Awan Kelabu

154 3 0
                                    

Seperti awan hitam sebelum hujan, terkadang laksana kesunyian di kegelapan malam. 

Meringkuk disudut ruangan, menghayal menjadi seseorang yang disegani. 

Tapi hanya bisa berpangku tangan karna itu fana, tidak akan pernah terjadi jika tidak berusaha . 

Berat sebelah ku rasa, yang lain bisa mengalaminya. 

Dan yang disini hanya bisa berangan-angan.

 Tersenyum berharap semoga bisa merasakannya. 

Pernah terlintas untuk mengakhiri semuanya. 

Tapi mungkin tak sesingkat yang di kira.

 Karna perjalanan tak akan pernah berakhir jika semuanya masih ada.

 Ingin ku hapus tentang ku di ingatan mereka.

 Dan menghilang begitu saja, seperti tak pernah ada. 

Hanya bisa diam dalam kesunyian sambil menahan rasa. 

Tak bisa ku ungkap kepada siapa-siapa, karna ku ragu mereka bisa memahaminya. 

semua hanya bisa ku pendam dalam diam.

 Ingin ku ungkap semuanya tapi ku takut ada yang kecewa. 

Tak ingin ku lihat tangisnya karena sudah banyak hal yang dia berikan.

 Jika bertanya ku jawab baik-baik saja.

 Ku hanya ingin dia bahagia tanpa rasa penyesalan.

 Ku ingin dia berhenti dan kembali. 

Tapi itu tak mungkin karena tak ada pilihan. 

Walaupun ada itu tak akan sama. 

Jika bisa kembali ke masa lalu ku harap bisa merubahnya. 

Mungkin semuanya karena kesalahan ku yang tak bisa memahami semuanya, atau mungkin tak bisa menerima kenyataan. 

Hanya bisa menyalahkan. 

Tak tau harus memulai dimana karena tak ada yang bisa mengerti. 

Kalaupun ada lelah ku rasa jika harus membuatnya mengerti. 

Jika dari awal ku ceritakan tak akan ada habisnya.

 Ada yang bilang bukalah dirimu jika ingin dimengerti. 

Tapi tak bisa semudah itu.

 Karna dari dulu ku selalu sendiri, tak tau dari mana harus ku mulai. 

Tak bisa ku rangkai kata.

Penyesalan selalu datang di akhir.

 Yang sudah terjadi tak bisa di ulang. 

Hal yang ku sesali adalah karena ku tak bisa seperti mereka.

  SYALAMAH  

November,2018

kumpulan puisiWhere stories live. Discover now