolak jaket alex kemudian dia berjalan cepat
Alex mengikuti Melody dengan cepat, dan alex menutupi melody dengan jaketnya.
Melody merasa sungkan dengan Alex karena dari kecil Alex selalu membantunya.
'yaampun anak ini baik banget sih, aku harus gimana nih sekarang.. payungi segala kayak udah pacaran aja wkwk' melody baper sendiri
"makasih lex"
"iya sama-sama"
"ngapain sih kamu payungi aku segala?"
"kan aku cowok, jadi harus lindungi cewek dong."
"kayak di film romance gitu yaa.. upss apaan sihh"
"tuh kamu tau kan kalo cowok yang lindungi. emang bener kok katamu tadi wkwk"
"eh bener yang mana nih?"
"dih pakai tanya segala.. ya yang itu lah, udah jelas kok."
"yang jelas dong lex kalo ngomong."
"udahalah santai aja kakak.. nanti bakal tau sendiri kok wkwk.. udahlah ayo cepet!"
Kemudian mereka berjalan cepat menuju perpustakaan.
Sesampainya di perpustakaan, alex mencari buku tentang biologi sedangkan melody malah mencari buku tentang musik. Alex sudah menemukan buku itu, tetapi ia malah kehilangan melody. Ia mencari melody ke setiap sudut perpustakaan.
"Hih mel, aku cariin ternyata kamu ada disini.. kamu kok tambah nyari buku partitur sihh. Padahal yang kamu butuhin buku ini." Gerutu alex dengan menunjukan buku yang ia temukan
"ya biarin aja, aku juga ingin nambah refrensi tau." Jawab melo dengan santai
"tapi yang penting biologi dulu, mel. kamu itu jangan mentingin hobby mu aja, kamu tuh masih butuh pelajaran lain, agar nillai mu seimbang. Ihh, kamu dari kecil sifatnya tetep aja gak berubah." tutur alex dengan kesal
"iya iya aku tahu kakak. kakak yang sangat baik di dunia"
Alex selalu perhatian kepada Melody, tetapi Melo terkadang malah menghiraukan Alex. Entah mengapa perhatian itu muncul dalam diri Alex.
KAMU SEDANG MEMBACA
Science & Music
Teen FictionPersahabatan sejati antara putra dari pemilik perusahaan ternama dan putri dari pegawai perusahaan tersebut. Namanya Alex dan Melody. Mereka berteman sejak kecil, kebetulan juga rumah mereka berdekatan. Mereka setiap harinya selalu bermain bersama...
