********
Dengan pandangan sayu,gadis yang sendari tadi menatap papan tulis memilih menundukan kepalanya sekarang.
Huhhh.....lekas lah semua ini berakhir.Bosan,itulah yang dari tadi dirasakan gadis manis ini.
"Kenapa sihh??"bisik seseorang disampingnya.
"Apanya?"ify gadis yang dari tadi kita omongin balik bertanya.
"iya,elo kenapa gak gelisah banget gue perhatiin"jelas seseorang itu.
"oh"hanya itu jawaban yang keluar dari mulut mungil ify.
Sivia,teman sebangku ify menatap gadis itu dengan pandangan malas setelah mendengar jawaban yang dilontarkan ify.
Yaallah,untung udah temenan dari lama,kalo gak udah gue tempeleng nih bocah satu.Kira-kira itulah yang ada diotak sivia saat ini.
"Mau cabut ah!"ceplos ify tiba-tiba
"Mau ikut gak?"
"Anjir dah bocah,baru jam pertama ini bentar lagi juga mau ulangan"Balas sivia dengan mata yang terarah ke depan.
"Sok rajin banget lo"ketus ify sambil berlalu.
Sivia menatap ify yang kini sudah berhadapan dengan ibu guru yang biasa dipanggil bu gembul sama anak-anak pancasila untuk memberi alasan logis dengan pandangan mupeng.
Anjirr lah si ify,kalo gue sepinter elu gue yang bakal ngajakin bolos tiap hari.
Sivia tuh sebenernya bingung,ify ini bandelnya masyaallah luar biasa,sering bolos,sering nantang guru,pokoknya banyak banget minus nya nih cewek,tapi entah kenapa otak gadis ini mantul banget walau pun sering bolos,ify itu salah satu murid terpintar yang dimiliki Sma Pancasila,dan semua sifat buruk gadis itu menjadi daya tarik tersindiri yang dimilikinya.
Dengan sikapnya yang seperti itu entah bagaimana ceritanya bisa mengundang orang-orang untuk bisa dekat walaupun banyak yang membenci ify,namun sebagian dari mereka dulunya pernah menawarkan ify sebuah pertemanan atau lebih,yang ditolak mentah-mentah oleh gadis itu.
Takdir atau bukan,malah sivia yang terpilih menjadi teman dekat gadis itu,entah kesialan atau keberuntungan yang menimpa sivia untuk saat ini dia pun pasrah saja untuk kedepannya.
******
Ify dengan santai berjalan di koridor kelas 12,tanpa malu tanpa takut kalo masih sama-sama manusia yang makan nasi jangan pernah takut,kalo dia makan batu apa besi boleh deh lo pertimbangkan itu lah kata-kata yang selama ini di imani oleh gadis itu.Langkah ify terhenti di salah satu kelas,matanya menatap tajam salah seorang murid yang tengah fokus menatap guru yang sedang menjelaskan,entah hanya sekedar halusinasi atau apalah,ify merasa tak asing dengan murid tersebut,namun hal itu langsung ditepis kuat-kuat olehnya.
"Dihh....otak gue udah rusak kali ya gara-gara temenan sama via mulu"gumam ify melanjutkan jalannya yang sempat terhentu.
Brakkkk
Seketika langkah ify yang baru beberapa meter dari kelas Xll ipa 2 terhenti,dia menatap seonggok daging hidup berjenis kelamin laki-laki di depannya dengan malas.
"Minta maaf atuh neng"ujar cowok tersebut.
"Males banget gue ngadepin manusia penuh drama kaya lo ka"decih ify sembari memutar bola matanya kesal
"Yaudah bantui diri kalo gitu"
"Lemah banget lo jadi cowok dihh"jawab ify melihat cakka yang masih duduk lesehan di ubin koridor.
"Kurang ajar banget deh ah punya adek kelas modelan lo gini fy"
Sedangkan gabriel,teman cakka hanya menatan dua anak manusia itu dengan diam,dengan ekspresi datar,biar pun ada binar geli dimatanya melihat tinggah ify dan cakka yang bagaikan musuh abadi.
"Udah diri lo,malu-maluin aja"celetuk iel
"Lo kali-kali jadi kek iel deh kka capek gue ngeliat lo banyak tingkah"
Cakka yang sudah bangkit dari lesehannya dengan segera menoyor ify.
"Ehhh lo perlu gue beliin kaca kagak,kalo ngomong suka gak sadar diri lo"kekeh cakka.
"Fy panggil gue sama cakka pake embel-embel kakak"ujar iel dengan tenang.
"Iye dah iye,males gue sama lu berdua,baiii"balas ify dengan berlari kecil.
"Adek lo kok gitu banget iel"gumam cakka
Ify berjalan memasuki kantin yang masih sangat sepi,hanya ada beberapa manusi yang terlihat tengah membersihkan meja.
Ify duduk di salah satu meja yang lumayan jauh dari pintu masuk.
Tukk...tuk...tuk...
Bunyi ketukan jari gadis itu dimeja terdengar nyaring lantaran suasana yamg hening.
Huhhhh
Berkali-kali pula terdengar helaan nafas yang di keluarkan dengan kasar.
Kepala ify sudah tertunduk karena rasa bosan yang dari tadi melanda.
Tuing....
"ehh goblok"spontan kata-kata itu keluar dari mulut ify setelah merasakan kepalanya di toyor seseorang.
"Lo yang goblok,kenapa tiba-tiba rambut lo jadi item gini"ucap orang tersebut sembari memegang rambut ify.
"Abis di ceramahin tu sama pak arman,kemarin gue ngeliat"jawab seorang gadis yang datang bersama cewek tomboy yang barusan bertanya.
"Ihhh berisik banget sih,gue capek nih jangan ganggu"desah ify pelan.
"Si monyet abis capek ngapain lo,abis dagang apa begimana?"tanya gadis yang terlihat sangan feminim diatara ke tiganya.
"Iya dagang,dagang tubuh"ketus ify
"Dih si goblok"
"Tadi pas di kelas Xll ipa 2 gue liat cowok,anak baru?"tanya ify menatap ke duanya bergantian.
"Lah kok nanya gue sih"jawab agni
"kayanya sih iya,gue dari beberapa hari ini dengar kabar ada anak pindahan dari jepang katanya"balas shilla dengan santai.
"ohhh,makan gak lo berdua gue mau pesen makan?"tawar ify
"gak deh kita berdua tadi izin cuma ke toilet,tapi tadi ngeliat manusia yang mirip setan dikanting jadi kita samperin"ujar agni bergegas berdiri.
"ohhh yaudah balik lo berdua"usir ify.
*************
Halooo.....pakabarrKu baru bisa up,karena banya banget urusan di dunia nyata yang mesti di urus,jangan lupa vote dan komen.
Kalo udah mood ntar di up lagiByeee:*
Artksr

KAMU SEDANG MEMBACA
Rify Story: Bad Girl (update Lagi)
RomansaMenurutmu,apa yang terjadi jika perubahanmu ditentang oleh orang yang tanpa sengaja berperan besar dalam perubahanmu? Dipertemukan dalam keadaan yang berbeda seperti dulu setelah sekian lama tak berjumpa,menjadi awal bagi kisah cinta keduanya yang t...