3. ONE NIGHT

5.9K 68 1
                                        

~Budayakan vote ya,chinguu^^~
.
.
.
.
.
.
.
"Happy Reading^^~
.
.
.
.
.
.
ONE NIGHT

Seperti padang pasir tapi penuh bunga mawar. 

Entahlah.

Aku melihatnya lagi, Uncle. 

Ia tersenyum kearahku.

Seperti tanda menarikku agar lebih mendekat.

Aku terkunci oleh tatapannya, selalu. 

Ia mulai memiringkan wajahnya berusaha meraih bibir ranumku.  Ia memegang tengkukku dalam. 

Tanpa jeda.

Ia menciumku, melumatnya penuh hasrat. 

Aku seolah mengikuti alurnya beradu saliva dengannya. 

Perlahan ia melucuti gaun putihku.

Berusaha meraih buah dadaku dibalik gaunku. 

Meremasnya.

"Aw" pekiku.

Spontan. 

Ia menyentil putingku.

"kau begitu menggoda malam ini, sayang"

Ia merengkuhku dalam dan langsung memasukkan juniornya dalam Ms.V ku. 

"Ashh" ujarku. 

Dia memasukannya tanpa aba-aba dan dalam posisi berdiri. 

Dia mencoba meraih pahaku dan menggedongku sambil melakukkanya.

Malam ini begitu indah batinku.

Minggu, 07:00

Malam ini aku terbangun tanpa Uncle.

Tumben sekali batinku.

Aku keluar kamar bergegas menuju dapur.

Bahkan, hidangan biasa siap dimeja tidak tersedia. 

Dimana uncle batinku dengan menelusuri setiap sudut ruangan ini. 

Ku beranikan diri mengetuk kamar Uncle. 

Tok tok

"uncle?"

Apa tadi malam dia pulang larut batinku. 

Aku mendorong pintu perlahan.

Kulihat uncle masih dalam rengkuhan selimutnya. 

Aku mencoba menggoyangkan tubuhnya berusaha membangunkan Uncle.

"cassandra?" lenguhnya disela-sela tidurnya.

"hm iya?" jawabku ragu. 

"tidak bisakah kau menemani uncle tidur hari ini"

Sepasang bola matakku seperti mau keluar dari tepatnya.

"eh--maksud uncle?"

Dia langsung menarikku dan meniduriku disebelahnya. 

Aku terkejut ia tidak memakai pakaian sehelaipun. 

Tolong jangan aku sudah menahan ini sejak lama. 

"cassandra?" panggilnya untuk kesekian kali.

"i--ya uncle" aku berusaha menjawab walaupun sulit dalam kondisi tidak nyaman ini.  Ia merengkuhku dibalik selimut. 

"aku bukan uncle mu"

Aku terdiam berusaha mencerna kalimatnya. 
.
.
.
Next

THE MAGIC OF ONE DREAM [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang