Alunan indah bacaan sholat mu yang senantiasa ku dengar kini tlah jadi angan.
Senyum mu yang tulus sebagai penyemangat untukku pun telah hilang, digantikan senyum perpisahan.
Dirimu yang senantiasa berkata
"Ngaji nduk?"
"Mantuk nduk?"
"Seng petel ya nduk."
"Turu pondok nduk?"
Kini semua sirna.
Tangis dari seluruh yang menyayangimu tumpah seketika.
Aku tetaplah wanita,
Terlarut dalam haru itu aku.
Hanya doa kini yang ku panjatkan untukmu.
Bukan lagi senyum dan kata sopan yang langsung padamu.
Maafku tak langsung padamu.
Lewat doa ku kirim untukmu.
7 januari 2018 pukul 19.40 WIB kau tinggalkan kami ntuk selamanya imam kami (santri mu).
KAMU SEDANG MEMBACA
Lukisan Kata
De TodoSebuah pemikiran yang terlintas dibenak Kemudian ditulis dalam aksara Yang akan diingat sebagai memori dalam cerita. Nailiartdila. 28 april 2019 #2 Sempurna #8 Karya #9 Quetes 21 september 2019 #6 Quetes 27 november 2019 #5 Quetes #13 Catatan
