part 4 "rindu yg terpendam"

13 0 0
                                        

Keesokan harinya.

Sinar matahari yg terang menyinari seorang anak perempuan yg sedang terlelap dikasurnya yg empuk, bahkan sinar itu tak mengganggu si empunya tempat tidur. Si wanita yg memiliki wajah yg serupa dengan siempunya kamar itu menghampiri kembarannya untuk membangunkannya, ya siempunya kamar tersebut ialah keysia.

"key ayo bangun udah pagi ini, bahkan lo semalam enggak bangun makan malam gimana sih ayolah my twins bangun ayo." kejut neysia. Ya wanita yg memiliki wajah yg serupa dengan keysia ialah neysia kembaran keysia tepatnya kakak kembarnya.

"iya gua bangun! Eh kok lo gak sekolah." jawab sekaligus tanya keysia.

"yaiyalah gua gak sekolah, orang gua masih kangen ama lu, ya gua izin hari ini khusus buat lo." jawab neysia

"oo... Gitu yaudah gua mandi dulu lu keluar gi" usir keysia.

"lo ngusir gua??" tanya neysia sambil menunjuk dirinya sendiri.

"yaiya gua usir, udah sono keluar" jawab keysia.

"iiii...  Kok lo jahat sih sama kembarannya sediri juga" protes neysia.

"bodo, udah sana keluar gua mau mandi juga" usir keysia sekali lagi sambil mendorong neysia keluar dan mengunci pintunya.

"ah gua malah diusir dasar keysia" ucap neysia sambil berjalan keruang makan.

Skip.
Ruang makan.

"Pagi ma, pa" salam neysia

"pagi juga sayang" ucap orang tua neysia bersamaan.

"mau sarapan apa sayang nasi goreng atau roti??" tanya sang mama.

"nasi aja deh ma" jawab neysia.

" ini sayang, eh keysia mana? "
Tanya sang mama.

"oo.. Iyaya keysia mana dari tadi papa kok enggak lihat sayang?" tanya sang papa.

"dikamar lagi mandi, mungkin masih capek pa, ma. Eh papa dan mama kok tumben nanyain keysia??" jawab sekaligus tanya neysia.

"emank enggak boleh keysiakan anak papa dan mama juga, iya kan ma? " ngeles sang papa.

"iya tu emnknya enggak boleh? " yanya mamanya.

"boleh sih, tapi ya tumben aja" jawab neysia

"enggak sih biasa aja kok, ya kan pa" tanya sang mama dan papanya cuma menggangguk saja.

Setelah mengobrol banyak suasana di ruang makan pu hening seketika, beberapa menit kemudian keysia pun turun dan menyapa orang tuanya serta neysia.

"pagi pa,ma,ney" sapa key.

"pagi juga keysia" jawab neysia sambil tersenyum.

"pagi" jawab papa dan mama key dengan muka dingin.

"segitu bencinyakah papa dan mama sama gua bahkan sapaan gua dijawb dengan jutek" batin keysia termurung.

"eh key yuk duduk, mau sarapan apa key? " ucap neysia memecahkan keheningan.

"roti aja deh ney" jawab keysia.

"selay coklat kan? " tanya neysia dan keysia cuma mengangguk saja.

"key mama kangen sama kamu nak, kangen bangat ingin mama meluk kamu nak, anak bungsu mama." batin mama key sambil melamun.

"ma, ma, mama" panggil neysia

"eh.. Iya knp sayang?" tanya mama ney sambil tersadar dari lamunannya.

"mama knp kok melamun?" tanya neysia.

"mama enggak kenapa-napa kok nak, tadi knp sayang? " ngeles mama ney

"itu ambilin selay Coklatnya donk ma" jawab neysia.

"oo..  Selay coklat, ini sayang" jawab mama ney

"makasih mama sayang" jawab neysia heboh dan mamanya cuma menganggukkan kepala saja.

"iya sama-sama" ucap sang mama.

"mah kok mama melamun sih MA, Ada masalah?" Tanya neysia sambil mengoles selai coklat di roti.

"enggak ada masalah kok sayang, mama cuma capek aja" ngeles sang mama.

"nih key, bener ma?" curiga neysia sambil memberikan roti ke keysia.

Keysia jangan ditanya dia cuma bisa diam tanpa mengeluarkan sepata kata pun, karena dia gak mau mamanya marah maka dari itu keysia cuma bisa  membisu.

"bener sayang, iyakan pa? " ngeles mama lagi.

Sedari tadi papanya yg diam langsung menganggukkan kepalanya saja. Tanda dia setuju dengan perkataan mamanya tersebut.

"eh ma/pa neysia mau nanya boleh? " tanya neysia.

"mau nanya apa sayang?" tanya sang papa yg sedari tadi berdiam diri.

"entar keysia sekolahnya bareng dengan aku ya pa/ma disekolah love green" jawab neysia

"enggak boleh" ucap sang mama lancang.

"kok gak boleh sih ma?" tanya neysia dengan muka kesal.

"kalian kembar, jadi kalian gak boleh satu sekolah titik enggak pakai koma." jawab sang mama dengan lantang.

"ini juga demi kebaikan kalian sayang, mama enggak mau kalian kenapa-napa." batin sang mama.

"emank apa salahnya sih ma kalau kami kembar? sampai-sampai enggak boleh satu sekolah segala" ngeles neysia kesel.

"kalau orang tua bilang enggak boleh ya enggak boleh, jangan membantah" jawab sang papa.

"tapi" ucap neysia

"enggak ada tapi-tapian" jawab papanya lantang.

"udah ney" bujuk keysia.

Neysia cuma bisa diam. Karena apa yg dikatakan oleh papanya pasti enggak bisa dibantah. Sedangkan keysia dari tadi cuma berdiam diri saja karna ia tau kalau orang taunya pasti enggak mengijinkannya, karena yg ia tau orangtuanya membencinya.

"key kamu papa masukan ke sekolah sma high school gracious wang"s boleh" tanya papanya lebih tepatnya memaksa.

"papa sengaja masukan kamu disekolah itu nak sekolah dari sahabat papa, karna disitu terjamin keselamatan kamu nak" batin papa nya.

"terserah papa aja aku ikut-ikut aja pa" jawab keysia pasra.

"sekolah itukan sekolahnya om grasious sahabat papa, maksud papa apa kok masukan keysia ke sekolah itu, apa mungkin papa enggak membenci keysia, pasti! karna enggak ada seorang ayah ataupun ibu membenci anaknya sendiri. Pasti ada yg disembunyikan papa dan mama dari gua dan keysia, pokoknya gua harus cari tau." batin neysia penasaran.

"makasih pa, mama setuju sekali dengan ide papa memasukan keysia ke sekolah cio. Dengan begitu kita tetap bisa memantau keysia" batin mamanya dengan senang.

"besok kamu langsung sekolah aja key" ucap sang mama

"iya ma" pasra keysia.

"uh.. Besok bakal jadi hari yg baru buat gua, semoga besok bakal baik-baik aja."batin keysia.

Bersambung.

Eh..eh gimana dengan part ini all?
Kurang seru ya? Atau kurang panjang?  Besok-besok juli bakal buat yg lebih seru lagi ya.
Tapi jangan bosan ya~Δ~

Bonus part.

"pa ingin sekali mama memeluknya pa" ucap sang mama dengan sedih

"papa juga ingin ma, tapi kita harus tahan sampai waktu yg tepat ma." jawab sang papa

"tapi kapan pa udah 5 tahun pa udah 5 tahun, hiks..hiks..hiks.. " insak tangis sang mama

"sabar ma kita harus bersabar semua bakal indah pada waktunya" jawab sang papa. Dan mamanya cuma bisa mengangguk sambil menangis...

Twins (HIATUS)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang