OS 'Part 2'

194 26 3
                                        

Prilly sekarang sedang berada di gazebo belakang rumah dengan si kembar. Setelah mendengar suara delapan oktaf nya mereka memang terbangun, tapi setelah Prilly membawa mereka ke area belakang rumah kedua bayi itu kembali terlelap, pada akhirnya wanita berstatus dua anak itu menidurkan si kembar di ayunan khusus yang dibuat oleh Ali beberapa hari lalu. Suasana di taman belakang memang sejuk, di bawah gazebo itu terdapat kolam ikan hias yang mengalir ke ujung kolam.

Salah satu tempat favorite Prilly adalah taman bunga yang tak jauh dari gazebo, biasanya di akhir pekan dirinya akan menanam atau menyiram bunga-bunga itu. Biasanya jika Wanita itu tidak ada kegiatan di rumah -karena semua pekerjaan sudah dilakukan oleh Mbok Jumi- dirinya akan berada di gazebo menemani si kembar yang tidur di ayunan.

"Prilla apa kabar ya, jadi kangen." gumam Prilly mengingat saudara kembarnya.

Sebulan yang lalu Prilla dan suaminya pindah ke Tangerang karena urusan pekerjaan. Rama yang bekerja di kantor ayahnya harus dipindah tugaskan ke Tangerang dan memegang kendali kantor cabang yang ada disana. Dan selama sebulan itu mereka berdua berkomunikasi setiap hari minggu karena hari minggulah waktu senggang mereka.

Prilly meraih handphone di saku baju nya, mencari kontak Prilla lalu mengklik tombol telepon.

"Assalamualaikum, Lly."

"Waalaikumsallam. Lo lagi sibuk ya?"

"Nggak kok. Ini lagi bantu-bantu yang kerja aja."

"Oh iya. Lo baru buka toko kue kan ya? Gimana perkembangan toko nya?"

"Alhamdulillah, lancar. Kebetulan daerah sini nggak ada yang buka toko kue jadi toko nya mulai ramai."

"Wah bagus dong kalo gitu, gue jadi pengen ngerasain kue nya deh."

"Kamu mau aku kirimin ke sana."

"Gue pengen yang langsung dari tokonya, bahkan dari oven. Pasti lebih enak."

"Kamu lagi ngidam, Lly."

Mendengar perkataan Prilla, Prilly langsung tersedak sakit kagetnya.

"Apaan sih, Lla. Ngaco aja, si kembar masih enam bulan masa iya udah mau nambah lagi."

"Ya nggak papa dong, Lly. Namanya juga rezeki."

"Terserah lo deh. Eh si twins mana, biasanya udah teriak-teriak mereka kalo gue nelpon."

"Lagi pergi diajak sama Abinya ke rumah temen."
Prilly hanya menjawab oh.

Anak Prilla memang kembar juga, tapi kembar identik dan dua-duanya laki-laki. Jarak usia anak Prilla dan Prilly itu empat bulan yang berarti anak Prilla sekarang berumur satu tahun.

Jika biasanya saudara kembar hanya salah satunya saja memiliki gen anak kembar, tapi mereka berdua berbeda, mungkin sudah takdir dari Allah. Yang paling bahagia itu kedua orangtua Prilla dan Prilly, karena mereka langsung memiliki empat cucu sekaligus.

Setelah memutuskan sambungan teleponnya, Ali datang dari arah pintu mendekati Prilly.

"Bee, makan dulu yuk." ajak Ali ketika lelaki itu sudah berada di dekat Prilly. Bahkan panggilan sayang lelaki itu pun sudah berubah, tidak biasanya.

"Nanti aja, aku belom laper." sahut Prilly seraya memalingkan wajah nya.

"Kamu masih marah sama aku?"

"Kamu pikir aja sendiri." sahut Prilly ketus.

"Tapi aku kan udah minta maaf." kata Ali memelas. "Nggak boleh tau marah lama-lama sama suami, nanti dosa."

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Apr 08, 2019 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Our Story (APRIL)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang