Malam berganti pagi, sang surya pun dengan semangatnya menyambut hari esok dan membagunkanku dengan kemilauan cahayanya
05.00 WIB
Dok... Dok... Duk... Der....
Kriet...
Aku pun langsung membuka pintu kamar. Kukira ayah, ternyata si bawel yang mengetuknya."Kak, minta kertas A4 dong?" pinta si anak bocil tua
"Hewww, buatin mi dulu sana!" pintaku membalas perintahnya
"Kok jadi balas perintah sih kak?
Nyesek aku minta kertas sama kakak, malah suruh buat mi segala" cerocos fadil tukang bawel"Shut.... bawel aja, mau diambilin gak? Gak mau yasyudah, kututup pintunya lho?" sahutku dengan terus membujukknya untuk membuatkan ku semangkuk mi hangat
"Ashiap... Yadeh, gue buatin, untuk my sister yang cantik dan baik" jawab Fadil sembari meninggalkan kamarku
"Nanti aku ambilin kertasnya, jangan lama-lama keburu kertasnya jones nungguin kamunya dateng" sahutku yang terus mengejek fadil
"bawel" lirih Fadil
5 minutes letter.....................
"Mi mata kebo dah siap, mana kertasnya kak?" tanya Fadil sambil menaruh semangkuk mi panas di meja.
"Yang ini kan?" aku meyakinkah si bocil, dengan penuh kegemasan.
"Aduh aduh.. bukan yang ini kak. Tapi yang itu!" bocil mengarahkan jarinya ke kertas yang disebelahnnya.
"Allahhuakbar... itu bukan kertas A4 bawel, tapi F4, gitu aja gak tau!" lalu kuberikan kertas itu, dengan sedikit kesabaran
"Hehehe... maaf kakak cantik, si cogan kan gak tau perbedaannya" senyum kecil maniz tampak diwajahnya dengan kedua dimple nya😊 serasa pengen nampol tu muka!
Gue memang sadar, kalau punya adik yang super ngemesin, bawel, sok cool, cogan tapi itz... alim dianya. He is so perfect campur aduk
Tanpa pikir panjang langsung ku tutup pintu, dan tak memerdulikannya lagi. Karena siang nanti ada tes hafalan Qur'an di sekolah. Jadi setelah makan, aku putuskan untuk mengambil air wudhu dan mendengarkan murottal Quran
Bismillahirohmannirohim...
Tabarakallazi biyadihil-mulku wa huwa 'ala kulli syai'ing qadir....***
Khazana Aiza Lukman, biasa dipanggil Zana atau Iza. Aku lahir dari seorang ayah keturunan ya bisa dibilang Jepang dan seorang ibu keturunan Indonesia.
Aku mempunyai satu kakak laki- laki, Muhammad Fatih Lukman (Aih) yang sedang berkuliah di Mesir. Dan si bawel laki-laki Muhammad Fadil Lukman (Bocil), yang hanya terpaut usia 1 taun dariku.
Aku sekarang duduk di kelas 2 SMA Mulia Harapan 1 jurusan IPA yang bisa dibilang seperti asrama. Bersama Fadil yang duduk dikelas 1 SMA.
Sebenarnya sekarang aku tidak pulang dirumah bersama Fadil, tapi karena sekolah sedang mengadakan Study Tour untuk kelas 3, ya mau gimana lagi sekolah terpaksa diliburkan alias murid banyak yang pulang ke home.
Karena hanya ada beberapa ustazah yang masuk saat jam 12.00 dan itu pun hanya mengajar untuk setoran hafalan Qur'an hari ini.
Kami dulu tinggal di negeri Sakura, itu pun hanya sampai usiaku 5 tahun. Namun karena ayah ada pekerjaan di Indonesia makanya kami pindah dan menetap di Indonesia.
(kalau soal bisa bahasa jepang atau tidak itu dulu hampir dibilang mahir dan lancar. Because sekarang dah tinggal di negeri tercinta Indonesia, bahasa Jepang pun cuman sedikit yang aku hapal) ^_
***
"kakak ayo makan dulu, nanti keburu telat lho masuk sekolah nya? Katanya jam 12.30 berangkat? " tanya mama yang dari tadi sibuk menyiapkan makanan.
"Iya ma, kakak turun," ujar Zana meyakinkan mamanya.
Papa, Mama, si bocil, dan aku berkumpul di ruang makan untuk bersama sama menikmati hidangan yang sudah dari tadi menunggu para penyantap datang.
***
Waktu yang terus berlalu begitu cepat, membuat Zana khawatir akan keterlambatan dirinya mengikuti tes hafalan Qur'an.
Tak tertinggal Zana pun menyelipkan earphone nya untuk mendengarkan murrotal itu.
Karena jam sudah menunjukkan pukul 12.00 aku pun langsung memutuskan untuk mengambil air wudhu dan sholat dirumah.
Setelah sholat, Zana pun langsung meninggalkan rumah dan bergegas berangkat menuju sekolahnya yang berjarak sekitar 4km.
"Assalamu’alaikum, kakak pamit dulu ya doakan semoga lancar dan diberikan kemudahan oleh Allah," ucap Zana sambil mencium tangan mama dan papanya.
"iya sayang, doa mama dan papa akan selalu menyertai disetiap langkahmu, "
" iya, bay kak, jangan lupa ucapin salam dari ku buat dia yang disana," 😍 cerocos si bocil seraya melambaikan tangannya dengan sok coolnya memundurkan rambut kinclongnya.
Oh iya selain sok cool dan sok keren fadil juga sok-sokan punya pacar gitu. Padahal setauku dia gak pernah dekat sama cewek. Kecuali aku sama mama.
"Bawel lu dek, lo aja nggak pernah deket ama cewek. Pacar dari mana? Cibirku memanasi Fadil.
"biarin, yang penting dah niat"
"niat apaan, kecil-kecil dah pacaran. Astagfirullah, Fadil!" jawab mama yang dari tadi memperhatikan aku dan Fadil bicara
"iya, maa. Bercanda kok!"
Haduh jadi terhura tau, kayak mau ninggalin rumah aja.
Padahal hanya 3 jam dan nanti juga balik lagi.....
***
Gak kebayang, akhirnya bab 1 jadi juga. Oh ya guys, jangan lupa tinggalkan jejaknya dengan vote dan comment.
Cek kesalahan & typo, maaf jika ada penulisan yang tidak sesuai EYD.
Ig: @rezaza30_

KAMU SEDANG MEMBACA
♪be Cause
Teen FictionBiarkan awal pertemuan ini menjadi takdir atas kehendak-Nya. Kupikir hidup ini tak semudah yang kubayangkan. Bertemu someone dan halu yang dalam tuk jadi pendampingnya. Akankan aku dipertemukan dan menjadi pendampingnya, ataukah hanya menjadi tata...