Sebuah angkutan kota menepi tepat di depan gerbang sebuah sekolah. Seseorang turun dari kendaraan tersebut, dari seragam yang dikenakannya dapat diketahui dia merupakan salah satu siswi di SMA itu.
Gadis itu adalah Keyra Agatha, teman-teman terdekatnya dulu biasa memanggilanya Ara. Dan ini adalah hari pertamanya menjadi bagian dari sekolah itu.
Ara menatap gerbang besar di hadapannya sebelum melangkahkan kaki memasukinya. Tak sengaja matanya menangkap sosok pemuda berseragam senada dengannya tak jauh dari posisinya saat ini berdiri. Ia kemudian menatap jam tangannya menyadari sebentar lagi gerbang sekolahan itu akan tertutup namun pemuda tersebut seperti enggan beranjak dari tempatnya bersandar di sisi tembok gerbang sekolahan mereka.
"hei.." sapa Ara
Ara tau bukan saatnya bertindak heroik namun apa salahnya bersikap ramah membuka tali keakraban dengan seseorang mengingat ia tak memiliki satu kenalanpun di sekolah itu, lagipula dari tampangnya sepertinya pemuda itu siswa baik-baik.
"hei....kamu...."
Pemuda yang di sapa oleh Ara seolah tak mendengar atau mungkin tidak menyadari sapaan itu ditujukan padanya. Dengan sedikit keberanian Ara memutuskan menghampiri pemuda itu, tidak terlalu dekat hanya dalam jangkauan yang dia perkirakan suaranya akan sampai ke indra pendengar pemuda berseragam itu.
"hei.... gerbangnya akan segera ditutup, kamu tidak akan masuk?... hei"
Akhirnya pemuda itu menoleh dengan ragu dia menatap sekilas pada Ara lalu melihat ke arah sekitarnya, tak ada siapa-siapa di situ selain dirinya
"k...kamu memanggilku" ujar pemuda itu nampak ragu, lalu kembali ia melihat di sekitarnya tak ada siapa-siapa
"iya kamu, siapa lagi" Ara memperjelas
"...." Pemuda itu tak menjawab ia hanya menatap Ara dengan pandangan was-was, seperti tak yakin.
Derit terali baja yang bergeser menandakan gerbang akan segera ditutup membuat perhatian Ara teralihkan, ia merasa kesal seperti dipermainkan oleh pemuda itu "kamu nggak akan masuk, gerbangnya akan ditutup....ayo!" ajaknya sekali lagi
Tetap tak ada jawaban, pemuda itu semakin menatap Ara lebih dalam ia sampai memiringkan kepalanya, berusaha menemukan sesuatu yang salah pada diri gadis di hadapannya.
Kriieeeeet~~~~
"oh shit. whatever.." umpat Ara kesal, gerbangnya telah tertutup dan siap untuk digembok oleh satpam penjaganya
"pak, tunggu pak jangan ditutup dulu!!" pinta Ara pada satpam itu, kemudian mempercepat langkahnya meninggalkan pemuda tolol itu
"aduh neng, besok-besok hadir lebih cepat lagi, lima belas menit sebelum gerbang dikunci" ucap pria berbadan tegap itu sambil kembali melebarkan daun gerbang untuk memudahkan Ara menyusup ke dalamnya.
"iya. iya pak. maaf" ucap Ara
"murid baru ya??" tanya pria itu, setelah Ara berada di dalam lingkungan sekolah
"iya pak" jawab Ara
"buku tata tertibnya dibaca, dan diingat baik-baik...." satpam itu menasehati Ara
"hm. iya pak"
"sudah sana cari kelasmu!"
Sebelum melangkah Ara menyempatkan memandang ke arah luar, masih terlihat jelas olehnya sosok pemuda tadi dengan posisi yang sama dan tatapan yang sama. Ia menarik nafas kasar kemudian beranjak menuju ke arah deretan gedung-gedung kelas.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

KAMU SEDANG MEMBACA
Dear Ghost
Teen FictionPertemuan Ara dengan seorang pemuda yang belakangan diketahuinya bernama Arya di hari pertama dirinya sebagai siswa baru mungkin hanya sebuah kebetulan. Kebetulan yang akhirnya mengikat mereka dalam sebuah takdir....