masihh saja aku berjalan menuju gerbang. tpi aku berbalik arah ketika aku mengingat surat edaran yg guru berikan tadi tidak berada digenggamanku,hanya ada gadget saja.
aku melewati pekarangan belakang sekolah,sengaja aku tidak melewati lorong,karna aku rasa masih ada abg kelas disitu. lalu aku berjalan menaiki tangga,dan mengambil surat itu dibawah meja ku,saat aku melewati kelas 10 Mld tibatiba trdengar suara handphone berbunyi,aku tidak terlalu menghiraukann karna aku kira ada siswa/siswi yg masih berada dikelas itu. setelah setengah tangga sudah aku turuni handphone itu masih berbunyiii.. apa jangan2.?
lalu aku berjalan kembali menuju kelas 10 mld. yaapp benar saja dugaanku,sebuah handphone terletak begitu saja diatas kursi. saat aku menuju kursi itu tbatba suara dimas memanggilku dari arah tangga. tnpa berfikir lama langsung saja ku ambil handphone itu d aa memasukan kedalam saku celanaku ,siapa tau besok org yg punya hp ini akan menyari kembali,itu pasti.
lalu setelah aku menuruni tangga ternyata kawan2 ku sudah menunggu. "bro,lama banget,kita cari dari tadi, udah ditunggu juga masih lama bgt" kata salah satu dari temanku. aku hanya membalasnya dengan senyuman lebar . lalu kami berjalan menuju parkiran mobil yg ada di depan. yaa, begitulah, sebenarnya aku biasa2 saja,bahkan aku tdk mau sekolah membawa mobil,itu karna tadi ayahku pergi keluar kota,,jd tadi pagi yg nganterin aku deh..
sesampai dirumah,tanpa lama2 aku langsung mengganti baju karna gerah sekali. ada sesuatu yg mengganjal di saku celanaku.. astaga,hp ini? aku hampir saja lupa.
karna aku penasaran siapa pemilik android ini,jadi aku buka saja tentang pemiliknyaa.. dan Ohh ternyata....
*bobby part*
setelah aku dan putri kembali kesekolah kita melihat tidak ada hp yg tertinggal disitu. "coba deh put kamu ingat2 lagi,dimana kamu letakkan hp mu itu?teledor bgt jadi cewe sih" lalu putri tidak membalas omongan ku tadi,dia hanya duduk sambil melipat tangan dan menundukan kepalanya. "aku baru saja membeli hp itu 2 minggu yg lalu,massa hilangnya cepet bgt" katanya sambil berjalan menuju luar kelas.
setelah itu kita pulang. saat dijalan aku sudah mencoba menghibur dia,ya dia sempat tersenyum,tetapi bersedih lagi. "aku tau perasaan kamu gimana,kamu udh nabung kan selaamaa 3 bulan utk dapetin hp itu? kalau aku bisa bantu pasti udah aku bantu dari tadi,hanya saja mungkin ini teguran dari Tuhan, agar kamu tidak teledor lagi,jangan sedih gtu dong,jelek tau ga" kataku sambil mengedipkan mata ku lewat laca spion, lalu putri hanya membalas lewat senyuman manis. "yaudh deh bob,ggp kok. mungkin bukan rezeki juga,hehe" balasnya sambil memegang bahuku. rasanya bukan putri kalau dia bersedih terus,karna yg aku kenal adalah putri yg ceria.
*putri part"
setelah kejadian ini aku mencoba mengikhlaskan, huhh siapa suruh teledor.
setelah boby sampai mengantar ku dirumah, dia tersenyum dan berkata "jangan sedih ya put,jelek nanti. yasudah aku duluan ya" aku hanya mengangguk dan memasuki balkon rumahku .
aku takut mama marah kalau hp ku hilang,lebih baik aku simpan saja rahasia ini.
"assalamualaikum" ucapku lalu duduk di sofa,tidak ada orang dirumah,mungkin mama pergi,ayah kerja. biasanya kalau mama pergi pasti sms,hemm yasudah lah tak apa.
saat aku menuju kamar dan keluar setelah melukar baju kaos tibatiba "assalamualaikum" sepertinya ada tamu,ucapku didalam hati.
"waalaikum salam" lalu aku membuka pintu dan ohh... tamu yg tidak terduga "Rizal?ngapain kamu kesini?Kok kamu tau rumah aku? " tanya ku penasaran,rizal tdak menjawab, "yasudah,masuk lah,aku hampir lupa mempersilahkan kamu masuk" kataku sambil membuka pintu dgn lebar.
lalu rizal duduk dan berkata "sebenarnya aku kesini mau antar ini,ini punya kamu kan?" katanya sambil mengeluarkan sesuatu dari saku nya. "tadi pas aku mau ambil surat edaran yg tertinggal dikelas,aku tidak sengaja melihat handphone ini berdering dan tergeletak di kursi,lalu setelah aku sampai dirumah,aku membuka hp itu dan melihat alamat pemiliknya,dan ternyata itu kamu" lalu aku mendekatinya dan mengambil sesuatu itu,yaaa haha itu hp ku.
"ya ampun,makasih ya zal,aku gatau harus berterima kasih bagaimana lagi, hp ini aku dpt kan dengan kerja kerasku" lalu menangis terharu. tibatiba sentuhan lembut dari jemarinya menghapus air mataku disela sela pipiku. "jangan nangis dong,kamu itu cantik kalau senyum.sebenarnya nangis juga cantik sih,tapi aku lebbih suka kalau kamu senyum" katanya sambil menggodaku. "haha apaan deh kamu zal,btw makasih ya sekali lagi" lalu tersenyum.
setelah itu,mataku bertemu dengan matanyaa,kita bertatapan lama sekali.. dagdigdugg. suara dari detak jantungku.
"sorry,aku harus pulang put,aku harus jaga rumah,soalnya dirumah gaada siapa2" lalu berdiri dan berjalan menuju pintu. "hatihati ya zal,makasih ya" ucapku sambil melambaikan tangan. lalu ia tersenyum dan memasuki mobil sport nya berwarna hitam.
*rizal part*
setelah aku dijalan menuju pulang,kok rasanya ada yg berbeda? kenapa jantung ini ga berhenti berdebar keras sedari tadi? ada apa ini? lalu aku berhenti sejenak,tibatiba saja fikiranku tertuju pada seorang gadis, ya siapa sangka,gadis itu putri, gadis yg baru beberapa jam yg lalu aku berkenalan dengannya.kenapa aku jadi ingin lebih tau banyak ttg nya? huh untung saja tadi aku sempat mengambil pin bbm nya dari hp nya itu. jadi aku bisa berkomunikasi kapan pun dengan dia.
lanjutku menyetir mobil, saat lampu merah aku melihat ada seorang wanita sedang kebingungan,setelah lampu hijau,aku langsung saja mendatangi wanita itu. "ada yg bisa dibantu?" tanyaku sambil menuruni mobil. ya benar saja dugaanku,wanita ini sedang kesulitan karna ban motornya bocor . "ini mas,ban motor saya bocor,disini gaada bengkel" lalu aku mendekatinya dan mencoba mengeluarkan sesuatu dari bagasi mobilku, ya itu ban cadangan dari motor ku yg baru saja aku beli semalam. gpp deh,aku bantuin aja ni cewe,kasian juga siang hari gini dia sendiri mncari bantuan tidak ada.
"yg mana yg bocor? sini biar aku yg tambal?" lanjutku dengan wajah yg meyakinkan . "memangg lo bisa? yasudah kalau benar2 bisa" katanya lalu duduk dia trotoar yg ada disamping motornya. setelah sekitar 15 menit,akhirnya selesai, dan aku berhasil membantu wanita ini.. "udah siap ya? aduhh jadi ngerepotin" katanya sambil berdiri mendekatiku.. "sudah nih,aku pulang deh kalau gtu ya" lalu dia menghalang dan menjululurkan tangannya "aku dian,kamu siapa?" lalu aku tersenyum dan menjulurkan tangan ku juga "aku rizal" "oh iya,aku kira tadi kamu oom2 jadi aku panggil mas deh,hehe maaf ya" katanya lagi sambil tersenyum . "hehe aku masih kelas 10 kok,masih muda dan cakep gini,haha" kataku sambil bercanda.
"oh ya?sama dong,aku juga masih kelas 10,yasudah terima kasih ya zal udh nolongin aku".
"iya sama2,aku duluan ya" lalu pergi meninggalkan dian.
setelah Aku sampai dirumah,tibatiba ada yg menghidupkan musik jazz dibelakang rumah, ohh bik diah, dia adalah pegawai rumah tangga yg bekerja dirumah ku. "ehh den rizal,aduh maaf ya bibi udh ganggu,musiknya keras bgt ya suaranya?maaf den" lalu mengecilkan volumenya "bik,dari mana aja? kok tadi waktu izal pulang sekolah bibi gaada sih?" tanyaku kpd bik diah. "maaf den,tadi bibik main dirumah tetanggaa,habisnya bosen dirumah terus,hehe."
yabegitulah bik diah. huhh,aku hanya menarik dan mengeluarkan nafas. aku berjalan menuju kamarku yg berada dilantai 2. sesampai dikamar aku hanya bisa tersenyumm, kenapa kalau deket putri itu rasanya nyaman? padahal aku baru saja mengenalnya? apa mungkin ini yg namanya cinta? aku belum pernah merasakan hal ini sebelumnya,karna memang aku tidak pernah jatuh cinta. dulu waktu SMP begitu bnyak wanita yg mengejarku, hanya saja tak ada satupun dari mereka yg aku kagumi,aku berfikir bahwa semua wanita itu sama,centil,mentel,bnyak gaya dan lain2 deh. tapi beda hal nya dengan putri, sejak pertama kita tabrakan ditangga aja aku udah tau bahwa putri itu beda dari yg lain, apalagi saat kita berjalan melewati lorong sekolah, utk melihatku saja dia ragu2, anehh kan? itu yg aku suka dari dia, wajahnya yg manis,hidungnya yg mancung,bulu matanya yg lentik,tidak ketinggalan dengan gingsul yg menghiasi ketika dia tersenyumm.. ahh Putri,wajah mu mengalihkan duniaku..
disisi lain putri juga melakukan hal yg sama seperti rizal..
*putri part*
sampai sekarang aku belum bisa melepas fikiran ku tentang rizal. oh Tuhan, apa mungkin aku jatuh cinta yg kedua kali didalam hidupku? ini yg aku takutkan, sampai sekarang belum ada yg bisa menggantikan ahmad dihatiku. ini terkesan konyol,yahh tapi yg terjadi memang begini.
cara rizal berbicaara,cara dia menatapku dengan lembut,caranya mengggodaku, senyumnya,bibir mungilnya, rambutnya,badannya.. semuanya hampir mirip dengan ahmad,hanya saja yg membedakan adalah lesung pipi yg dimiliki rizal,sedangkan ahmad tidak memiliki itu..
Oh Rizal,wajahmu ingatkan aku...
Next besok;')
KAMU SEDANG MEMBACA
cinta sesaat
RomanceAku masih tidak tahu sampai kapan rasa ini berdiam di hatiku,aku sempat kecewa dan pasrah menerima kenyataan,bahwa cinta yg ku alami hanya sesaat,oh Tuhann..
