Cristie

17 6 3
                                    


.
Hai, namaku Cristie. Sudah dijelaskan di atas bahwa, usiaku 14 tahun dan saat itu diriku koma. Namun, aku bersyukur, Tuhan masih memberiku kesempatan hidup. Aku merasakan seolah-olah diriku lepas, ya memang lepas, selepas lepasnya. Tapi itu terjadi lama sekali, sekarang aku sudah sadar dalam koma panjangku itu. Sekarang, aku hanya akan berpetualang, bersama waktu.

"Cristie...!"
Derap kakiku menggema di lorong rumah tua milik keluargaku, Thomas. Kuturuni anak tangga dengan tergesa-gesa, seolah berbalap lari dengan seseorang. Kulihat ibu sudah siap dengan makanan di mejanya, ayah dengan perlengkapan elektroniknya, sedang sibuk. Aku tiba di meja makan, menarik kursi lalu duduk dan mengambil salah satu roti buatan ibuku.

Kulirik kedua orangtuaku, ayah dan ibu. Sungguh, pagi ini terasa membosankan sekali, mereka sibuk dengan aktivitas masing-masing hingga melupakan diriku. Dengan jahil, aku bangun dari kursiku dan menghampiri ayah yang sedang berkutat dengan alatnya itu.

"Ayah sedang apa?" tanyaku lalu diam-diam memgambil obeng miliknya, lalu menyelipkannya pada salah satu saku celanaku. Ibu tersenyum melihat tingkahku yang menjahili ayah tanpa sepengetahuannya.

"Ayah sedang merakit alat, alat ini bisa digunakan untung menembus waktu ribuan tahun lamanya," jelas ayah, dengan masih memasang satu persatu besi tua itu. Aku dan ibu saling berpandang, lalu tertawa keras.
"Ayah, mana mungkin alat seperti ini bisa menembus waktu. Itu mustahil," kata ibu lalu memakan potongan terakhir dari rotinya.

"Ayah, yang dikatakan ibu benar. Tidak mungkin bisa menembus waktu dengan alat seperti ini," tuturku menimpali. Ayah tidak menghiraukan perkataanku dam ibu, tangannya mencari-cari alat di atas meja makan. Aku terkikik geli, pasalnya aku tahu apa yang dia cari.

"Ayah mencari apa?"

"Obeng," jawabnya tanpa beralih dari alatnya, ku ambil satu roti dan kuberikan pada ayah, ayah mengambilnya begitu saja. Aku menahan tawa, dan akhirnya ayah sadar dengan kejahilanku.

"Jangan bercanda, berikan obeng ayah sekarang," pintanya.

Aku enggan memberi obeng miliknya, "aku aka kasih tapi, jika ayah mau makan."

Ayah menghembuskan napasnya pelan, lalu memakan roti dan meminum susu buatan ibu pagi ini, ibu dan aku tersenyum simpul bersama, akhirnya ayah ingin makan setelah lama bermain bersama alatnya.

Makanan sudah habis, ibu membersihkan piring-piring kotor dan membawanya ke dapur, aku pun ikut membantu. Ayah bersiap mandi lalu pergi untuk berternak dan memanen gandum milik kami. Ya, seperti itulah kebiasaan kami pagi ini. Kami memiliki ladang gandum yang luas di belakang rumah, dan juga beberapa ternak, seperti ayam, domba dan sapi.

Setelah selesai membantu ibu, aku pun membersihkan diri lalu bermain bersama dengan kucing kesayanganku, Luis. Ya, aku sangat menyukai kucing, tidak hanyw kucing, aku pun menyukai hampir semua hewan. Bahkan, hewan ternak milik ayahku saja sudah menjadi temanku. Haha, aku bergurau, maksudku mereka sudah seperti temanku sendiri.

Setelah puas bermain bersama Luis, aku memutuskan untuk menemui ayah di ladang. Mungkin saja, aku bisa sedikit membantunya. Aku berlari pelan, kusapukan pandangku ke semua arah, mencoba menemukan ayah. Ah, aku melihatnya, dia di sana, sebelah utara. Aku berlari kecil di hamparan gandum, yang membuat gandum itu terbang bagaikan bunga dandelion yang indah. Ayah sudah mengetahui kedatanganku, aku merenggut sebal karena usahaku ingin mengejutkan ayahku gagal.

"Ayah, sudah berapa banyak mendapat gandum?"
Ayah melirik keranjang besar di sampingnya, "sudah 4 keranjang. Tahun ini, sepertinya gandum kita subur."

Aku ikut melirik keranjang itu dan benar, itu ada 4 keranjang yang sudah terisi penuh. Aku menatapa bahagia, akhirnya tahun ini tidak seperti tahun kemarin. Pasalnya, tahun kemarin gandum milik kami sama sekali tidak panen, dan itu membuat sedih ayah dan ibuku.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jun 15, 2019 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

CristieTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang