faiz pov :
" assalamualaikum gus*, "sapaan santri-santri nya abah menyapaku, aku hanya tersenyum balik menyapa dan mengalihkan pandangan, dan mereka pun kembali berbisik-bisik yang sempat kudengar
"kira-kira ning siapa yang beruntung mendapatkan hati gus faiz ya" bisikan itu sempat kudengar selintas,
aku bukan tipe orang yang mudah jatuh hati, semenjak masih SMP dan SMA aku tak suka pada mereka yang terang-terangan mengejar ku, kalo diingat selalu saja ada surat yang dititiipkan teman-teman untuk ku, tapi aku tak pernah merespon, bukan berarti aku tak pernah jatuh Cinta, ya aku pernah suka pada Naimah, gadis pendiam di SMA, karena diam nya dan tidak kebanyakan tingkah, tapi aku ingat pesan ummi
"belajar yang sungguh-sungguh nak, agar bermanfaat untuk ummat, jaga hatimu selalu,"
pesan ummi padaku saat mulai beranjak masuk SMU,
dan kabar yg kudengar saat pulang dari Mesir dia telah menikah dan memiliki anak, beruntung di Mesir aku memfokuskan diri menyelesaikan study, dan segera kembalidan hati ku kembali dibuat penasaran dengan si mata biru, beberapa hari aku memikirkan nya, seorang wanita yang bercadar buatku dia istimewa, karena dia menjaga kecantikan, untuk yang halal saja, dan aku menghormati mereka, tapi mata biru itu membuatku jatuh hati, ah...... sekali lagi rintik embun itu mulai muncul didalam hati, menenangkan
"mohon maaf gus, ditunggu kyai di mobil"
rahman salah satu santri abah mengingatkan aku,
hari ini aku mau mengantar abah dan ummik cek kesehatan di klinik"astaghfirullah, baik saya segera kesana"
dan aku pun segera berlari menuju mobil,
"sudah siap bah? " tanya ku"sudah faiz" jawab abah duduk disebelahku
"ke dokter biasanya ya ummi?" tanyaku sambil menyetir
"iya nak, ke dokter Salim aja"
jawab ummi dibelakangsepulang dari klinik, di tengah perjalanan menuju rumah
"bah, itu kayak bu rahma yang berdiri di pinggir jalan ya" kata ummi memberitahu
"yang mana mik? " tanya abah
"itu bah, yang pake baju coklat, faiz kamu minggir dulu ya"
kata ummi"baik mik" aku meminggirkan mobil dideket bu rahma yang sedang berdiri, seperti menunggu seseorang, ummi turun
" bu rahma, dari mana? kok sendiri, ?" tanya ummi menghampiri
"Masha Allah bu nyai," sapa bu rahma sambil bersalaman dan menyapa abah dengan menganguk dan tersenyum
"baru dari pasar bu nyai, nunggu dijemput anak saya ini" jawabnya
"oh, bareng saya aja bu, rumah kita searah hayuk silahkan " ajak ummi
"terima kasih bu nyai, terima kasih, tapi saya tunggu aja" tolak halus bu Rahma
" gak papa bu, mari sama-sama, daripada nunggu sendirian " kata abah dari dalam mobil
"terima kasih pak kyai," tolak bu rahma,
sesaat kemudian scoopy ungu dan wanita yang bercadar itu datang,
" ini bu nyai, anak saya sudah datang" kata bu rahma,
wanita bercadar itu turun dari motornya dan mencium tangan ummi, dan mengangguk menyapa abah
ah ada perasaan hangat pada hatiku sambil terus mengamatinya" ini anak ke 3 saya bu nyai, Amanda namanya" kata bu rahma memperkenalkan
...oh Amanda namanya, nama yang cantik... gumanku
"Masha Allah nak, kamu cantik, koq gak pernah tau ya saya bu"
tanya ummi memandang suka pada Amanda, dan bisa kulihat senyum di mata nya, lalu ia menunduk, aku tak berhenti melihatnya
" iya Amanda kost di kota bu nyai, dan sekarang sudah tugas akhir dan pulang dirumah" jawab bu rahma
" oh ini toh yang kuliah di kota itu, ya sudah saya duluan kalo gitu ya bu" kata ummi
"iya bu nyai, terima kasih ya bu nyai dan pak kyai" kata bu rahma tersenyum
"sama-sama, bu rahma juga hati-hati ya" kata ummi
"assalamualaikum " ummi menuju kembali ke mobil
"wa'alaikumsalam bu nyai" jawab bu rahma dan amanda
" ayo nak" kata ummi
" iya mi" jawabku kembali menyetir dengan senyum an
" oh jadi itu anak gadis bu rahma mik" tanya abah
"iya bah, cantik ya, matanya itu loh Bagus, dan bercadar pula" jawab ummi bercerita
" gak cantik gimana mik, orang ayahnya blasteran " kata abah
" blasteran??" aku ikut buka suara sambil nyetir
" iya, almarhum suami bu rahma itu campuran ukraina dan inggris, " jawab abah
" koq abah tau? "
tanya ummi
aku ikut mendengar sambil menggumam, oh pantes mata biru yang unik" iya, Ammar, anak bu rahma pernah cerita pas abah tanya-tanya di masjid pas selesai sholat" jawab abah
" hmm... pantes ya bah, anaknya liat matanya aja cantik loh" kata ummi
dan aku setuju dengan pernyataan ummi,
mata birunya itu mengembun dalam hati,
...Ya Allah saya mengagumi nya...

KAMU SEDANG MEMBACA
Dia....
SpiritualAbdurahman Faiz, seorang pemuda, putra kyai yang jatuh hati pada Amanda seorang muslimah bercadar, aktivis dakwah muslimah, lalu bagaimana Faiz menjaga hati nya dari godaan yang dia jaga hingga halal,