Siang itu, di rumah Azmi. Azmi sedang main game di Handphone nya, tiba tiba adiknya datang.
Dek Rara: "Mas Azmii.."
Azmi: "Hmm.."
Dek Rara: "Mas.."
Azmi: "Hmm.."
Dek Rara: "Mas Azmii...!!!!!"
Azmi: "Apa sih dek, sakit nih telinga mas.."
Dek Rara: "Mas Azmi sih Dek Rara panggil cuma Hmm.. Hmm.. Ajah, kayak mau nyanyi Deen Assalam.."
Azmi: "Killa Hadil Ard..."
Dek Rara: "Yeehh malah lanjut,, mas Azmi mah, Rara nangis nih.."
Azmi: "Eh jangan jangan, nanti mas di omelin Umi lagi,, Hehe.. Emang ada apa sih dek Rara comell..??"
Dek Rara: "Ajarin Rara gambar dong Mas" sambil menyodorkan pensil warna dan buku gambar.
Azmi: "Tapi mas Azmi gak bisa gambar dek"
Dek Rara: "Bohong, itu gambar yang di pajang di dinding gambarnya siapa?" sambil menunjuk sebuah lukisan bergambar pemandangan yang di pajang di kamar Azmi.
Azmi: "Itu mah bukan gambarnya Mas"
Dek Rara: "Trus gambar siapa?"
Azmi: "Gambarnya orang lain"
Dek Rara: "Tapi kok di pajangnya di kamar Mas Azmi, berarti itu gambarnya mas"
Azmi: "Bukan, itu Dapet beli, yang gambar itu penjualnya, trus Mas beli, buat di pajang"
Dek Rara: "Rara gak percaya"
Azmi: "Harus percaya"
Dek Rara: "Pokoknya Ajarin Rara biar bisa gambar kayak mas Azmi"
Azmi: "Minta sama mas Nauval Aja" Azmi pun kembali bermain game lagi, Dek Rara pun mengambil HP Azmi.
Azmi: "Iih.. Sini kembaliin HP nya Dek"
Dek Rara: "Gak mau, Mas Azmi Ajarin Rara gambar dulu, baru Rara kembaliin"
Azmi: "Iya deh, iya deh.."
Dek Rara: "Yeaahh..." dek Rara bersorak gembira.
Azmi mulai menggambar gunung.
Dek Rara: "Kok gambarnya jelek sih mas? Ngga kayak di pajangan itu".
Azmi: " Yaah.. Kan udah mas Bilang, itu gambar orang, bukan bikinnya Mas"
Dek Rara: "Yaah gimana sih Mas Azmi, gak bisa di andalin, Rara cari mas Nauval ajah"
Azmi: "Dari tadi di bilangin, aku gak bisa gambar, eh.. Tetep ngeyel, dasar anak kecil"
Dek Rara: "Jangan panggil aku anak kecil mas Azmi.. Aku udah gede"
Azmi: "Terserah Deh.."
....
Di rumah Aban...
Aban sedang tiduran sambil nonton TV, tiba tiba adiknya (Nurul) datang. (Nurul adalah adik aban satu satunya, umurnya baru 7 tahun)
Nurul: "Kak jalan jalan yuk, naik motor"
Aban: "Males ah, panas"
Nurul: "Iih.. Kakak.. Kan kak Aban jarang ada di rumah, sekali kali mah jalan jalan sama Adek"
Aban: "Nanti Aja dek, sore, kalo udah Adem"
Nurul: "Nurul maunya sekarang"
Aban: "Ya udah kamu sendiri aja yang jalan jalan, nih konci nya" (sambil menyodorkan kunci motor).
Nurul: "Nurul kan gak bisa naik motor kakak"
Aban: "Eh iya ya.. Udah lah nanti sore ajah, males sekarang mh Panas, nanti kulit kakak jadi item"
Nurul: "Emang udah item"
Aban: "Yaa item manis"
Nurul: "Ya udah makannya panas panasan lagi, biar nambah item, nambah manis"
Aban: "Tapi, Kakak gak mau lebih manis lagi, nanti Diabetes"
Nurul: "Diabetes tuh apa kak?"
Aban: "Mm.. Lupa"
Nurul: "Yaah.. Gimana sih kakak,, udah ah.. Ayooo.."
Aban: "Gak mau sekarang mah, kakak mau nyantai dulu, nanti sore ajah"
Nurul: "Pokoknya sekarang!!, aku kasih tau umi nih"
Aban: "Eeh.. Jangan jangan, nanti kakak di marahi"
Nurul: "Nah tuh"
Aban: "Iya deh, Ayo"
Nurul: "Gitu dong, Yang baik sama adek tuh.."
Aban: "Bisa aja ngancemnya.. Bisa ngga sih kalo ngancem nggak pake Umi"😑
Nurul: " Nggak bisa.. Hehe.."
Dengan terpaksa Aban menuruti kemauan adiknya itu.
.......
Di Rumah Ahkam..
Ahkam sedang mencuci motor di depan rumah, di temani adiknya Ahsan. Dia ini suka bertanya tentang segala hal dan terkadang itu yang membuat Ahkam jengkel padanya. (Ahkam punya dua orang adik, Ahsan yang berumur 9 tahun dan Aliya yang masih berumur 1 tahun)
Ahsan: "Kak, Kakak Balik ke pondoknya masih lama kan?"
Ahkam: "Iya"
Ahsan: "Kapan kak?"
Ahkam: "Bulan depan"
Ahsan: "Aku mau ikut mondok boleh?"
Ahkam: "Yaa nanti kalo kamu udah lulus SD"
Ahsan: "Kenapa ngga boleh sekarang?"
Ahkam: "Yaa nanggung, kamu udah kelas 4 SD, 2tahun lagi juga lulus"
Ahsan: "Di pondok itu enak ngga sh kak?"
Ahkam: "Enak"
Ahsan: "Kenapa enak?"
Ahkam: "Yaa enak, banyak temen"
Ahsan: "Sebanyak apa?
Ahkam: " Banyak Banget"
Ahsan: "Ada berapa"
Ahkam: "Yaa nggak tau lah emang kakak ngitungin semua anak yang mondok di situ." Ahkam mulai kesal.
Ahsan: "Di pondok ada sekolahnya ngga kak?"
Ahkam: "Ada!"
Ahsan: "Sekolah apa?"
Ahkam: "Sekolah formal sama Madrasah"
Ahsan: "Sekolah formal itu apa kak?"
Ahkam: "(hadeeh.. Harusnya aku ngga nyebut istilah..) yaa kayak sekolah SD, SMP gitu"
Ahsan: "Ooh.. SD namanya SD apa kak?"
Ahkam: "Nggak tau"
Ahsan: "Ada gurunya ngga kak?"
Ahkam: "Yaa ada lah.. Namanya juga sekolah, yaa ada gurunya, emang mau di ajarin siapa kalo ngga ada guru?.."
Ahsan: "Gurunya Baik apa Galak?"
Ahkam: "Nggak tau"
Ahsan: "Kok nggak tau sih, sebenernya kakak mondok apa nggak?"
Ahkam: "Heehh.. (Astagfirullah Haladzim.. Kuatkan hambamu yaa Allah..) Ada yang baik ada yang Tegas"
Ahsan: "Kalo belajar suka marah marah nggak gurunya?"
Ahkam: "Kadang marah, kadang nggak"
Ahsan: "Kakak pernah di marahi guru?"
Ahkam: "Pernah"
Ahsan: "Kayak gimana?"
Ahkam: "Lupa"
Ahsan: "Yaah kakak kalo di tanya lupa terus"
Ahkam: "Serah kamu laah dek.. Cape aku jawabnya"
Ahsan: "Kak, di pondok itu ada kamar mandinya nggak?"
Ahkam: "Ya ada laah.. Kalo ngga ada, mau mandi di mana?"
Ahsan: "Yaa kirain di sungai"
Ahkam: "Kamu aja sana mandi di sungai"
Ahsan: "Kak"
Ahkam: "Apa lagi sih.."
Ahsan: "Di pondok itu.."
Ahkam: "Sstt.. Udah deh.. Udah.. Jangan tanya tanya terus, pusing nih kakak"
Ahsan: "Kakak Pusing?
Ahkam: "Sakit perut!" Ahkam pun pergi meninggal kan adiknya.
Ahsan: "Tadi katanya Pusing, ko sekarang sakit perut? Kakak.. Pusing apa sakit perut..?"
Ahkam: "Terserah kamu, kakak mau tidur!"
-----------
ini cerita fiksi, jadi nama tokohnya ngarang .. Seperti adiknya Aban dan Ahkam,, maaf jika tidak sesuai dengan kenyataannya.
Hari ini cerita nya garing. Maaf yaa temen temen.. Soalnya aku lg gak mood terus nulisnya, dan ide pun tak melintas melintas di otakku.. Yaa jadi lah begini. Ceritanya garing😞
Udah lama ngga Update, sekalinya Update, malah garing..
IsyaAllah.. Part part berikutnya aku akan lebih semangat lagi nulisnya, jangan bosen bosen,, terus Support yaa.. Karena support dari kalian lah yang bikin aku semangat buat nulis.
Wassalamu'alaikum...
KAMU SEDANG MEMBACA
Cerita 3A
Короткий рассказCerpen bersambung tentang Azmi, Aban, dan Ahkam,, Tapi ini bukan kisah nyata mereka yaa..
