1

251 20 0
                                    

"TZUYU, I LOVE YOU" teriakan itu menggema dan didengar oleh banyak pasang telinga.

Pemuda pemberani itu bernama Kim Yugyeom. Orang yang sudah lama mengejar cinta seorang Chou Tzuyu.

"Dasar orang tak tau malu" sindiran sinis itu dilontarkan oleh Taehyung, teman Tzuyu sejak kecil.

"Gak boleh menghina orang!" Tzuyu berseru dan memukul bahu Taehyung sedangkan Taehyung hanya memutar bola matanya malas.

"Tzuyu" sapa Yugyeom.

"Ish" Taehyung berdecih, tak suka akan kehadiran Yugyeom.

"Kak Yugie" balas Tzuyu sambil tersenyum.

"Kamu gak berniat jawab pengakuanku yang tadi?" ucap Yugyeom menanti jawaban pujaan hatinya.

"Ehm, aku harus jawab apa?" tanya Tzuyu dengan wajah polosnya.

"I love you too" Tzuyu tertawa lalu menggeleng.

"Kak Yugie ngapain nyuruh aku ngomong gitu? Itu sama aja kak Yugie nyuruh aku bohong" ujar Tzuyu membuat senyum Yugyeom luntur.

"Udahlah, mendingan lo minggir. Gue mau ajak Tzuyu jalan-jalan" ucap Taehyung sembari menggandeng lengan Tzuyu dan mengajaknya pergi meninggalkan Yugyeom sendirian.

===

"Kamu harusnya gak boleh ngomong gitu ke kak Yugie. Itu sama aja kita ngusir dia" ucap Tzuyu.

"Ngapain sih kamu bahas dia? Bahas yang lain aja" ketus Taehyung.

"Oke, aku gak bahas kak Yugie lagi. Oh ya, kita mau kemana nih?" tanya Tzuyu antusias.

"Ehm, kita nyari makan yuk! Kamu mau makan apa?"

"Apa aja yang penting enak"

===

Setelah makan bersama Taehyung, Tzuyu langsung pulang. Ia menolak ajakan temannya itu untuk menemaninya ke suatu tempat sebab Tzuyu sudah lelah dan ingin beristirahat.

Sampai di rumah, ia sudah disambut adiknya yang datang dengan wajah sumringahnya.

"Kak Tzuyuku" teriak adik Tzuyu sambil berlari menghampiri sang kakak.

"Kamu kenapa? Ouh, kak tahu nih. Pasti kamu mau curhat" terka Tzuyu dibalas anggukan adiknya.

"Iya, kak. Yuna mau curhat, tapi kita ke kamar dulu biar enak curhatnya" pinta Yuna.

"Okedeh, kakak penasaran kamu mau curhat apa" ucap Tzuyu yang tergesa-gesa mengikuti adiknya menuju kamar mereka.

Setelah sampai, Yuna segera mengunci pintu dan membanting tubuhnya ke kasur.

"Kamu mau curhat apa?" tanya Tzuyu.

Yunapun bangkit dari tidurnya dan mendudukkan tubuhnya di dekat Tzuyu.
"Jadi, tadi aku dapet bunga mawar," bisiknya.

"Bunga mawar" kaget Tzuyu. "dari siapa?" tanyanya.

"Aku gak tahu" jawab Yuna sambil merebahkan tubuhnya lagi. Ia tersenyum lebar dan menatap langit-langit kamarnya.
"Aku harap kak Ayen yang ngasih" harapnya.

"Ayen? Taksiran kamu ganti? Katanya waktu itu suka Yang Jeongin" ucap Tzuyu heran.

Yuna tertawa lalu mendudukkan dirinya, "Kak Ayen itu ya kak Jeongin. Ayen itu nama panggilannya sekaligus nama panggilan sayangku ke dia," ucapnya.

"Ouh, Kakak harap juga Ayen yang ngasih bunga itu ke kamu" ucap Tzuyu.

"Tapi kok aku takut ya, kak. Kalau bukan kak Ayen gimana? Duhh, aku deg-degan. Gak sabar biat besok" ucap Yuna.

"Besok? Emangnya kamu mau ngapain?"

"Aku mau menyelidiki siapa orang yang naruh bunga di lokerku"

"Semoga berhasil adikku"

===

Keesokan harinya, Yuna pergi ke sekolah pagi-pagi. Dengan hati-hati ia berjalan sambil mengawasi sekitarnya. Berharap tak ada yang tahu akan aksinya. Tak biasanya ia datang sepagi ini. Hal ini ia lakukan semata-mata hanya untuk memastikan dugaannya.

"Aku harap kak Ayen yang ngasih" harap Yuna.

"Kamu ngapain?" tukas seseorang mengagetkan Yuna.

TBC

Love U (✔)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang