Back !

34 0 0
                                        

sekitar setengah jam kita berada di ruangan itu,pengap banget,udara yang masuk hanya sedikit.Ruangan nya udah tua,kayak semacam gudang gitu,tapi sebagian masih ada disimpan barang2 kaya buku atau dokumen bekas.

"din,gue ga tahan disini,pengap,gue punya penyakit ga bisa kalau lama2 ditempat kaya gini" lalu dino mengajak gue utk bersembunyi dibelakang meja-meja yg udah tua dan lapuk.

"kebiasaan deh lo,gue yg baru kenal sma lo aja gue bingung pakai bgt, kadang-kadang baik,kadang juga anehh" lalu gue menatapnya, dino hanya mengangkat satu alisnya.

"lo liat siapa yg dtg?" lalu gue melihat perlahan "itu kan kaka osis?,ngapain coba mereka kesini?"

"husst,diem.lo liat aja nnti,ga usah bawel pleasee" lalu menutup mulut gue,fikirnya mungkin supaya gue ga nyerocos mulu.

"din,pleasee..lepasin gue" sambil membuka tangannya.

"sorry put"

*dino part*

gue masih duduk di bawah meja tua, bareng putri.

kita takut ketahuan.

gue ngelihat putri, muka nya panik banget,apalagi katanya dia punya penyakit.

"put?lo yakin lo gpapa?" tanya gue,lalu dia menoleh "gkpapa lah,kenapa sih?anehh bgt"

"kata nya tadi lo punya penyakit?"

"hmmm" gumamnya yg membuat gue tambah penasaran,nih anak beneran ga sih punya penyakit?

"gue mau jujur din,sebenarnya gue ga punya penyakit apa-apa,haha peacee" lalu tersenyum.

nih anak kalau senyum aja cantik,coba aja ga jutek,gue yakin dia bisa jadi primadona disekolah ini.

"yaelahh,lo kerker banget!"

"kurker?apaantuh?" air mukanya menjadi bingung+penasaran.

"kurang kerjaan dodol! lo sih,pake bhongin gue segala,gue kan khawatir kali" lalu putri berdiri.

"woyy,gila lo itu mas-,"

"apaa? udah dari tadi keluar,lo sih ngajak gue ngomong mele,gak sadar kan jadinya?"lalu dia keluar,disusul gue dari belakang.

"lo mau kemana put?" tanya gue lalu menahan nya.

"mau ke kelas lah,ngapain disini? udah terlalu lama,ntar guru curiga lagi"

"ahh elah lo ga seru bgt put"

"kenapa?lo masih mau ya duduk di tempat gelap bareng gue? terus lo masih mau kan bilangin gue cantik,hati-hati lohh,bisa jatuh cinta nanti,haha" lalu putri tertawa mengejek.

"hadehh,ngapain juga ya gue suka sama adk kelas yg jutek kaya lo,pleasee.. kaya udah ga ada cewe lain aja disekolah ini" lalu gue memutar kan mata.

"yakin lo? kan tadi lo yg bilang,kalau gue paling cantik disekolah ini? iyakan? udah lah jujur aja,muna lo!"lalu putri tertawa lagi.

"haha gak dengg,masih ada kok adk.kelas yg cantik juga" sambil mencubit pinggang putri.

"nakal lo ihh,jijik gue. dasar anak anehh!" lanjutnyaa lalu tertawa.

"ehh tunggu,lo kan abg kelas gue? tpi gue gaada ya manggil lo dengan sebutan abg?haha ya ga mungkin lah,lo sih ga cocok dipanggil abg" lalu dia berjalan melewati gue.

"put,sialan lo! lo emg gatau sopan santun kali" kata-kata gue tadi membuat dia berbalik arah. sekarang kita berhadapan,putri mengeluarkan lidahnya dan menyipitkan matanya.

"Haha Childish banget lo!"

lalu dia tertawa,lagi dan lagi.

"biarin aja gue childish,lagian gue juga belum jadi anak remaja yg sempurna,wkwk,yaudah deh,gue masuk kelas dulu.bye abg kelas akueh eang gantengg cekalehh,muahh.haha" lalu sambil memberikan kishbye.

cinta sesaatTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang