I

8 2 0
                                    


Hari itu Ara melewatkan jam pelajaran pertama karena masih harus berurusan dengan bagian data sekolah barunya, sejam awal ia habiskan dalam ruangan yang dipenuhi perangkat komputer. Kepindahannya yang mendadak membuat semua file data dirinya harus diakses secara online dari sekolah lamanya. Kira-kira hampir sebulan yang lalu ibunya memasukan permohonan kepindahan Ara ke sekolah itu. Setelah mendapat persetujuan, barulah Ara datang membawa dirinya sendiri memasuki sekolah barunya itu.

Dan ia sangat tidak ingin membahas alasan kepindahannya, itu mengapa dia betah berlama-lama di ruang itu walau tak banyak yang dapat dilakukan ketimbang berada di ruang kepala sekolah dengan segudang pertanyaan yang ditujukan untuknya. Dan pertanyaan utama yang dihindarinya yaitu mengapa dihari pertamanya di sekolah itu tak ada satu orangpun dari orangtuanya yang mengantarkan dirinya. Bukan karena tak memiliki orang tua hanya saja segudang permasalahan keluarganya yang tak ingin ia jadikan konsumsi untuk orang lain.

Mengingat pengalaman buruknya tadi pagi bertemu pemuda arogan nan sombong, pada saat memasuki jam makan siang ia lebih memilih menyendiri dan menolak bersosial dengan makan di kantin sekolah. Ara menikmati bekal yang dibuatnya sendiri tadi pagi, di satu sudut taman sekolah beratap yang jarang di lalui oleh siswa... sangat tenang, namun

'uhuk-uhuk'....

Ara tiba-tiba tersedak makanannya, sontak dirinya kaget menyadari sosok pemuda yang duduk membelakanginya di sebuah bangku panjang di hadapannya adalah pemuda yang ditemuinya di gerbang tadi pagi.

Pemuda itu berbalik, ia pun sama kagetnya menemukan dirinya duduk berderetan dengan gadis aneh yang ditemuinya tadi pagi.

"kamu lagi..." ketus Ara

"kamu..... mengikutiku?" tanya pemuda itu menyelidik

"aku??.....untuk apa. tunggu, aku tau kamu pasti anak yang punya sekolah ini, bisa masuk dan keluar sesuka hati. iyakan??" tebak Ara

Pemuda itu terlihat kesal, lalu memilih mengabaikan pertanyaan Ara dan beranjak pergi dari tempat itu.

"eh. tunggu tunggu" Ara bergegas merapikan bekal makanan yang belum habis dimakannya, menyimpan dalam tasnya lalu mengejar pemuda itu

"hei. kamu anak kelas berapa? aku baru di sini. maaf kalau aku lancang" ucap Ara berusaha berdamai "aku Keyra. kamu bisa panggil aku Ara" gadis itu mengulurkan tangannya dan pemuda yang disusulnya itu hanya menatap sekilas pada uluran tangan Ara lalu kembali melangkah

"kamu Arya kan??" tak putus asa, Ara terus melancarkan usahanya. Menurutnya ada yang aneh pada pemuda itu, ia seperti antisosial dan Ara ingin menjadikannya teman. Pemuda antisosial dan gadis tak berkawan mungkin akan jadi perpaduan yang cocok

"kamu tau namaku??" tanya pemuda itu sepertinya tak suka

"iya. nametag  kamu" Ara menunjuk ke arah tulisan yang terbordir pada kemeja pemuda itu.. "kamu kelas berapa? apa kita setingkat? atau kamu kakak kelasku...?"

Teeeeeeet~~~

Bersamaan dengan itu bel tanda masuk untuk pelajaran berikutnya berbunyi. Ara mendesah "ah baiklah. kamu bisa menjawabnya nanti....sampai ketemu lagi" Ara berlari kecil meninggalkan pemuda bernama Arya itu.

Arya tak mengalihkan pandangannya pada gadis bersurai panjang kelam yang hilang di balik pintu sebuah ruangan...

"Ara.." gumamnya kemudian seperti memikirkan sesuatu hal

~~~~~~~~~

Ara memasuki ruang Laboratorium, pelajaran pertama yang akan diikutinya hari ini adalah Biologi.  Menurut jadwal hari ini akan diadakan praktek. Ia masuk bersamaan dengan siswa lainnya, sebagian menatap aneh terhadapnya dan sebagian lagi tidak peduli. Ketika berada di dalam ia disambut oleh guru pembimbing kegiatan praktek tersebut.

"ok class...., attention please " insterupi guru tersebut menenangkan kelas "this is  Keyra Agatha, you new freind in this class. oke Keyra, introduce yourself please.."

kemudian Ara menyampaikan asal dirinya, asal sekolahnya, serta alamatnya saat ini...., tak ada yang bertanya sebahagian kecil siswa mungkin memperhatikannya sedang sebagiannya lagi lebih tertarik mengamati bahan-bahan praktikum mereka hari ini. Ara merasa dirinya berada di kelas yang penghuninya sebagian besar adalah penggila belajar, para calon-calon doktor dan profesor.

"Keyra, you can adjust and join a group in the right back corner...." arahan ibu guru tersebut

Ara berjalan mengikuti arah yang ditunjuk oleh gurunya kemudian bergabung bersama mereka. Setidaknya teman-teman barunya dalam anggota kelompok itu tidak semenyebalkan Arya, walau mereka terlihat kaku akan kehadiran Ara di antara mereka.

Saat kegiatan praktikum Ara membuat sedikit kekacauan kecil, pertama tanpa sengaja ia melepaskan belalang yang akan menjadi produk utama dalam praktikum mereka. Ketika berusaha menangkap kembali serangga yang lepas itu tanpa sengaja ia malah menumpahkan bubuk kristal NaOH. Sungguh hari yang sial baginya. Namun tanpa disadarinya, tingkahnya itu justru menjadi bahan perhatian seorang siswi di ruangan itu.

~~~~~~~

kalau kalian suka, beri tanda bintang..
Kalau kalian ingin segera di up lanjutannya, silahkan komen..
Thanks..

LovUsoMuch

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Sep 15, 2024 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Dear GhostTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang