"Jika dalam cinta kau mainkan sebuah drama, maka kelak kau harus siap untuk menjadi pemeran utama yang dimainkan oleh karma.."
- Kim Jaejoong -
"Cinta yang tulus adalah ketika kamu bisa menyimpan namanya di hatimu dan menjaganya sepenuh hati.."
- Ju...
Warning Saya menggunakan nama para tokoh hanya untuk kepentingan ff ini saja. Dan tidak berhubungan dengan real life mereka. Terima kasih atas pengertiannya 🙏
Noted. Yang di cetak tebal dan miring gambaran masa lalu
# #
Kediaman Kim
Hari minggu.. Yunho sudah menunggu Jaejoong di depan kediaman Kim. Menunggu kekasihnya turun dari kamarnya.
Mereka akan datang ke acara reuni Yunho dengan sahabatnya sekaligus menyambut kepulangan Changmin dan Yoochun.
Sementara Yunho menunggu, Jaejoong mematut dirinya di cermin.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Melihat pantulan dirinya di cermin, Jaejoong jadi tersenyum ketika mengingat ucapan Junsu tentangnya.
"Si itik buruk rupa telah menjelma menjadi angsa yang menawan.."
Haruskah Jaejoong bangga atau sedih mengingat jika dia di nilai hanya karena tampilannya.
"Wow.. Sexy.." komentar Sooyoung saat melihat penampilan adiknya.
"Kau mencat rambutmu menjadi pirang, Joongie.." pekik Yuri heboh.
Jaejoong hanya terkekeh menatap kakak-kakak perempuannya.
"Jika Eomma dan Appa melihat penampilanmu, magnae.. Maka kupastikan kau tak akan boleh melangkahkan kaki keluar sedikit pun.." seru heboh Yoona.
Jaejoong menatap kakak-kakaknya dengan pandangan memelas andalannya.
"Dan Noona-noona tidak akan mengadukan bukan?" pinta Jaejoong.
Sooyoung, Yoona dan Yuri terkekeh kemudian mengangguk.
"Tentu saja tidak, magnae.." seru Sooyoung.
"Aigoo.. Noona terbaik!" seru Jaejoong lalu memeluk Sooyoung.