- A Teen -
Eps. 4“Aku Harap Hari Ini adalah Hari yang Damai. Itu Tidak Akan Berhasil dengan Cara Lain”
Di ruang kelas, guru sedang menyampaikan kisi-kisi ujian bahasa Inggris. Beberapa murid ada yang memperhatikan, tapi tak sedikit juga yang sibuk dengan dunianya sendiri, seperti menggambar, tidur, melamun, dan lain-lainnya.
Kali ini Shin Ra memperhatikan. Ya, memperhatikan teman-temannya. Lebih tepatnya mengamati. Dia bahkan berpikir, semua hal menyenangkan kecuali belajar.
Kim Ra masih seperti biasa, mencatat setiap yang diucapkan guru.
Jeongin bertanya pada Felix bagaimana dia bisa menuliskan apa yang ada di bukunya. Felix menjawab karena dia belajar.
“Tapi guru menunjukkan hal yang lain lagi.” Jeongin mencoba protes dengan ekspresi malas belajar.
“Hmm... Karena aku memperhatikan dengan saksama.”
“Dasar sombong,” umpat Jeongin kesal.
Sepulang sekolah, Shin Ra, Bo Ram, dan Jeongin belajar bersama di perpustakaan. Tapi, Jeongin tak terlihat belajar, dia sibuk memainkan HP-nya. Pasti main game.
Bo Ram yang mulai mengantuk mencoba menghilangkan kantuknya dengan menggoyangkan polpennya di depan matanya. Tapi tetap saja, dia menguap. Okay, dia tidak sanggup lagi. Tak ingin memaksakan, dia mengemasi buku dan alat tulisnya.
“Apa kau tidak belajar hari ini?” tanya Shin Ra yang dari tadi terlihat yang paling serius belajar.
Bo Ram menjawab kalau dia akan belajar setelah bermain game sebentar. Dia mengajak teman seperjuangannya, Jeongin, kawan yang juga menyukai game. Mereka berdua pun pergi ke tempat bermain gamemeninggalkan Shin Ra.
Shin Ra mendengus kecewa. Lalu, dibuka HP-nya, membaca ulang chat-nya dengan Felix.
Felix : apa kau belajar dengan rajin?
Shin You Ra : Tidak. Aku seharusnya pergi ke perpustakaan bersamamu.
Shin Ra tersenyum membacanya. Dia lalu melanjutkan belajarnya. Ah, tidak. Rupanya dia sedang menggambari buku paketnya menggunakan polpen.
“ Hari ini aku ingin belajar tanpa cemas,”ucap Shin Ra dalam hati.
“You Ra.” Tiba-tiba seseorang memanggilnya lirih. Shin Ra menoleh ke kanan, didapatinya Felix yang sedang duduk di sampingnya.
Shin Ra terkejut.
“Kau bilang pergi ke perpustakaan.”
Felix menjawab kalau dia hanya mampir setelah les. “Apa kau mau belajar bersama?”
“Aku ingin fokus belajar,” jawab Shin Ra dalam hati.
“Halaman berapa yang kau pelajari?” tanya Felix seraya melihat buku yang ada di hadapan Shin Ra.
Shin Ra menggeser bukunya agar Felix dapat melihatnya dengan mudah. Dia menunjukkan salah satu bagian yang tidak dipahaminya.
