Haruno sakura, Berjalan anggun di rumah sakit Senju's At hospital. Rumah sakit milik neneknya.
Saat dia melangkah, semua mata memandang ke arahnya, baik itu dokter, perawat, pasien ataupun orang orang yang berlalu lalang di rumah sakit.
Mereka semua terpukau, mengagumi kecantikan alami sang perempuan bermarga Haruno ini.
Dengan rambut pink sepunggung yang bergelombang berayun ayun saat dia berjalan, wajahnya sangat cantik, dengan emerland yang bersinar meneduhkan , hidung mancung nan mungil dan bibir tipis yang merah menggoda.
Kulitnya yang putih bersih terlihat kontras dengan Dress hijau apple selutut yang agak ketat memperlihatkan lekukan lekukan menggoda namun sayang ditutupi blouse cream, tapi entah mengapa membuat gadis ini semakin mem pesona.
Belum lagi bunyi klotak kletok high hels yang senada dengan warna blousenya beradu di lantai.suaranya bagai irama yang turut menyertai langkah sakura.
Sakura berhenti di ruangan bertuliskan Kepala Rumah Sakit. Dan segera membuka pintu berdaun dua itu tanpa mengutuknya terlebih dahulu.
Wanita seksi berambut kuning yang berada di dalam ruangan itu langsung menoleh melihat siapa yang lancang membuka pintu.
"Wah! Kebiasaanmu memang tak pernah berubah yah sakura" ujar wanita tersebut sambil menyeringai.
Sakura mengangkat bahu dan memilih duduk di sofa dengan tenang. Kaki kanan ya di angkat lalu tempatkan di atas kaki kiri seolah menantang wanita seksi tadi.
"Apa yang kulewatkan selama 5 tahun ini? Dimana gadis polos yang dulu kulihat? " tanya wanita itu lagi.
Sakura tersenyum miring.
"Ah! Mungkin sudah hilang" sarkatiknya.Senju tsunade tertawa garing, dia kemudian berdiri dari kursi kebesarannya dan berjalan ke arah sakura yang memandangnya bingung.
Dia membuka kedua tangan nya yang tadi bersidekap.
"Apa tak ada pelukan rindu untukku hey! Bocah!"Sakura tersenyum. Dengan cepat dia berdiri dan merengkuh tubuh wanita itu erat. Matanya terpejam berusaha menikmati pelukan yang hilang selama 5 tahun terakhir ini.
Tsunade hanya menggeleng sambil mengelus rambut sakura lembut.
"Kau tau, nenek! Aku sangat merindukanmu tau!" Bisik sakura.
Tsunade mendecih.
"Hey! Tadi kau bilang apa? KAU tidak lihat wajah cntikku ini? Tidak ada kesan tua sama sekali""Oh yah,? Tapi 45 tahun sudah tidak muda lagi kan?"
"Hey diam kau bocah!"
Sakura tertawa. Dia melepas pelukanya dari tsunade dan duduk kembali dengan tenang. Tsunade mengikutinya duduk namun di sofa tunggal.
"Jadi sakura! Kudengar kau sudah lulus sarjana ke 2 dan mendapat gelar-"
"M.psi !" Potong sakura sambil tersenyum bangga.
Tsunade mendengus,
"Bagaimana kau bisa lulus dengan cepat? Apa ada bumbu bumbu kecurangan disana""Hey! Aku mendapatkan nya karna aku pintar tau!"
"Wah sepintar apa gadis berambut pink ini"
"Diam kau nenek!" Seru sakura sambil mengepalkan tangan di udara.
Tsunade tertawa. Yah. Sakura memang seperti itu jika di jahili ataupun di singgung. Bocah itu memang tidak berubah. Hanya wajah dewasa yang kian memukau lah yang berubah dari gadis itu. Hm jangan lupakan bentuk tubuhnya.
"Kau terlihat seperti bocah!"

KAMU SEDANG MEMBACA
I'm Psikologi
FanfictionHaruno sakura, seorang psikologi di klinik terkenal konoha. ingin tahu keseharian seorang ahli psikolog yang cantik nan pintar?