nebeng

14 3 0
                                    

*skip halte bus*

Yap ini udah bel pulang, dan ara harus menunggu jemputan ayahnya.
Sambil menunggu ayahnya, ara mengambil hpnya dan handset untuk mendengarkan lagu BTS-FAKE LOVE.

yah ara memang seorang kpop dia menyukai grup band asal korea siapa lagi kalo bukan BTS.Bukan hanya BTS saja ara juga menyukai EXO,IKON,TXT,dll.
Oke back story author kebanyakan bacot ye zayank.

Saat ara sedang asik mendengar lagi BTS, ara melihat aro sedang menghampiri alya di depan gerbang sekolah,yang sepertinya sedang menunggu jemputan.

*ara pov*

Saat gw asik mendengar lagu BTS, gw melihat aro menghampiri alya.sepertinya aro sedang membicarakan sesuatu, terlihat dari mulut aro yang seperti berkomat kamit(ape sih lu kira aro dukun?, ye sorry²).

Jarak halte bus dan gerbang sekolah sedikit jauh. Lebih tepatnya berseberangan, tapi tetap saja ara tidak bisa mendengar apa yang mereka bicarakan.

Saat mereka berbicara ada sebuah mobil yang berhenti di depan alya. Alya menatap mobil itu, dia tersenyum ke arah aro sebelum dia masuk ke dalam mobil itu,dan melambaikan tangannya saat mobil tersebut mulai menjauh.

Pada saat itu aro menatap gw, gw pun juga menatap varo, ada rasa tidak rela jika aro lebih dekat dengan alya di banding gw.
Saat gw sedang menatap aro, hp gw bunyi tanda panggilan masuk.

Gw pun memutuskan kontak mata dengan aro dan beralih ke layar hpnya, dan yang menghubunginya adalah ayahnya.

"hallo assalamualaikum yah"

"waalaikumsallam ra"

"kenapa yah? "

"ayah mau minta maaf sama kamu, ayah nggak bisa jemput kamu, soalnya ayah ada rapat mendadak, kamu pulang naik taksi aja ya?"

"oh gitu, ya udah yah ara pulangnya naik taksi aja kalo gitu"

"iya, maafin ayah ya ra? "

"iya yah gapapa kok hehe"

" kalo gitu ayah tutup telefon nya yaKamu hati hati di jalan"

"iya yah assalamualaikum "

"waalaikumsallam"

Setelah panggilan telepon dari ayah selesai, gw kembali melihat aro yang sudah tidak ada lagi di depan gerbang sekolah.

"lah kemana tuh bocah? Cepet amat ngilangnya",ucap gw kebingungan mencari aro yang tiba tiba menghilang dengan cepatnya(eh l kira aro jin,,hiya hiya hiya) .

Gw pun mulai mencari taksi,menunggu di halte bus, sendirian, untuk mencari taksi yang lewat untuk pulang kerumah.

"gila, ini udah 2 jam gw duduk di sini nggak ada taksi satupun yang lewat, mana udah mulai sore lagi",

Saat gw masih menunggu taksi, gw melihat 2 orang preman yang sedang berjalan mendekat ke arah gw. Gw yang melihat itu berusaha untuk tenang walau  aslinya takut setakut takutnya. Semakin lama, ke dua preman tersebut makin dekat dengan, gw, hingga akhirnya mereka berhenti di depan gw.

"kenapa belum pulang neng? Nungguin abang ya? "goda preman tersebut sambil tersenyum miring.

"nyari taksi"balas gw dengan ketusnya untuk menutupi rasa takut gw

"dari pada nyari taksi, mending ikut abang yuk neng"ucap preman itu sambil mencengkeram tangan gw.

"ish apaan sih, lepasin nggak, sakit anjir"umpat gw pada preman tersebut.

"tolonggg, siapapun tolong gw"teriak gw meminta bantuan kepada orang, kali aja ada yang lewat, tapi ternyata itu sepi sama sekali nggak ada orang, cuma ada gw dan kedua preman tadi.

"woy lepasin dia bangsat, lo beraninya sama perempuan, cihh, lo laki apa banci"ucap seorang tersebut.

Gw yang mendengar suara itu, langsung menoleh ke arah cowok tersebut.

"aro?",

"ara?"

Ucap kami berbarengan. Gw kaget, ternyata yang menolong gw itu aro, lelaki yang entah sejak kapan gw suka.

"ro tolongin gw, hiks.. "ucap gw meminta tolong kepada aro agar ia membantunya, gw yang nggak tahan dengan cengkeraman tangan preman tadi, langsung menangis sejadi jadinya, sambil memohon kepada aro agar menolongnya.

"gw nggak akan biarin lo terluka sedikit pun ra"ucap aro kepada gw,sambil mendorong preman tadi agar melepaskan cengkeraman tangan gw.

Setelah cengkeraman tangan gw lepas, gw langsung bersembunyi untuk melindungi diri, dan di sana gw bisa liat aro sedang baku hantam melawan 2 orang preman tadi, akhirnya arolah yang berhasil mengalahkan mereka.

Setelah aro selesai adu jotos dengan preman tadi, aro langsung nyamperin gw, membantu gw berdiri, dan langsung memeluk gw. Gw pun membalas pelukan aro, sambil menangis sejadi jadinya karna rasa takut itu masib ada.

"tenang ra gw disini lo nggak perlu takut"ucap aro yang berusaha menenangkan gw,sambil mengelus rambut gw.

"jang.. Jangan.. Per.. Pernah.. Tinggalin.. Gw..hiks.. "tangis gw di pelukan aro.

"Never"balas aro.

"yaudah sekarang kita pulang yuk"ajak aro sambil mengandeng tangan gw menuju motor nya, untuk mengantar gw pulang.

Selama perjalanan gw  dan aro hanya diam, canggung menyelimuti kami berdua. Sampai akhirnya gw dan aro sampai di depan rumah gw. Gw langsung turun dari motor dan mengucapkan terima kasih kepada aro.

"makasih ya ro, udah nganterin gw balik dan nyelamatin gw dari preman tadi"ucap gw sambil tersenyum tulus kepada aro.

"iya, lain kali hati hati, yaudah gw balik dulu, assalamualaikum "pamit aro kepada gw.

"hem,waalaikumsallam"balas gw.







Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jul 03, 2019 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

friendzoneTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang