Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Taehyung menatap matahari yang mulai memancarkan sinar keoranyean. Ia sengaja membolos pelajaran terakhir, ia ingin menikmati kebebasan semunya.
"Oh, disini rupanya."
Suara yang sudah sangat ia hafal tak membuatnya menoleh. Meskipun Jimin audah duduk di sampingnya, Taehyung justru sibuk memandangi padang lavender yang tak jauh darinya.
"Maaf."
Satu ucapan dari Jimin mampu membuat hatinya nyeri entah kenapa. Taehyung tetap diam, membiarkan Jimin berkutat dengan pikirannya.
Taehyung hanya lelah. Ia hanya ingin bebas sebentar saja sebelum kembali ke kehidupan yang sebenarnya.
"Aku tak tau kalau kau marah soal Ramyeon tadi.."
Spontan tawa Taehyung meledak, ia lepas. Jimin mengernyit. Kenapa Alien satu ini?
"Kau mengira aku marah karena Ramyeon siang tadi? Lucu sekali, Park."
Meskipun kesal, tapi Jimin senang Taehyung bisa berekspresi seperti ini. Ia khawatir sejak kemarin Taehyung pendiam dan murung, bahkan sampai bertengkar dengannya karena berebut Ramyeon di Kantin.
"Aku tidak marah. Hanya ingin menjadi anak nakal sebentar saja." ungkap Taehyung, kini wajah sumringahnya sudah kembali dan menjadi Taehyung yang sebenarnya.
Jimin ikut tersenyum, namun matanya membulat saat ada goresan luka di lengan kanan Taehyung. Jangan bilang Alien ini menyakiti dirinya sendiri!
"Tae, tanganmu.. Kenapa?"
Taehyung yang sadar cepat-cepat menyembunyikannya. Ia bodoh dengan membuka lengan kemejanya, berharap luka itu cepat kering.
"Kemarikan!" perintah Jimin tegas dan menarik tangan sahabatnya itu. Menyingkap lengan kemejanya lalu meniup luka itu perlahan.
"Gwaenchana (tidak apa-apa)" Taehyung berujar lirih dan berusaha menarik kembali tangannya. Ia tak mungkin mengatakan bahwa luka itu ada karena Yujin mencambuknya tadi pagi.