one (awal dari kebahagiaan)

9 2 0
                                        

Suara riuh kelas membuat ku tidak konsen belajar, guru tidak ada itulah yang membuat anak kelas 3 IPA 6 menjadi kesetanan, entah apa yang mereka pikirkan disaat jam kosong tiba.

Lain dengan hal ku, aku hanya fokus menghayal, memperhatikan huruf demi huruf buku yang tepat berada didepan ku, tak ku hiraukan suara yang semakin menjadi jadi itu

Seseorang telah menganggu lamunanku, yaitu Adrian. Awalnya aku kaget, akhirnya aku tersenyum kalau yang mengganggu itu Adrian coba yang lain pasti bakal ku lempari pulpen.

" Eh Adrian ada apa? Ngagetin gue aja lo" kataku sambil bergaya seolah olah aku tidak menyukai nya

"Catatin tugas gue ya, Lo kan udah beres tuh, gue satu pun belum. yahhhh" katanya mengeles

Gak lama kemudian datang Richard
"Buatin punya gue aja kay, gue beliin paket internet 2 GB buat Lo lah" tawarnya

" Lo apaan sih ganggu aja, Kayla buatin punya gue. Awas Lo" Adrian menyingkirkan Richard dari hadapannya dan tanpa aba aba pun Adrian sudah memasuki bukunya ke dalam tas ku

"Buatin ya kay,"

"Yahh, Adrian Lo buatin gue jugalah" cemburu Richard

"Ogahhhh, gada yang gue buatin satu orang pun, daripada kalian ribut mending ga usah gue buat sekalian" bentak gue

"Oh ya udah Lo liat aja nanti kalo Lo mati kubur sendiri" dari mimik wajah Richard tampak memanas marah

Dan disaat Richard bilang gitu gue langsung terpikir untuk nulisi punya nya sih adrian.

•••

Pulang sekolah. Disaat gue mau nulisi catatan Adrian, gue ga segampang itu dong ngasih kebebasan ke dia, gue harus minta imbalan, dan kalian tau apa imbalan itu?. Kebutulan sahabat gue satu lagi yaitu Saskia ardinna putri pulang kerumahnya gue


"Sas, gue punya syarat nih buat Adrian, Lo kan tau sendiri dia tadi dikelas ngebet banget nyuruh gue nulisi catatannya"

"Ya terus" jawabnya enteng sambil mengunyah banana crispy

"Gue ga segampang itu dong Nerima tawaran dia, gue harus minta imbalan yakan?"

"Gimana kalau imbalan itu gue diantar jemput sama Adrian selama 1 Minggu?" Ide cemerlang entah dari mana tiba tiba muncul di pikiran Kayla

"Apa?" Saskia menoleh "seminggu? Gila Lo" jawabnya

"Kenapa? Salah ya gue" Kayla memurungkan wajahnya

"Sebulan lah kay, seminggu bentar amat"

Kayla menoleh, "gue kira Lo ga setuju"

"Hahaha kita kan sahabatan Kay" Saskia tertawa sambil mengelus punggung Kayla

" Lo tau kan sas, maksud gue lakuin ini ke Adrian supaya apa?" Tanya Kayla menyakinkan Saskia

"Biar dia peka, kalo Lo suka sama dia" lagi lagi Saskia menjawab dengan entengnya

"Ih Saskia" Kayla memukul lengannya "bukan begitu"

"Alah bilang aja iya" kata kata Saskia membuat pipi Kayla merah, malu.

"Yaudah, sekarang Lo telfon Adrian gih" Saskia memberikan ponselnya kepada Kayla

"Ahhh, buat apa?" Kaget Kayla

"Bilang kalo Lo cinta sama Adrian" lagi lagi dan lagi ini anak taunya buat orang baper ya

"Saskiaaaaaaaaaa" teriak Kayla

SAHABATWhere stories live. Discover now