Aisick

558 25 2
                                    

Disclaimer: Detective Conan & Kaito 1412 bukan milik saya, kalau milik saya... sudah saya homoin :> //ditabok. 2 anime tersebut milik Aoyama-Sensei.

Warning: BL! Super OOC!, Typo(s), etc.

OneShot Fanfic

-Happy Reading-

Aisick. Seperti namanya, Ai dari Bahasa Jepang yang berarti Cinta dan Sick yang berarti sakit. Sudah jelas bukan nama penyakitnya? Sakit cinta. Ciri-ciri dari penyakit ini, sang penderita pasti batuk berdarah dan dadanya akan terasa sakit. Meskipun terdengar sepele, tapi tidak bisa diremehkan. Mengapa? penyakit ini menular. Bukan menular karna berbahaya dapat menyebabkan kematian, tapi berbahaya karna sakitnya yang luar biasa hingga membekas. Yah, itu sih rumornya. Banyak orang yang sudah tau tentang penyakit ini. Romornya lagi, rasa sakitnya bisa muncul kapan saja dan memang ada rumor kalau penyakit ini menyebabkan kematian karna orang itu kesakitan. Sesak nafas adalah faktor utama sumber rasa sakit itu, tapi masih ada yang lain. Jadi tidak bisa dipastikan, karena penyakit ini langkah. Katanya, penyakit itu hanya dengan mengingat orang yang kau sukai saja sudah terasa sakit. Bagaimana kalau selalu bertemu dengannya? Cara satu-satunya untuk menyembuhkannya adalah, mendapatkan orang yang ia sukai.

Kuroba Kaito, seorang lelaki remaja yang menjabat sebagai The Phantom Thief 1412 itu akan bertemu dengan orang yang menyebabkan ia menderita penyakit ini. Orang itu kini tertidur di kursi taman. Bunga-bunga sakura yang berjatuhan memperindah pemandangan yang dilihat Kaito. Kudo Shinichi, teman semasa kecilnya yang menggemaskan itu yang mencuri hati dari seorang pencuri internasional. Kaito sadar akan perasaannya. Tapi karena Kaito tidak ingin menghancurkan hubungan pertemanan mereka, perasaan suka itu ia pendam. Tapi hari ini, Kaito bertekat untuk menyatakan perasaannya.

"Shinichi~ ayo bangun" ujar Kaito dengan mencubit pipi Shinichi. Tak lama kemudian Shinichi membuka kelopak matanya secara perlahan. "ugh... Kaito? Kamu lama sekali hingga aku ketiduran." Ujar Shinichi sambil mengusap kedua matanya. "maaf-maaf, ayo pergi." Ajak kaito.

Mereka pun pergi ke sebuah Bar favorite mereka, dengan memasan minuman favorite mereka, kopi hitam dan teh. Mengobrol tentang kehidupan SMA mereka, tentang kasus yang selalu Shinichi hadapi, perkembangan sulap Kaito dan tidak terlupakan untuk membahas Kaito KID. Kaito KID adalah pembahasan favorite mereka. Meskipun Shinichi tidak tau kalau orang yang duduk disebelahnya adalah bahan obrolan mereka. Kaito tak tau mengapa tiba-tiba Shinichi mengubah topik pembicaraan. Wajahnya merah. Ia tidak menghadap langsung ke wajah Kaito.

"Ka-Kaito. Aku mau ngomong sesuatu..." ujar Shinichi. Melihat Shinichi yang tersipu malu itu membuat jantung Kaito berdegup kencang dan pikirannya melayang kemana-kemana.

"Sebenarnya aku, aku...."

"Ada apa, Shin-chan?"

"BAROU! Jangan panggil aku seperti itu! Huh! Aku Cuma mau bilang kalau aku sekarang berpacaran dengan Ran." Kalimat itu. Membuat Kaito mematung. Ia tidak bisa bisa mengatakan apapun. Mulutnya serasa membeku. Ekspresinya datar. Tapi kebalikannya, Shinichi malah tersenyum. Dulu memang pernah Shinichi bercerita bahwa ia menyukai Ran, tapi Kaito tak pernah menyangka kalau mereka akan berpacaran.

Shinichi sudah jadi milik Ran, batin Kaito. Shinichi dan Ran sudah berpacaran. Kaito tahu itu. Tetapi tetap saja, dadanya terasa sakit saat melihat Shinichi tersenyum. Kaito hanya bisa meremas dadanya berharap agar rasa sakit yang ia rasakan menghilang.

.

.

.

Hari itu, Kaito menemani Aoko untuk shopping. Aoko adalah teman dari kecil Kaito, mereka cukup dekat layaknya Kaito dan Shinichi. Pada saat itu, Aoko yang sedang asyik memilih baju yang akan ia beli tapi ia dikejutkan oleh suara batuk yang cukup keras yang berasal dari Kaito. Kini posisi kaito, jongkok-memegangi dadanya-menutup mulutnya. Meskipun mulutnya tertutup, tapi Aoko tau kalau ia mengeluarkan darah. Darah itu menetes ke lantai mall, karna tangan Kaito tak dapat menampung semuanya.

AisickWhere stories live. Discover now