Varron 01-(mau berkenalan denganku?)

41 5 3
                                    

"siaaal kalah lagi"Ago mengeluh sambil membanting joy sticknya,

bagaimana tidak?Aku sudah hampir 10 kali mengalahkannya saat bermain game daring di WarNet.

Kami taruhan,siapa yang kalah akan mentraktir makan malam untuk tiga hari kedepan,dan karena Ago telah kalah,akhirnya Ia yang harus mentraktirku.

"Mau ku traktir malam ini?" tawarnya sambil membayar biaya warnet,

"besok malam saja,adikku sudah masak dirumah" jawabku,

"wah..sayang sekali,padahal Aku punya voucher makan gratis di kedai Nabe,dan besok sudah tidak berlaku lagi",Ago menggaruk kepalanya yang tidak gatal,

"kau makan saja sendiri,sudahlah Aku mau pulang",Aku berjalan keluar WarNet,

"yosh,jangan lupa besok siang ketemuan di manga café ",pesannya padaku,
Aku hanya mengangguk lalu melambaikan tangan padanya.





Selamat malam,kalian tahu Aku?Aku hanya seorang pengangguran yang mengisi hari dengan seperangkat play station dan game daring di WarNet.

Aku tak pernah bermain di apartemen tempatku tinggal,karena adik perempuanku akan marah karena itu mengganggunya belajar,dan Aku turuti saja permintaannya karena Ia punya sifat yang mirip dengan Ibuku yang sudah meninggal beberapa tahun lalu saat perjalanan menuju pulau tempatnya dengan Ayahku bekerja.

Seputar keluargaku,Aku dan Adikku hidup terpisah dari orangtua karena mereka bekerja di pulau seberang dan hanya pulang menjenguk kami setahun sekali,dan pada saat akan kembali bekerja setelah menjenguk kami,mereka mengalami kecelakaan lalu lintas dan hanya Ayahlah yang selamat,tapi mau takmau Ayahku tetap akan bekerja di pulau itu,Ia mentransfer sebagian gajinya setiap bulan untuk kebutuhan hidup kami.

Begitulah keluargaku.Dan Ago?Dia hanya teman masa kecilku ketika dulu masih di kampung halaman,kami bahkan berteman dari TK sampai SMA.

Dan kami berpisah karena Aku harus pindah rumah ke kota untuk menempuh kuliah jurusan sastra dan bahasa hingga Aku sudah mencapai S2,walau sekarang hanya menganggur.Kebetulan kami bertemu lagi di kota ini,karena kantor tempat Ago bekerja dipindahkan ke kota yang kusinggahi ini.

Ya,dan kami terus menghabiskan waktu bersama sepulangnya dari kantor,sampai saat ini.

Ago yang mengenalkanku pada dunia game,dan Aku cepat belajar hingga bisa lebih unggul darinya.Aku merasa sudah tua,walau umurku masih 24 tahun,mungkin itu karena Aku terlalu banyak menganggur.

Tak masalah,yang terpenting,Aku masih punya nama yang tetap sejak lahir,

Namaku Varron.
Dan kini Aku sudah di depan rumahku,atau lebih tepatnya kamar apartemenku,

krieet!
Aku membuka pintu

"Aku pulang!",salamku

"selamat datang!"jawab Adikku dari dapur,

aroma masakan sudah menyebar ke seluruh sudut ruangan hingga membuatku sedikit berlari menuju dapur,

"tolooong!Aku sudah lapaar"rintihku sebelum menarik kursi makan dengan gaya sok lemas,

"kenapa harus lebay sih",tatap Adikku heran sambil membawa satu mangkuk yakiniku lengkap dengan nasinya kehadapanku,

"uwaaw..Ini kamu yang masak?"Aku menikmati aroma dagingnya sebelum kulahapkan ke mulutku,

"tak perlu memujiku seperti itu,memang biasanya siapa yang masak",ujar Adikku seraya melepas celemeknya,

Aku hanya menyeringai lalu mengajaknya untuk makan bersama,

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jul 04, 2020 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

INTRUDERSTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang