Wkwk.. Author balik. Maapin kalo boong. Ga maksa kok buat vote. Yang penting kalian baca, ituudah cukup. Biar ga siasia wkwk..
Makasi buat yudivia_riayang udah semangatin. Udah vote. Udah komen dari awal sampai sekarang 😆
Yaudah ya,lanjut cerita dulu wkw.
•••
Syakila POV
Pagi ini headset menempel rapat ditelinga kananku. Sinar matahari pagi menyinari muka bantalku. Ku berjalan perlahan kearah jendela yang berukuran lebih besar dariku. Melihat cuaca diluar sedang tidak baik, membuat aku malas sekali untuk beranjak dari ranjang.
Hari ini aku sedang kedatangan tamu bulanan, jadi today is bermalas malasan day. Aku kembali ke ranjang. Menutup wajahku dengan selimut tebal berwarna hitam yang ku gunakan semalam.
Cklekk..
Ku dengar langkah menuju ranjangku. Ranjangku bergerak akibat orang itu. Aku tau siapa pelakunya. Aku hanya diam. Karena malas sekali untuk berbicara.
"Syaa"
"Syaa" ucap orang itu menggerakkan badanku.
"Hmm" aku hanya bergumam menjawabnya. Tak berniat untuk bangkit dan melihat wajahnya.
"Bangun"
"Syaa" Ucapnya menggoyang goyangkan bahuku.
"Iya ini bangun" ucapku sambil duduk dan mengucek kedua mataku.
"Mandi" ucapnya sambil melipat selimut besar hitam yang ku gunakan.
Aku melotot.
Apa katanya? Aku disuruh mandi jam segini? Gak. Pokoknya gak mau. Aku kan libur hari ini. Buat apa mandi pagi pagi?
"Ogah" ucapku dengan menggelengkan kepala.
"Syaaa!" Ucapnya tegas.
"Ga mau"
"Syaa"
"Iya iya. Dasar pemaksa" ucapku bangkit dan mengikat rambut tebalku ini. Mengambil handuk hijau tosca dan berjalan kearah kamar mandi yang terdapat dikamarku.
Angkasa POV
Entahlah apa yang dirasakan gadis itu. Tiap disuruh mandi tetap tidak mau. Ada ya wanita gitu? Ga mau mandi, tak ber make up, bangunnya siang (Kalo PMS), galak. Huh.
Tapi it's okay. Dia wanita terhebat yang aku sayang setelah mamaku.
Cklek..
"Lah Sya? Kamu udah mandinya?" Ucapku sambil melihat gadis itu. Gadis itu tetap menggunakan pakaian tadi, piyama dengan gambar boneka teddy bear warna coklat di bagian depannya.
"Kak?"
"Hm?"
"Airnya ngambek sama Sya" ucapnya memanyunkan bibirnya.