Perjumpaan indah yang digariskan semesta
Berawal dari tatapan mata
Yang menciptakan sebuah rasa
Ku pikir hanya rasa biasa
Toh, ketertarikan semata memang benar adanya
Aku dilanda bimbang sejak rasa itu mulai menjalar
Walau aku bersikap biasa saja
Didalam sana hati selalu bergetar
Ah, aku ini ada-ada saja.
Semesta mengheningkan cipta
Sebab perkenalan kita sudah dimulai
Semesta tahu aku diam-diam menyimpan rasa
Entah balasan macam apa yang akan ku tuai
Aku harap dia merasa apa yang kurasa
Ya, sekedar angan semata
Ternyata semua sia-sia
Semesta menjebakku dalam permainannya
Harapanku sirna
Kenyataan menghantam kami hanya teman biasa
Seharusnya aku tidak berharap banyak padanya
Harusnya waktu itu aku cukup mengaguminya
Harusnya aku tak meletakkan perasaan apa-apa
Agar aku tak terluka jika dia bersama pilihannya
Rasa yang ku sepelekan membawa luka
Rasa yang istimewa menjadi duka
Saat Rasa itu membuatku terlena
Sekejap aku dipaksa melupakan segala tentang rasa
Tuan, aku tak berdaya
Lagi-lagi semesta mempermainkanku
Kami semakin jarang bertemu
Pun sama-sama membisu
Memasang senyum pun rasanya palsu
Bercakap-cakap hanya sebatas mimpiku
Oh..Anganku yang semu
Kadang aku bosan menyakiti diri sendiri
Bukannya dia tak menghargai
Sumpah dia baik sekali
Egoisku yang membuatku merasa ini tak adil sekali
Mencintai dan berjuang sendiri ?
Haha itu tidak lucu sekali
Menyakitkan tanpa ada yang peduli
Mereka bilang
Mungkin nanti rasaku akan hilang
Segala harapku akan punah
Ah ya, mereka berucap dengan mudah
Tak sadar itu membuatku gundah
Semua luka kuharap memudar dan sirna
Apa? Mematikan rasa?
Haha aku tidak tau harus memulai darimana
Sebab kau adalah rasaku yang tak pernah hilang ditelan waktu
Tolong, ajarkan aku membuatmu mencintaiku
Beritahukan padaku cara yang bisa membuatmu membalas rasaku
Aku tak mau dilupakan olehmu
Oh,tidak! Itu mimpi burukku
Ingatlah selalu aku yang berjuang untukmu
Siang dan malam tak ada bedanya
Panas dan dingin tetap sama rasanya
Semesta menertawakanku
Segala keburukan adalah aku
Segala kerusakan sebab aku
Walaupun begitu,
Aku masih percaya pada Tuhanku
Sang pemegang kendali atas hidupku
Ya Allah, Ya Tuhanku..
Engkau tahu betul siapa pemilik hatiku
Tuntunlah ceritaku
Permudahlah di jalan-Mu
Jadikan dia rahasia takdirku
Semua masuk akal dengan izin-Mu
Desember, 2018
Dalam goresan penanya
SHAFA AINUN HARTOMAN
shafaahmn
