Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
song as requested by @sneak-peek and @loveualatte
pair as requested by @roseyhaxz
"I know we're friends and you're his girlfriend
Tomorrow and the day after that, I know we'll be friends
But as a friend to a friend, let's just talk
That's why I called you at this time, sorry."
Nada dering yang menandakan panggilan masuk berteriak nyaring. Seorang gadis berambut panjang yang hanya mengenakan kaos putih polos dan celana pendek meraba-raba sekelilingnya, berusaha mencari di mana letak ponselnya. Tapi matanya masih tak lepas dari layar yang menayangkan film, dan matanya tak lepas dari semangkuk besar sereal. Ia tak kunjung menemukan keberadaan benda persegi panjang itu, dan bunyi nyaringnya tak kunjung berhenti. Gadis itu akhirnya bangkit dari zona nyamannya dengan wajah bersungut-sungut.
"Siapa lagi sih yang nelepon jam dua belas malam?" Gadis itu berdecak.
Ia akhirnya menemukan ponselnya di bawah tumpukan bantal. Gadis itu menghela nafas saat melihat nama kontak yang tertera di layar ponselnya.
Chanunyet.
"Ha?"
Dua kata itu merupakan kata pembuka dari percakapan mereka.
"Mbih..."
"MABOK LO YA NYET?!"
Sinbi, gadis itu, mencak-mencak sendiri, padahal lawan bicaranya baru berbicara satu kata.
"Hhhh..."
"APA ABIS YANG NGGAK-NGGAK?!" Tuduh Sinbi lagi.
Bukannya protes, orang di ujung sana malah tertawa.
"Ya abisnya lo nelepon tengah malam terus ngedesah-desah, gimana gue gak kepikiran yang nggak-nggak." Omel Sinbi.
Di seberang sana, Chanu, lawan bicaranya, hanya tersenyum kecil mendengar omelan gadis berkaki jenjang itu.
"Kenapa?" Tanya Sinbi.
"Emang nelepon harus ada tujuannya?" Chanu bertanya balik.
"Ya iyalah! Pake latar belakang dan rumusan masalah sekalian."
"Lo kata buat makalah ah buset."
Sinbi tertawa.
"Jadi beneran gak mau ngomong apa-apa?"Tanya Sinbi lagi.