Hari hari yang lalu di sudut kamarku, ntah bagaimana dengan keadaanku dikala itu, semuanya terasa hancur dan pilu, dan menangis mungkin waktu itu salah satu hobiku. Luka yang kau buat terasa begitu membeku, sikap dan tingkah laku mu yang membuatku seperti itu, seperti jatuh didalam dasar jurang yang jauh, hingga ku tak tau apa yang akan terjadi dikemudian hari, rasanya begitu sakit, hati yang kokoh, raga yang kuat, kini hancur karenamu. Tapi itu hari hari yang sudah berlalu, kini ku jalani indahnya semesta tanpa kehadiranmu, rasanya begitu damai dan tentram, hingga ku tau bahwa luka darimu mendewasakan ku. Aku membenci mu? Tidak mungkin, buat apa membenci orang seperti mu, bukankah tuhan juga memaafkan hamba nya yang melakukan suatu kesalahan? Tapi semua yang sudah kau lakukan itu akan saya ingat. Satu hal lagi yang HARUS KAU INGAT SEKARANG AKU BAHAGAI TANPA KEHADIRANMU.

KAMU SEDANG MEMBACA
Kata Dari Rasa
Teen FictionSemua yang ditulis dari rasa dan kemudian tertuai dalam kata. Jangan lupa vote, tinggalkan jejak ya, ikuti juga hehe. Txu💙